spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
HUKUM & KRIMINALITAS
spacer
 
Sidang Ba'asyir
Ba'asyir Hanya Radikal dalam Wacana

Syafii Ma'arif (GATRA/Edward Luhukay)Jakarta, 13 Januari 2005 11:50
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafi`i Ma`arif, menilai Abu Bakar Ba`asyir, pimpinan Pondok Pesantren Ngruki Jawa Tengah, radikal dalam wacana tentang pemahaman Islam, namun belum terbukti radikal dalam tindakan.

"Saya belum punya bukti Ba`asyir juga radikal dalam tindakan," kata Syafi`i Ma`arif ketika menjadi saksi dalam sidang pengadilan dengan terdakwa Abu Bakar Ba`asyir di Jakarta, Kamis.

Pucuk pimpinan ormas Islam kedua terbesar di Indonesia itu mengaku punya perbedaan pandangan dalam memahami Islam dengan Abu Bakar Ba`asyir.

"Misalnya, saya tidak sependapat dengan Ba`asyir yang masih berjuang agar memasukkan tujuh kata Piagam Jakarta dalam UUD," kata pimpinan Muhammadiyah itu.

Dalam kesaksiannya, Syafi`i juga mengaku pernah didatangani Dutabesar Amerika Serikat untuk Indonesia, Ralph L. Boyce, pada 28 Maret 2004 di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta. Saat itu Boyce minta dukungannya agar Ba`asyir tidak dikeluarkan dari tahanan sampai berlangsungnya Pemilu 2004, dengan alasan agar demokrasi di Indonesia berjalan lancar.

"Saya memang berbeda secara perjuangan dengan Ba`asyir. Namun dalam perkara ini saya membela negeri ini dan dia, karena apa hubungannya demokrasi dengan Ba`asyir," ujarnya.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum sempat menunjukkan kepada Ma`arif buku Pedoman Umum Perjuangan Jamaah Islamiyah (PUPJI) dan bukti-bukti keberadaan organisasi itu.

Ditemui di luar persidangan seusai bersaksi, Syafi`i Ma`arif mengatakan kepada pers mengenai adanya kemungkinan intervensi dan rekayasa AS dalam persidangan Ba`asyir itu.

"Saya sudah lama melihat intervensi AS ini. Bukan saat ini saja. AS melakukan intervensi di mana-mana," katanya.

Ia menegaskan, dirinya anti-terorisme "dari ujung rambut ke ujung kaki", tetapi yang paling utama harus dikaji adalah penyebab pokok terorisme itu.

"Islam itu jelas anti-terorisme, walaupun setelah peledakan gedung WTCdi New York pihak Barat menuduh Islam sebagai agama teror. Itu `nonsense`, tidak betul itu," tegasnya.

Sidang Abu Bakar Ba`asyir hari Kamis itu dilanjutkan dengan mendengar keterangan saksi kedua, Luthfi Haidara alias Ubet, yang sedang dalam tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan terkait pemboman di Hotel JW Marriott, 5 Agustus 2003.

Ba`asyir dijerat Pasal 14 jo 6 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) RI Nomor 1 tahun 2002 jo Pasal 1 UU RI Nomor 15 tahun 2003 jo Pasal 55 KUHP yang berkaitan dengan tindak aksi terorisme. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
BERITA TERKAIT  
spacer
 
terkait, $ID); ?>
 
spacer spacer  
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Naifnya Pak Syafi'i (injustice_indo@ya..., 15/01/2005 05:17)
Sangat naif pendapat pak Syafi'i, kalau perbedaan wacana dijadikan alasan. Jika perbedaan wacana dilakukan secara tertutup hanya dengan orang2 sekaliber pak Syafi'r, Cak Nur atau Gus Dur mungkin masih bisa diterima. Tapi jika wacana tsb disebarkan ke orang2 yg punya pemikiran yg dangkal, apa yang terjadi... mereka tidak akan melihat itu sbg wacana lagi tapi tindakan yg harus dilakukan. Hitler awalnya juga mulai dari wacana (ttg keunggulan kaum Arya) tapi lihat apa yang terjadi. Wacana atau ide s... <209 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Wacana Sebuah Awal Dari Tindakan (lupus_8811@ya..., 14/01/2005 05:15)
Pernyataan Bapak Ketua Muhamadiyah itu sangatlah masuk akal, ba'asyir mempunyai wacana radikal dalam pemahaman Islam,.... tapi itu bukan berarti dia tidak radikal dalam tindakan pak..... kalau tindakan langsung mungkin ya tidak... gimana mau berbuat radikal....wong mau lari aja udah susah...., tapi kan seseorang pemimpin itu tidak selalu harus melakukan tindakan dengan tangan-nya sendiri..... kecuali yang benar-benar "gentlement"... komandan di militer aja jarang sekali ada yang berdiri di depan... <1010 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Sependapat dengan Pak Sfafi'i (hadi_smiko@ya..., 14/01/2005 04:39)
Saya sependapat dengan Pak Syafi'i yang intinya bhawa kita harus meletakkan "kejujuran & keadilan" diatas segala-galanya. Perkara berbeda pandangan dalam perjuangan adalah biasa, seperti Bung Karno dan Bung Hatta juga pernah berbeda ko'.. Tetapi jangan kemudian dikambing hitamkan dan dikait-kaitkan dengan isu-isu lainnya.

Ternyata semakin jelas "kehinaan" AS..

Terimakasih Pak Syafi'i..
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 16 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer