spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
EKONOMI
spacer
 
Indef: Indonesia Butuh Moratorium Utang

Jakarta, 11 Januari 2005 13:18
Pengamat ekonomi Indef Fadel Hasan mengatakan, Indonesia sangat membutuhkan moratorium utang, dan hendaknya menerima tawaran sejumlah negara maju dan badan internasional, pasca-musibah gempa dan tsunami yang melanda Aceh dan Sumut yang membutuhkan dana triliunan rupiah.

"Saya pikir kita tidak hanya membutuhkan moratorium tetapi yang lebih jauh adalah keringanan utang dari negara maju mengingat biaya yang harus kita pikul membangun daerah bencana sangat besar," kata Fadel ketika dihubungi Antara, di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, untuk membangun daerah yang hancur di Aceh dan Sumut akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya tersebut kemungkinan besar akan dialokasikan dari dana APBN. Padahal sebagian dana APBN seharusnya akan digunakan untuk mencicil membayar hutang kepada negara maju.

"Karena adanya bencana maka biaya cicilan dari dana APBN terpaksa harus digunakan atau dialihkan untuk membangun kembali daerah bencana. Oleh sebab itu adanya moratorium pada saat ini sangat dibutuhkan," katanya.

Fadel mengatakan, apabila Indonesia hanya mengandalkan dana dari APBN untuk membangun kembali daerah bencana sangat tidak mungkin. Oleh sebab itu diperlukan bantuan dana dari negara lain apakah itu berupa hibah atau hutang tapi dengan syarat bunga rendah.

Ia juga menyayangkan sikap para menteri kabinet sekarang kurang bersikap aktif dalam menerima tawaran moratorium dari negara maju atau badan internasional, mengingat moratorium dapat dijadikan Indonesia untuk meringankan beban biaya membangun kembali Aceh.

"Kita perlu moratorium. Janganlah kita menolak rencana yang ditawarkan negara maju atau badan internasional," katanya lebih lanjut.

Ia mengusulkan, agar para menteri terkait untuk aktif menerima tawaran moratorium dan berupaya untuk melakukan lobi mendapatkan keringan hutang akibat adanya bencana ini.

"Syukur kalau kita bisa memperoleh pengurangan hutang atau pinjaman dengan bunga ringan atau mungkin bunga nol persen. Sebaiknya itu diusahakan, soal nanti permintaan kita dikabulkan atau tidak, itu urusan lain yang penting kita berusaha dahulu," kata Fadel. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 29 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer