spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
FAKTA LANGKA
spacer
 
Rusa di Kantor Gubernur Bali Beranak Pinak

Denpasar, 1 Januari 2005 12:02
Rusa yang didatangkan dari Istana Bogor, Jawa Barat, yang dikembangbiakkan di halaman Kantor Gubernur Niti Mandala Renon Denpasar cukup berhasil, karena binatang itu sudah puluhan yang beranak.

Tahap awal binatang yang didatangkan dari Bogor sebanyak 32 ekor pada bulan Agustus 2002, sekarang sudah puluhan ekor yang beranak, kata Gubernur Bali, Drs Dewa Beratha di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, hasil peranak rusa itu sudah banyak yang minta untuk kembali dikembangkanbiakkan. Permintaan itu antara lain dari Bupati Tabanan Nyoman Adi Wiryatama, Bupati Karangasem I Gede Sumantara AP dan Bupati Buleleng Putu Bagiada.

Selain itu, juga ada permintaan dari masyarakat perorangan di Kecamatan Puputan, Kabupaten Tabanan. Semua permintaan akan bibit rusa untuk dikembang biaknya pada prinsipnya dapat disetujui.

Beratha mengatakan, awal ketertarikannya untuk mengembangkan ternak rusa untuk memenuhi salah satu keperluan binatang bagi kegiatan ritual yang digelar di berbagai pura besar umat Hindu di Pulau Dewata.

"Binatang yang tergolong langka di Bali itu, dengan pemeliharaan secara intensif dapat berkembang dengan baik. Kondisi demikian juga diharapkan bisa di lokasi lainnya di Bali," harap Gubernur Beratha.

Sementara Kabag Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas Pemprop Bali, Drs I Gusti Agung Mayun menambahkan, binatang rusa yang didatangkan secara khusus dari Istana Bogor dilakukan dalam dua gelombang, tiga ekor diantaranya mati dalam perjalanan, sehingga masih tersisa 29 ekor.

Tahap pertama mendatangkan 15 ekor pada 5 Agustus 2002, namun dua ekor diantaranya mati, masih tersisa 13 ekor, menyusul tahap kedua 18 Agustus sebanyak 17 ekor, seekor diantaranya juga mati dalam perjalanan.

Ke-29 ekor rusa tersebut dilepas di areal kebun halaman kantor Gubernur Bali dengan dipagari kawat yang dirancang sedemikian rupa, sekaligus menambah "koleksi" di areal pertamanan yang ditata apik itu.

Kebun yang arealnya cukup luas di bawah pepohonan besar menjadi tempat hidup puluhan ekor rusa yang dirawat secara khusus oleh petugas teknis dari Dinas Peternakan Propinsi Bali.

Adanya binatang rusa di Bali sangat memudahkan mencari binatang tersebut saat umat Hindu menggelar upacara berskala besar di berbagai Pura.

Masyarakat Bali sebagian besar beragama Hindu selama ini menggelar upacara ritual berskala besar di berbagai Pura, dengan menggunakan kelengkapan berbagai jenis binatang penghuni hutan.

Karena binatang penghuni hutan di Bali, jenis dan populasinya semakin langka, sering kali untuk keperluan upacara keagamaan seperti binatang kijang, rusa, burung elang dan jenis binatang lainnya terpaksa didatangkan dari luar Bali.

Upaya mengatasi kesulitan yang demikian itu, dimasa-masa mendatang dilakukan dengan upaya mengembangbiakan berbagai jenis binatang keperluan upacara keagamaan, ujar Agung Mayun. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 16 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer