spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
HUKUM & KRIMINALITAS
spacer
 
Panitia Kongres MMI Perkuat Alibi Ba'asyir

Jakarta, 12 Januari 2005 07:26
Tiga panitia Kongres Majelis Mujahidin Indonesia I 2000 memperkuat alibi terdakwa kasus terorisme Abu Bakar Ba`asyir. Menurut mereka, terdakwa tidak mungkin berada di Filipina tahun 2000, karena sibuk mempersiapkan kongres tersebut.

"Ustad (Baasyir, Red) yang diangkat sebagai Dewan Penasihat Panitia Kongres, sibuk mempersiapkan kongres mulai Januari 2000 ketika diadakan Forum Silaturahmi Nasional I sampai diadakannya musyawarah hasil kongres setelah kongres selesai," kata anggota Hubungan Masyarakat Panitia Kongres MMI, Sarjono Al Harun (51) ketika diperiksa sebagai saksi dalam sidang kasus Baasyir di Auditorium Gedung Departemen Pertanian Jakarta, Selasa.

Kongres MMI yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 5 sampai 7 Agustus 2000 itu menampilkan terdakwa sebagai salah satu pembicara dan akhirnya mengangkat Abu Bakar Baasyir sebagai amir (pemimpin) Majelis Mujahidin Indonesia.

Sarjono, yang mengenal terdakwa sejak 1982 karena sering mengundang ustad tersebut untuk memberi pengajian di Yogyakarta, juga menyatakan selama waktu persiapan sampai berakhirnya kongres, dirinya paling sedikit satu minggu sekali bertemu terdakwa untuk berkonsultasi.

Kesaksian Sarjono diperkuat oleh saksi berikutnya, Muhammad Sobarin Syakur (35) yang menjadi Sekretaris Panitia Kongres MMI tersebut.

"Selama pra-kongres dan kongres, mulai April 2000, saya bertemu ustad setidaknya empat sampai lima kali sehari, baik di Pesantren Ngruki maupun di rumah beliau di Jalan Veteran," kata Sobarin lalu menambahkan, dirinya dan ustad juga sibuk mensosialisasikan kongres dengan mengadakan talk show ke berbagai daerah.

Ketua Panitia Kongres MMI, Irvan Surya Hardi (43) yang juga diperiksa sebagai saksi, menyatakan hal yang senada.

Kesaksian mereka tersebut berlawanan dengan pernyataan Nasir Abbas, saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan sebelumnya (21/12), yang menyatakan bahwa Baasyir datang ke Filipina sekitar April 2000 untuk menghadiri wisuda anggota Jamaah Islamiah di Camp Hudaibiyah.

Tentang jihad dalam makalah terdakwa yang mereka mungkin dengar, Sarjono menyatakan Baasyir pernah berbicara tentang jihad dalam menegakan syariat Islam. Namun ia tidak pernah mendengar terdakwa memerintahkan muridnya untuk memerangi suatu bangsa atau kelompok tertentu.

Ketika Ketua Majelis Hakim Soedarto SH meminta tanggapan terdakwa terhadap kesaksian mereka, ia membenarkan pernyataan saksi dan menyatakan dirinya memang membawakan makalah pada kongres itu. Ia juga membenarkan ada isi mengenai jihad di dalam makalahnya, namun ia mengaku lupa judul dan isi lengkap makalah itu.

Sidang yang dimulai pukul 09.15 WIB itu ditutup Soedarto sekitar pukul 14.30 setelah mendengarkan keterangan lima orang saksi yang meringankan (a de charge). Sidang selanjutnya akan diselenggarakan Kamis (13/1), masih dengan agenda pemeriksaan saksi a de charge. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 16 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer