spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Panggilan Pasca-Gempa

Sabri Muhammad Saleh; Diatas Mobil Pengeruk (GATRA/Hendri Firzani)SABRI Muhammad Saleh, 25 tahun, menyedot rokok dalam-dalam. Lelaki berkulit gelap itu seperti hanyut dalam lamunan. Matanya menerawang entah ke mana. Kehadiran Gatra membuatnya terjaga. Hari itu, Ahad 9 Januari 2004, ia baru saja menyelesaikan tugasnya. Tak seperti biasanya, kali ini Sabri bisa beristirahat lebih cepat.

Maklum, hujan deras mengguyur kota Banda Aceh dan sekitarnya. "Kalau hujan, truk pengangkut mayat juga tak jalan," kata Sabri. Sabri kini menjalani "profesi" barunya: pengubur mayat. Ini "pekerjaan" baru di Nanggroe Aceh Darussalam. Di lokasi pemakaman massal, biasanya Sabri bekerja sejak pukul delapan pagi hingga pukul enam sore.

Bersama dua sepupunya, Azmi, 31 tahun, dan Irfan, 20 tahun, tiap hari ia jadi pengubur mayat di lokasi pemakaman massal di tepi Jalan Blang Bintang, Lambaro, 20 kilometer dari kota Banda Aceh. Menggunakan dua traktor pengeruk tanah, Sabri bisa mengubur lebih dari 1.500 jenazah yang diangkut dari balik puing-puing bangunan di Banda Aceh.

Pemakaman ini dibuka pada hari kedua pasca-bencana tsunami. Toh, sejumlah keluarga sempat datang untuk mencari sanak saudaranya."Meski mayatnya penuh lumpur, kadang ada yang berhasil menemukan saudaranya," kata Sabri. Mayat yang bisa diidentifikasi langsung dibawa pulang oleh keluarganya untuk dimakamkan di tempat lain.

Kini itu tak terjadi lagi. Sebab mayat yang tiba di lokasi pemakaman massal, selain tak bisa dikenali, kebanyakan sudah rusak dan berbau. "Tak ada yang mau mendekat," tutur Sabri. Tapi ia tak merasa terganggu oleh bau menusuk itu. Mayat-mayat yang dibungkus kantong mayat itu langsung dimasukkan ke dalam lubang berukuran 8 x 10 meter dengan kedalaman 7 meter. Lubang ini bisa menampung 100 mayat.

Menurut lulusan madrasah tsanawiyah itu, di hari pertama menjadi pengubur mayat, ia sempat merasa mual. Namun, lama-kelamaan, pria yang sebelumnya berprofesi sebagai sopir labi-labi, nama angkutan umum perkotaan di kota Banda Aceh, ini terbiasa. Bungsu dari enam bersaudara putra pasangan M. Saleh-Jusmiah itu tak pernah bermimpi bakal jadi pengubur mayat massal. "Siapa sangka bakal ada musibah ini," kata Sabri.

Meski cuma mendapat bayaran Rp 50.000 per hari, Sabri mengaku ikhlas. Ia merasa mendapat panggilan membantu menguburkan mayat yang berhari-hari tak terurus itu. "Ini ibadah juga, bantu saudara yang kena musibah," kata Sabri lagi. Keluarga Sabri sendiri selamat dari amukan bencana gempa disertai tsunami yang melanda Aceh, 26 Desember lalu. Kini di areal seluas 2 hektare itu telah dimakamkan lebih dari 20.000 ribu mayat.

Hendri Firzani (Banda Aceh)
[Nasional, Gatra Nomor 10 Beredar Jumat, 14 Januari 2005]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Salut pd Sabri, Azmi dan Irfan (sirikkit@ya..., 18/01/2005 23:02)
Yah...ga apa toh pak masih digaji 50rb per hari...+ bonus: berkatmu besar di surga!

Lah para relawan2 asing malah gak digaji, sodara bukan, tanah airnya juga bukan...eh masih dicurigai & diusir lagi! (masih 3 bulan lagi sih katenye)
 
 
spacer
  
  Doa saya bersama anda semua (MARSVD@HO..., 17/01/2005 02:05)
Menyedihkan rasanya menpunyai pkerjaan seperti ini, tapi saya yakin maksud ketiga hamba A llah ini hanya mencari ke ridoan Allah SWT, bukan mengharapkan penghasilan yang sama sekali tiada artinya sama sekali , kezaliman masih saja terjadi kepada orang kecil ini, saya mau bertanya maukah gubernur Aceh menjalankan pekerjaan ini, dengan penghasilan seperti itu????, saya yakin menoleh pun tidak, adakah pembaca Gatra atau redaksi ini bisa menolong saya untuk mendapatkan alamat ke 3 hamba... <77 huruf lagi>
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 16 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer