spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
MESKIPUN TETAPI
spacer
 
Yudhistira ANM Massardi
Pelanduk

MESKIPUN selalu mengaku sebagai bangsa sebesar gajah, pada kenyataannya bagai pelanduk belaka, yang selalu mati di tengah-tengah. Bencana di bumi Aceh --yang dihuni oleh bangsa gagah-berani dan pantang menyerah-- membuktikan betapa republik ini mengalami kelumpuhan pada organ-organnya yang vital. Negara, pemerintah, partai politik, tentara, polisi, dan seluruh sistem yang menggerakkannya kehilangan daya tatkala kehadiran dan fungsinya betul-betul dibutuhkan oleh rakyat.
Bukan cuma tidak punya sistem peringatan dini, dan nihilnya penyuluhan dan sosialisasi ciri-ciri ancaman bencana, melainkan juga tumpulnya sistem-sistem: penyelamatan segera, komunikasi dan transportasi darurat, komando dan koordinasi, operasi logistik dan medis, evakuasi dan penempatan pengungsi, mobilisasi relawan dan bantuan, pengawasan dan pengamanan; dan rendahnya kreativitas dan improvisasi di lapangan --yang sangat dibutuhkan saat terjadi kebuntuan sarana/prasarana. Sehingga, solidaritas dan semangat gotong royong dari masyarakat nyaris sia-sia. Korban pun jatuh lebih dari 80.000 jiwa, dan masih akan bertambah lagi.

GATRA (Dok. GATRA)

"SEBAGAI pelanduk, kita harus sungguh-sungguh mengandalkan dan belajar dari gajah," kata Maman Halmahera (MH). "Di Thailand, gajah terbukti memiliki indra keenam dan mampu menghindari tsunami pada waktu dan jarak yang akurat."
"Ya, saat pascabencana pun, gajah bisa berfungsi sebagai alat berat pengangkat puing-puing dan pencari korban," kata Joko Parepare (JP).
"Makanya, jangan rusak dan gadaikan habitat gajah!" kata MH.

GATRA (Dok. GATRA)

TETAPI, simpati dan bantuan untuk negara-negara korban tsunami mengalir deras dari masyarakat internasional. PBB menghimpun US$ 2 milyar, Jepang bantu US$ 500 juta, Amerika US$ 350 juta, Inggris 50 juta poundsterling. Dan, khusus untuk Indonesia, Bank Dunia akan cairkan utang US$ 250 juta, dan Bank Pembangunan Asia US$ 325 juta.
Tetapi, Wapres JK memperkirakan, untuk rehabilitasi Aceh dan Sumatera Utara, "cuma" diperlukan dana sekitar Rp 13 trilyun.
"Itu hanya seperlima dari subsidi BBM yang akan dihapuskan dengan menaikkan harga. Jadi, tanpa bantuan dari mana pun, sebenarnya kita mampu mengatasi sendiri," kata MH.
"Jadi, kapal-kapal dan pesawat asing yang nyelonong tanpa kontrol itu, dengan dalih kirim bantuan, sebetulnya tak diperlukan, dan rawan 'maksud terselubung'?" kata JP.
"Jadi, meskipun Ketua MPR Hidayat Nur Wahid sudah kasih peringatan, bantuan yang mengalir itu, untuk apa kalau tidak dikorupsi?" kata MH. "Apalagi, seperti dianjurkan JK, bentuknya uang tunai!"
"Selamat tahun baru! Selamat menggajah dan memelanduk!" kata JP. "Selamat datang lagi...!"

GATRA (Dok. GATRA)

ymassardi@gatra.com
[Meskipun Tetapi, Gatra Nomor 09 Beredar Jumat, 7 Januari 2005]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Sadarlah..... (newcomer_sx02@ya..., 16/01/2005 20:40)
Sadarlah semuanya, bencana ini sekaligus Peringatan Tuhan atas kita semua akan perbuatan jahat yang dilakukan kepada sesama di tanah air.
Dan pepatah "air susu dibalas air tuba" ternyata masih menjadi daftar kejahatan yang masih terus dilakukan, dengan tidak tahu berterima kasih atas bantuan2 asing tetapi malah sebaliknya.
Mampukah ...mampukah kita membantu korban2 itu kalau tidak adanya bantuan negara2 lain..???
Jawabnya semua orang sudah tahu NOL dan KOSONG.
Harap menjadi bahan renungan ba... <124 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Koruptor yang naif (jadimora_2004@ya..., 16/01/2005 09:35)
Mari salurkan bantuan ke Aceh dan Sumut sebanyak-banyaknya.
Sampai bantuan tersebut melimpah ruah tak apa-apa, biar penderitaan mereka sedikit berkurang.
Karena sebanyak apapun bantuan yang anda dan saya berikan, takkan bisa menghapus ingatan mereka akan bencana yang traumatis itu.
Oleh karena itu terus dan teruslah menyalurkannya.
Apakah masih sempat menunda waktu? menghentikan penyaluran bantuan? apalagi sampai membatasi ? bahkan MENGKORUPSI? BiADABnya.
Bahkan ada yang naif memulangkan re... <178 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  What r u talking about? (tjreal4u@ya..., 16/01/2005 06:11)
Hey..hey.....hey....shut up...and listen..! our country is having crying and all eyes in the world talking and looking about us(tsunami victim in Aceh).as indonesians and human being,why doun't we hand in hand raising fund and charity for them?look at a lot of Acehness orphans,look at women crying because of lost families,look at children dying because of hungre.
Instead u debate and talk too much and offend each other give ur hands to them.c'mon....what r u waiting for?
 
 
spacer
  
  malu malu dan malu (hartoto@ya..., 14/01/2005 02:15)
malu untuk berkomentar,malu jadi bangsa indonesia yang sudah di cap koruptor...malu ah....(untung masih punya rasa malu)
 
 
spacer
  
  Oh Tuhan sadarkanlah bangsaku! (lim55a@ho..., 13/01/2005 22:43)
Dahulu.... sering kita mendengar istilah mata jadi hijau kalau melihat ...gambar Pak Dirman. Di jaman Pak Harto malah banyak sekali yg bermata hijau. Di jaman inipun kalau Pak SBY dan Pak Kalla mengiming iming dng uang tunai atas anjurannya soal tsunami , oh Tuhan sadarkanlah bangsaku ini. Mau kemana mereka pergi ???
 
 
spacer
  
  Heran saya, teganya komentar...... (komp_a@ya..., 13/01/2005 22:01)
Heran saya....teganya mas-mas ini komentar seperti itu.........
1. Mas sumardi...sebenarnya saya bersukur krn yg jd president adalah SBY dan bukan Bos Anda (G.Dur) atau Mbak Mega....kl mereka..mungkin skr aceh hancur2an dan mereka hanya berpolemik di Jkt. Kl di Amrik sp mantan presidennya ikut menggalang dana, di sini apa yg telah dilakukan????? NU & PKB hnya kirim 30 relawan ke Aceh....
Bos anda biasanya rajin nongol dikoran sekang kemana????

2. Siapa yg mengatakan bahwa yg pertama terjun ... <1044 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Kenapa yah ma bung massardi ini? (rambutkukeriting@ho..., 13/01/2005 05:28)
Buat bung Massardi,
Apa anda ga punya sedikit pikiran positif di otak anda? Kok anda kerjanya cuman menjelek2an pemerintahan SBY-JK,cuman mau mengingatkan, mereka berdua itu cuman manusia seperti anda dan rakyat Indonesia yang lain. Jadi haraplah anda mengerti, pekerjaan mereka sebagai presiden dan wapres amat sangatlah banyak, sangatlah SUSAH untuk menyelesaikan pekerjaan mereka secara sempurna. Beri contoh saja, bos anda sendiri, GUS DUR, sewaktu gus dur menjadi presiden, apakah ia mampu menj... <1342 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  kok suudhon sih (SANDAL39@YA..., 12/01/2005 23:06)
mbok ya jangan berlebihan berprasangka ama orang itu sangat keterlaluan,su,nukdon saja dulu itulah yang ariep dan bijaksana.belom tentu juga andai kata anda anda yang jadi pejabat bakalan republik indonesia ini akan bersih,liat dulu pelaksaannya kalau salah dan menyeleweng baru kita teriakan bareng bareng,sperti neriakin maling ayam di kampung.
 
 
spacer
  
  bangsa kita terlalu picik (ngutbing@ya..., 11/01/2005 12:32)
dasar nggak tahu diri,udah dibantu malah berprasangka buruk, coba siapa yang paling pertama nyampai didaerah bencana untuk membantu mereka kalo bukan tentara asing? orang-orang pinter negeri kita pinternya ngomong doang! no action talk only alias nato, dan korupsi kepada bapak-bapak pejabat selamat berlomba-lomba memperkaya diri sendiri,kapan lagi ada kesempatan kalo bukan sekarang?
 
 
spacer
  
  tradisi yang kuat (ardnac1@ly..., 11/01/2005 12:13)
kalau soal korupsi sih itu pasti,karena pejabat di indonesia mengibaratkan korupsi itu sama dengan sholat lima kali sehari ,sedangkan sholat sendiri di korupsi,jadi jangan heran kalau begitu banyak orang yang ingin menjadi pejabat tinggi di pemerintahan dan sampai sampai para artis pun ngiler menjadi salah satunya.
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 16 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer