spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
HUKUM & KRIMINALITAS
spacer
 
Kapolda MJ: Meski Sekampung dengan Adiguna, Tetap Profesional

Jakarta, 14 Januari 2005 11:34
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani membenarkan, dirinya kenal dekat dengan keluarga Ibnu Sutowo, termasuk anaknya, Ponco Sutowo dan Adiguna Sutowo --kini tersangka pelaku penembakan Yohanes Brekmans Chairudy Natong alias Rudy.

"Ya memang kami mengenal dekat Ponco Sutowo, Ibnu Sutowo dan Adiguna sendiri. Memang kami sekampung. Namun di sini kami akan buktikan bahwa kami berkerja secara profesional dan proporsional," kata Firman Gani saat menemui delegasi tokoh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mendatangi kantornya, Kamis.

Firman Gani mengakui, fakta dekatnya dirinya dengan tersangka Adiguna menjawab pertanyaan koordinator delegasi, Melchias Markus Mekeng (anggota DPR-RI, Komisi XI, Fraksi Partai Golkar). Melchias yang bertindak selaku koordinator delegasi itu mempertanyakan kebenaran sekitar desas-desus Kapolda kenal dekat dengan keluarga mantan Direktur Utama Pertamina tersebut.

Delegasi masyarakat NTT yang diterima sekitar satu jam mulai pukul 10.30 itu antara lain Anton A. Masyur (anggota DPR-RI, Komisi XI, Partai Pelopor), Cyprianus Aoer (anggota DPR-RI, Komisi I, F-PDIP), Victor B. Laiskodat (DPR-RI, Komisi II, F-Partai Golkar) dan tim advokasi keluarga mendiang, Petrus Selestinus, Robert Key Timu dan Paskalis Pieters).

Delegasi mendatangi Polda Metro Jaya guna mendengarkan langsung dari Kapolda sekitar proses hukum penyelesaian kasus penembakan terhadap mendiang Rudy (28) pada 1 Januari 2005 di Cafi Fluid, Hotel Hilton, Jakarta. Polisi telah menahan Adiguna sebagai tersangka pelaku penembakan.

Menjawab pertanyaan koordinator delegasi, Firman Gani menegaskan pihaknya banyak menuai kritik menyangkut kasus tersebut dan Polda menjadikan kritik-kritik itu sebagai pengawas dan pengendalian proses penyidikan.

"Kehadiran bapak-bapak bisa menjadi penyejuk masyarakat karena kasus ini sangat serius dan baru kali ini polisi sangat cepat menetapkan tersangka, kurang dari 24 jam," kata Firman Gani menjawab pertanyaan seorang anggota delegasi yang khawatir adanya intervensi pihak-pihak lain.

Firman Gani menambahkan keseriusan polisi dalam menangani kasus itu juga tercermin dari cepatnya pemberkasan perkara yang hanya kurang dari satu bulan sudah selesai dan sudah akan diajukan ke Kejaksaan Tinggi hari Jumat (14/1).

Firman Gani mengatakan, sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal (Polisi) Dai Bachtiar, pihaknya juga akan terus mengawasi dan mengawal proses tersebut tidak hanya sampai di Kejaksaan, namun pula sampai pada vonis hukumnya.

Melchias sebelumnya menyatakan kedatangan delegasi bukan dimaksudkan sebagai intervensi Kapolda Metro Jaya dalam menangi kasus itu. Kedatangan ditegaskan hanya untuk menyampaikan seruan agar kasus itu diselesaikan seadil-adilnya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Selain itu, sehubungan dengan proses hukum tersebut, kata Melchias, delegasi masyarakat NTT merasa perlu untuk memberi dukungan kepada Kapolda dan jajarannya, sekaligus mengawal prosesnya sampai kepada keputusan hukum yang bersifat tetap. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  macan mabok dan perempuan (guitano, 17/01/2005 05:04)
masalahnya sih sepele aje gara-gara taon baruan mabok terus ada perempuannye. yang hebat sih ceweknye tuh, bisa bikin macan mabok mengaum bunyinya dor! nah sekarang si macan nyesel setengah mampus. mau ngaum, suaranya balik lagi kena tembok penjara. Graaauum...aum..mmm...um...umumuuum...(echo)
 
 
spacer
  
  hnya tuhan yg tau (octarendra@ya..., 17/01/2005 04:20)
yah kita sbagai masyarakat kecil hanya bisa membantu dng doa semoga terlepas dari benar tidaknya si idiottt AG STW yg membunuh rudy ataw bukan biar para penegak hukum yg akan membuktikan nanti. Tapi saya pribadi percaya sekuat apapun si Ag pasti keadilan akan datang .
 
 
spacer
  
  orang kaya diut tapi tak kaya hati nya (hf2467@ya..., 16/01/2005 00:52)
masih banyak orang indonesia yg kaya akan harta tapi sangat miskin hati nurani nya.lihat saja koboi satu ini ( adiguna ) lantaran uang Rp 150.000 dengan angkuh dan sombong nya dia menganggap remeh diri n nyawa orang lain astarfirullah... semoga pihak aparat penegak hukum dapat menjatuhkan hukuman yg seberat2 nya,karena dia tidak ada rasa kemanusiaan lg di hatinya..... somoga tuhan jg mencabut nyawa nya secara perlahan biar dia tahu azab tuhan sangat lah pedih
 
 
spacer
  
  Memang Bullll shittttttttttttttttttt (syam_ega@ya..., 15/01/2005 21:29)
Memang benar apa yang dikatakan mas bulsite diatas bahwa polisi bullll shitttttttttt bisa bekerja dengan benar karena negeri kita ini mirip dengan rimba yang kuat menang, nah polisi kita sangat lemah sementara situkang doooor itu seperti singa takkan mampu ditaklukkan dengan hukum walaupun mampu penegak hukum akan mengirimnya ke nusakambangan dan jadilah dia seperti temannya yang sudah duluan kesana dan disana mereka akan bebas main golf, main catur, main domino, dan mainin yang lain dan jadilah... <38 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  nga' usah anak pejabat (littlerascalss@ya..., 15/01/2005 18:27)
pada sok alim nih,
nga' usah anak pejabat, elo semua juga suka munafik, sok berantas korupsi, tapi kalo ketangkep polisi maunya nyogok biar cepet ... nah apalagi ... emang "kebanyakan" (gue kasih tanda kutip biar elo semua baca) mental org indonesia jelek
ya udah, jgn sok alim deh, liat sekitar dulu baik baik
ngaca dulu !!!
 
 
spacer
  
  OH TAK MUNGKIN.......TAK MUNGKIN.. (nina13630@ya..., 15/01/2005 15:15)
Oh tak mungkin kalau tidak ada conflict of interest pada pak FIRMAN GANI..........INI INDONESIA BUNG!!!
 
 
spacer
  
  Tommy = Adiguna (stern_gang47@ya..., 15/01/2005 06:07)
Faktanya memang tommy berkeliaran di jakarta, udah banyak yang liat dengan mata kepala sendiri. Jadi ngga usah capek-capek deh bikin pengadilan buat preman korup berkedok pengusaha kayak adiguna ama tommy... langsung aja di dor, biar selesai! Ayo pak SBY, buat apa punya pasukan elit kayak kopassus kalo ngga didayagunakan buat membela rakyat.
 
 
spacer
  
  Bull SHHHIIIIITTT !!!! (indo_sinting@ya..., 15/01/2005 05:41)
All,

Percaya deh, gue sih pesimis sama hukuk di indo, dari polisi kelas kambing, RT, RW, Lurah, sampai presiden gak ada yg bener. Berani taroan, si idiot AG pasti akan di penjara terus beritanya dibikin heboh..what next ??? nasib dia akan kayak tommy, sengaja di kirim ke nusakambangan, tujuannya apa ? supaya gak gampang diawasin sama masyarakat dan wartawan, kalau mau tau si tommy ternyata bebas banget keluar masuk di Nusakambangan, temen gue ada yg ngeliat langsung di maen golf di. Pokoknya... <77 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Memang sudah seharusnya (bamb_st@ya..., 15/01/2005 03:26)
Kita tunggu hasil pengadilan nanti, apakah benar kedekatannya dengan keluarga Adi G tidak dimanfaatkan untuk membuat skenario untuk melepaskan jeratan hukum kepada Adi G, karena ada indikasi skenario untuk melepaskan jeratan hukum terhadap Adi G tersebut sangat mencolok, untung Presiden langsung memberikan komentar agar pemeriksaan Adi G tranparan.
 
 
spacer
  
  NEGERINYA KEN AROK (kikihaque@ya..., 15/01/2005 02:43)
Seinget gue, kebanyakan dari anak-anak bekas keluarga pejabat yang korupsi di negeri Ken Arok(baca; Indonesia) tingkah lakunya banyak yang tidak terpuji.
Karena apa ? Mereka (anak-anak) para koruptor tidak pernah diajarkan etika moral untuk mengakui atau untuk mengatakan "maaf atas kesalahan."

Buat mereka mengatakan atau menyatakan maaf atas kesalahan adalah kekalahan.

Maka dari itu, mari kita lihat saja nanti . . siapa-siapa saja yang akan disalahkan dan dikalahkan dalam kasus ini !.
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 16 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer