spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
WISATA & HIBURAN
spacer
 
Banjarmasin Benahi Objek Wisata Pasar Terapung

Banjarmasin, 12 Januari 2005 16:40
Banjarmasin akan membenahi obyek wisata andalan pasar terapung, yang sudah dikenal luar masyarakat, di ujung Sungai Kuin/Sungai Barito. Keberadaan pasar tersebut sekarang sudah tak semarak dulu lagi.

"Padahal keberadaan Pasar Terapung sudah begitu dikenal bukan saja di dalam negeri, bahkan sampai ke mancanegara. Makanya pembenahan demikian sudah sewajarnya dilakukan," kata Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Banjarmasin, Drs. H Saiddin Noor kepada sejumlah wartawan di Banjarmasin, Rabu.

Keinginan membenahi pasar terapung yang keberadaannya secara alamiah sejak ratusan tahun lalu itu, muncul dari pernyataan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Drs. Suryadharma Ali, yang sebelumnya mengunjungi lokasi tersebut.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM, pasar terapung aktivitasnya ramai di kala subuh menjelang pagi tersebut bukan saja aset Kalsel tetapi juga merupakan aset nasional yang harus dibanggakan dan dipelihara keberadaannya.

"Makanya Menkop UKM bersedia memberikan dana Rp 1 miliar bagi pembenahan kawasan objek wisata air tersebut dengan mengalihkan dana dari program City Tour Kepulauan Seribu," kata Saiddin Noor yang sering dipanggil Pak Itad tersebut.

Uang Rp 1 miliar tersebut memang belum dipastikan bentuk pembenahannya, tetapi kemungkinan untuk pembangunan fasilitas pendukung untuk akses ke lokasi, seperti dermaga.

Berbagai kalangan menyambut gembira rencana pembenahan pasar tersebut agar kegiatan di pasar terapung yang bisa ditempuh lewat angkutan jalan raya dan air itu tidak berkurang.

Masalahnya setelah pembangunan berbagai jalan darat terus berkembang akses ke berbagai desa di pinggiran anak Sungai Barito dan Sungai Martapura kini lebih mudah akhirnya sarana angkutan air tidak lagi menjadi andalan.

Akibatnya para pedagang sayuran, barang sembilan bahan pokok, ikan, buah-buahan dan hasil pertanian lainnya tidak lagi menjajakan dagangannya melalui air, melainkan sudah menggunakan sepeda dan kendaraan bermotor.

Dengan kondisi demikian maka jumlah para pedagang di pasar terapung itupun terus berkurang, misalnya kalau satu dasawarsa lalu kumpulan pedagang dan pembeli yang bertransaksi menggunakan sampan dan kendaraan air begitu banyak sekarang sudah tak seperti itu lagi.

Malah kebaradaan pasara terapung tersebut bukan lagi berada persis di Desa Kuin melainkan agak ke hulu dekat Desa Alalak dan terbagi dua kelompok pula tidak terkosentrasi seperti dulu.

Bahkan ada kelompok-kelompok kecil pasar terapung yang muncul sendirinya belakangan ini, sehingga keberadaan pasar terapung tersebut tidak semarak ketika pasar itu benar-benar menjadi objek wisata yang unik dan menjadi tujuan wisatawan dalam dan luar negeri.

Akibat kondisi demikian, maka bagi wisatawan yang ingin mengunjungi pasar terapung tersebut pun tidak semudah dan segampang sebelumnya, disamping pemandangannya tak seunik tempo dulu lagi.

Bila sebelumnya terkosentrasi di satu tempat dengan hamparan pasar terapung yang cukup luas, kini terpencar dengan kelompok kecil-kecil. Kalau waktu dulu beroperasinya pasar tersebut selagi saat pajar dan berakhir menjelang matahari meninggi sekarang tidak seperti itu lagi, bisa ada lebih pagi atau lebih siang. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 16 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer