spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
HUKUM & KRIMINALITAS
spacer
 
Sidang Ba`asyir Diwarnai Perdebatan

Abu Bakar Ba'asyir; Mendengarkan Keterangan Frederick Burks (GATRA/Edward Luhukay)Jakarta, 13 Januari 2005 10:56
Sidang lanjutan kasus Ustadz Abu Bakar Ba`asyir di Jakarta, Kamis, dimulai dengan perdebatan antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan Tim Pembela Abu Bakar Ba`asyir (TPABB), tentang jumlah saksi yang akan diajukan hari itu.

Tim JPU, yang diketuai Salman Maryadi memprotes rencana TPABB yang akan mengajukan enam saksi yang akan didengar keterangannya pada persidangan ke-13 itu. JPU menyatakan, pada sidang ke-12, Selasa lalu, TPABB hanya menyebut lima saksi yang akan dihadirkan Kamis ini, terdiri atas tiga saksi yang akan didengar keterangannya dan dua saksi cadangan.

Sedangkan TPABB bersikeras untuk tetap menghadirkan enam saksi untuk didengar keterangannya, yaitu mantan penerjemah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Frederick Burks, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Syafi`i Ma`arif, dan Edi Purwanto.

Dua saksi cadangan yang juga diminta TPABB untuk didengar keterangannya adalah Luthfi Haidara alias Ubet dan Bagus S. Budi Pranoto alias Urwah, yang sedang dalam penahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan terkait pemboman Hotel JW Marriot, 5 Agustus 2003.

Selain itu, TPABB juga masih mengajukan satu saksi tambahan, yakni Yunus Effendi (41).

Lufti Hakim dari TPABB menolak keberatan JPU dengan menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirim daftar saksi baru berjumlah enam orang yang akan didengar keterangannya pada persidangan Kamis. Daftar tersebut, menurut dia, telah dikirim Rabu kemarin kepada JPU.

Syafi`i Ma`arif (GATRA/Edward Luhukay)"Namun hingga menjelang persidangan dimulai, tidak ada keberatan dari JPU," ujarnya.

M. Assegaf dari TPABB berpendapat, penentuan jumlah saksi serta relevan atau tidaknya keterangan saksi dengan kasus persidangan adalah wewenang majelis hakim, bukan JPU.

"Untuk mengetahui sejauh mana relevansi keterangan saksi, harus didengar dahulu keterangannya di muka persidangan," kata Assegaf menanggapi keberatan JPU.

Ketua majelis hakim, Soedarto SH, menyatakan pihaknya punya wewenang untuk memilih saksi mana yang bisa dihadirkan ke persidangan.

"Majelis bisa tidak mendengarkan saksi yang tidak ada hubungannya dengan terdakwa," kata Soedarto.

Perdebatan yang berlangsung sepuluh menit itu diakhiri dengan keputusan hakim untuk menerima keenam saksi yang telah hadir untuk didengar keterangannya di persidangan.

Saat berita ini dikirim saksi pertama yaitu Syafi`i Ma`arif sedang didengar keterangannya.

Dalam dakwaan primer, Ba`asyir dituduh sebagai amir (pemimpin)Jamaah Islamiyah (JI), kelompok yang diduga bertanggungjawab atas beberapa aksi teror bom di Indonesia.

Ba`asyir dijerat Pasal 14 jo 6 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) RI Nomor 1 tahun 2002 jo Pasal 1 UU RI Nomor 15 tahun 2003 jo Pasal 55 KUHP yang berkaitan dengan tindak aksi terorisme. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
BERITA TERKAIT  
spacer
 
terkait, $ID); ?>
 
spacer spacer  
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 16 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer