spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
INTRIK
spacer
 
Kafi Kurnia
Putus Asa

MUNGKIN Anda bosan mendengar berita --baik di koran maupun televisi-- tentang ketidaksempurnaan penanganan bencana gempa bumi di Aceh. Begitu banyak kritik masuk, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Bisa pusing kita mendengarnya.

Ketika saya ngobrol dengan Mpu Peniti, beberapa hari yang lalu, topik yang sama muncul dalam obrolan kami. Mpu Peniti menarik napas panjang. Lirih, beliau berkata: "Tapi kita tidak bisa begitu saja putus asa.... Kitalah satu-satunya harapan mereka." Saya setuju dengan Mpu Peniti. Kita tak boleh berputus asa, sejelek apa pun situasinya.

Waktu kecil, Ibu mengajarkan agar kami tak mudah putus asa. Saya ingat betul situasinya. Saat itu, gaji Ayah tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarga kami. Ibu saya kemudian berusaha kecil-kecilan, menjual roti. Roti pertama yang beliau hasilkan keras seperti batu. Tidak bisa dimakan. Namun Ibu tidak menunjukkan rasa putus asa sedikit pun. Beliau berusaha bertanya ke sana kemari, mencari petunjuk dan nasihat.

Dengan sedikit petunjuk dari kiri dan kanan, Ibu mulai bereksperimen. Sampai akhirnya, dengan metodenya sendiri, Ibu berhasil membuat roti manis. Tapi, setelah itu, beliau pun harus berjuang mati-matian untuk bisa menjual roti buatannya. Seorang pembantu saya ditugasi berkeliling berjualan roti. Di depan rumah, kami juga memiliki gerobak roti. Hingga sampai suatu saat, ada teman yang ikut menjualkan roti ibu saya di Glodok.

Berkat perjuangan yang gigih dan upaya yang tidak mengenal putus asa, akhirnya roti manis ibu saya sempat mengalami masa kejayaan. Bahkan seingat saya, ketika itu banyak orang yang ingin membeli resep roti Ibu.

Pengalaman ibu saya itu menjadi inspirasi yang tidak pernah terlupakan. Dalam bisnis, semangat untuk berjuang dan tidak putus asa terbukti selalu manjur. Ketika saya berhenti menjadi profesional, dan pindah jalur menjadi pengusaha, hal serupa menghantui saya.

Awalnya bisnis saya serba susah. Tanpa reputasi secuil pun, tidak ada klien yang mau memakai jasa kami. Hampir saja saya putus asa. Namun, berbekal pengalaman ibu saya, saya memilih maju terus dan tidak menyerah. Lama-kelamaan, upaya itu membuahkan hasil juga. Perlahan-lahan, bisnis saya tumbuh satu demi satu.

Dalam bisnis, putus asa bukan hanya soal tak adanya harapan. Melainkan juga masalah pantang menyerah, gigih berjuang, mencari solusi, dan tetap bersemangat. Hal ini adalah sikap komplet yang sering saya temui pada berbagai wirausahawan yang sukses. Menurut Mpu Peniti, bencana Aceh mesti diatasi dengan sikap komplet yang sama.

Saya teringat sebuah film berjudul Lorenzo's Oil, yang dibintangi Nick Nolte dan Susan Sarandon. Cerita film itu diambil dari kisah nyata pasangan Michaela dan Agusta Odone, yang memiliki seorang putra pengidap penyakit ALD. Dokter memprediksi, dalam dua-tiga tahun, putra mereka akan kehilangan kesadarannya, lumpuh dan kemudian meninggal.

Michaela dan Agusta Odone tidak mau menyerah. Mereka mencoba mencari obat penyembuhnya. Keduanya tak henti membaca literatur, melakukan riset, dan bertanya ke sana kemari. Hingga akhirnya, mereka menemukan sebuah minyak khusus yang bisa mengalahkan timbunan akumulasi fatty acid di otak pengidap ALD. Berkat jerih payah mereka, Lorenzo hingga kini bisa bertahan hidup.

Kita, bangsa Indonesia, barangkali perlu menjadi Michaela dan Agusta Odone. Gigih berjuang, mencari solusi, dan pantang menyerah demi saudara-saudara kita yang ditimpa bencana di Aceh. Tak boleh sedikit pun kita putus asa, karena saat ini kitalah satu-satunya harapan mereka.

Apa pun keadaannya hari ini, kita harus berjuang bersama untuk menyelamatkan esok. Demi mereka dan kita.

peka@indo.net.id
[Intrik, Gatra Nomor 09 Beredar Jumat, 7 Januari 2005]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Bantu Indonesia, Arab Saudi Galang Dana Terbesar di dunia (pria_moslem@ya..., 13/01/2005 21:39)
Alhamdulillah, demikian adanya Mas Centrino.
Di Australia ya? Wassalam. Pria MOSLEM von Jerman.

Bantu Indonesia, Arab Saudi Galang Dana Terbesar di dunia. Baca di: "http://www.kompas.com/utama/news/0501/07/154121.htm"
 
 
spacer
  
  kasihan serambi mekah (cen3no@ya..., 11/01/2005 10:42)
melihat keadaan Aceh sekarang saya sangat prihatin dan mengalami duka yang dalam, tapi sebagai umat yang beragama saya mengaminkan ini sebagai cobaan dari Yang Maha Esa.
Aceh yang nama lainnya adalah serambi mekah, walaupun merupakan bagian dari NKRI tapi mempunyai kaitan erat dengan Mekah karena dari segi religi sangat erak kaitannya. Dan ketika serambi itu terkena bencana seharusnya dari pihak 'MEKAH' dalam hal ini Saudi Arabia harus memberi bantuan yang lebih besar dari negara negara lain... <35 huruf lagi>
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 16 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer