spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
SUMATERA
spacer
 
Radio Komunitas Muhammadiyah Mengudara di Banda Aceh

Jakarta, 11 Januari 2005 17:06
Radio komunitas Muhammadiyah mulai mengudara sejak 7 Januari 2005 pukul 14:00 WIB, untuk melayani kebutuhan informasi warga Aceh pasca-gempa dan tsunami.

Radio ini didirikan atas kerjasama PP Muhammadiyah dengan Kantor Berita Radio (KBR) 68H Jakarta. Sedangkan pendanaannya berasal dari The Asia Foundation.

Menurut Direktur Utama Radio 68H Santoso, di Jakarta, Selasa, antusiasme warga begitu besar menyambut kehadiran radio komunitas ini. Apalagi program radio ini memang diarahkan untuk melayani kebutuhan warga Aceh untuk saling berbagi pengalaman dan informasi pascabencana gempa dan tsunami.

Selain siraman rohani, program-program yang disiarkan Radio Muhammadiyah antara lain berisi informasi orang hilang, kesehatan, konsultasi psikologi, baca-baca berita koran, putar lagu dan lain-lain. "Yang mengisi acara ya.. tokoh-tokoh dan relawan Muhammadiyah," kata Santoso.

Ia berharap, tokoh lain juga ikut mengisi acara di radio baru ini. Santoso yang memimpin langsung tim teknisi ke Banda Aceh menyatakan pula bahwa pendirian stasiun radio baru ini hanya memerlukan waktu empat jam untuk bisa siaran (on air).

Namun karena terbatasnya pesawat radio di banda Aceh, tim KBR 68H juga memasang radio dan speaker di beberapa lokasi pengungsian. Hingga Senin siang, sudah terpasang 30 radio dan speaker di beberapa lokasi pengungsian.

Dengan pemasangan radio dan speaker ini, setidaknya 15 ribu warga Aceh bisa mengikuti program-program Radio Muhammadiyah. Target tim adalah memasang sekitar 50 radio dan speaker di Banda Aceh.

Selain Radio Muhammadiyah, tim KBR 68H juga akan membangun kembali beberapa stasiun radio jaringan yang rusak total akibat diterjang tsunami. Untuk wilayah Banda Aceh yang sedang dikerjakan adalah membangun stasiun radio Prima FM, selanjutnya radio Dalka di Meulaboh dan radio Megaphone di Sigli.

Sementara itu, Wakil Ketua PP muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan, radio ini diharapkan bisa membantu warga Aceh untuk segera bangkit kembali membangun masa depan. Warga Aceh juga bisa memanfaatkan stasiun radio ini sebagai wahana komunikasi dan pertukaran informasi demi kepentingan bersama. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Kenapa gak pake radio cina saja? (roel21@ya..., 18/01/2005 22:42)
Kenapa ya kok nggak pakai radio FM buatan Cina yg murah-murah itu... sekitar 10 ribu per buah. Banyak dijual di pinggir jalan di Jakarta. Kalau beli ribuan langsung ke RRC kan pasti jatuhnya bisa lebih murah lagi, apalagi untuk alasan kemanusiaan. Dibagikan saja ke tiap kepala kelompok pengungsi atau KK. Kalau pakai speaker itu terlalu berisik, kasihan yang ingin istirahat jadi susah. Padahal dalam kondisi mengungsi itu pasti sering kacapekan.
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 16 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer