spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
AMERIKA
spacer
 
Musibah Tsunami
Dunia Serukan Kirim Dana Tunai

New York, 30 Desember 2004 09:28
Negara-negara atau warga masyarakat diserukan sebaiknya mengirim dana tunai, bukan barang, untuk korban bencana alam Asia karena berbagai pertimbangan.

Jurubicara organisasi bantuan internasional CARE, Lurma Rackley, yang dikutip Reuters, Kamis, mengatakan berdasarkan pengalaman pihaknya tidak menerima sumbangan berbentuk barang. "Terlalu mahal untuk mengirimkan barang keluar negeri. Kemudian,logistik pengirimannya sampai ke lokasinya kerap kali sangat rumit," katanya.

Bahkan Presiden AS George W. Bush, dalam pernyataan langsungnya pertama mengenai bencana gempa dan tsunami di Asia yang telah menewaskan lebih 80.000 orang itu, lebih setengahnya di Indonesia, menyerukan pengiriman bantuan uang tunai.

Berbicara kepada pers di tempat peristirahatannya di Crawford, Texas, Rabu (Kamis pagi), Presiden Bush mengatakan pemberian uang tunai akan membuat organisasi-organisasi "bisa memusatkan sumber-sumber daya serta asetnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus." "Seringkali warga Amerika, dalam hasrat mereka ingin membantu, akan mengirimkan selimut atau pakaian. Itu mungkin perlu, tapi bagi saya lebih masuk akal mengirimkan uang tunai," katanya.

Caroline Green dari organisasi bantuan Oxfam International mengatakan dana tunai lebih dibutuhkan karena cepat disesuaikan penggunaannya dan tidak mereportkan. "Uang tunai memungkinkan kami untuk memperkirakan dengan cepat, beli peralatan dan memulai bantuan," katanya.

"Kami minta orang agar mengirimkan uang tunai. Biaya mengirimkan barang sangat mahal sekali," kata Alisha Lumea dari International Rescue Committee, organisasi bantuan yang aktif di 25 negara.

Organisasi ini sedang menyalurkan sumbangan-sumbangannya dalam bentuk air minum dan peralatan kebersihan, lembar-lembar plastik dan perangkat medis ke Provinsi Aceh. Badan Koordinasi Bantuan Darurat PBB Rabu (Kamis WIB) menyatakan akan menggalang dana bagi Indonesia 40 juta dolar itu dari dunia internasional, dari keseluruhan 130 juta dolar. Sejumlah 70 juta dolar dialokasikan ke Sri Lanka dan 20 juta dolar lainnya untuk Maladewa.

"Kami hari ini meluncurkan tim-tim di negara-negara itu setelah seruan untuk dana yang dibutuhkan segera sebesar 130 juta dolar," kata Jan Egeland, koordinator bantuan darurat PBB di markabesar PBB di New York.

Egeland yang sibuk menggkordinasi bantuan untuk Asia itu menambahkan kemungkinan dana yang diperlukan akan lebih besar daripada yang telah diumumkan PBB tersebut. Jumlah yang lebih besar darti itu kemungkinan akan diumumkan pada 6 Januari mendatang.

Untuk membahas rehabilitasi jangka panjang, negara-negara donor akan mengadakan konferensi sebelum pengumuman penggalangan dana global pada 6 Januari tersebut. Sekjen PBB Kofi Annan, katanya, telah kembali ke markasbesar PBB dan menghentikan masa liburannya.

Sebelumnya, kata Egeland, PBB telah berhasil menggalang dana 220 juta dolar dari sekitar 50-60 negara di dunia berupa uang tunai, selain bantuan dalam bentuk barang-barang dan penyediaan pesawat-pesawat angkut berbagai negara.

"Dalam (pengalaman) 25 tahun pekerjaan kemanusiaan saya, terlalu banyak contoh dari minggu ketiga dan keempat dan kelima sungguh-sungguh kerja menavigasi mana barang-barang yang tak dibutuhkan dan mana yang memang dibutuhkan tapi tertahan," kata egeland.

"Di kawasan-kawasan seperti itu sedikit sekali ada landasan terbang dan ruang udara dan landasan sangat, sangat berharga," kata Egeland.

Egeland juga menyatakan operasi bantuan yang dilakukan PBB untuk 10 negara Asia sekarang merupakan yang terbesar dalam sejarah. "Hanya dalam waktu tiga hari, 50 sampai 60 negara telah menymbang atau menjanjikan sumbangan lebih dari 220 juta dolar dalam bentuk tunai," katanya.

Sejumlah negara besar atau maju secara dramatis meningkatkan pula besar jumlah bantuan atau perhatian mereka, setelah jumlah korban tewas semakin mendekati angka 100.000, setengahnya di Indonesia.

Di bawah ini daftar besar sumbangan yang diberikan masing-masing negara: AMERIKA SERIKAT: Menjanjikan pemberian bantuan awal 35 juta dolar dan mengirimkan 13 kapal AL-nya ke kawasan bencana.

AUSTRALIA: meningkatkan bantuan menjadi 27 juta dolar. Sebelumnya sudah dikirimkan lima pesawat AU membawa bahan-bahan bantuan dan para spesialis media ke Sumatera, dua tim medis darurat beranggotakan 15 orang dan 12 polisi dikirim ke Phuket, Thailand.

KANADA: Meningkatkan bantuan 10 kali lipat dari semula 4,0 juta dolar Kanada menjadi 40 juta dolar Kanada, seperti diumumkan Menteri Pertahanan Bill Graham.

INGGRIS: Menjanjikan bantuan 15 juta pound (28,9 juta dolar), lembaran-lembaran plastik senilai 250.000 pound ke Sri Lanka, 370.000 pound lewat program bantuan Uni Eropa dan 100.000 pound lewat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

BRAZIL: Mengirimkan sebuah pesawat AU dengan muatan 10 ton bahan-bahan pangan dan 6-8 ton obat-obatan ke Thailand.

CHINA: Memberi bantuan 21,6 juta yuan (2,6 juta dolar) kepada India, Indonesia, Thailand, Sri Lanka dan Maladewa.

DENMARK: Meningkatkan bantuannya menjadi 85 juta crown Denmark (15,6 juta dolar) setelah membelanjakan hampir seluruh 10 juta crown yang diberikan pertama untuk obat-obatan, makanan, air minum, tenpat-tempat perlindungan. Unicef dari Copenhagen menerbangkan pasok bantuan ke kawasan bencana termasuk garam oralit dan obat-obatan untuk 150.000 orang untuk tiga hari.

UNI EROPA: Siap mengirimkan 30 juta Euro setelah 3,0 juta Euro yang telah dialokasikan lewat Federasi Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC).

PERANCIS: Menjanjikan bantuan 15 juta Euro ke negara-negara yang terlanda bencana, dan kelompok-kelompok bantuan setempat akan mengirimkan bahan-bahan bantuan sebanyak 110 ton.

YUNANI: Mengirimkan sebuah pesawat Hercules C-130 membawa 25 petugas penyelamat ke Phuket hari Kamis untuk membantu operas penyelamatan. Satu pesawat lainnya dikirimkan ke Sri Lanka berisi lima ton makanan, pakaian dan dana tunai 150.000 Euro.

ISRAEL: Mengirimkan sebuah tim medis ke Sri Lanka, satu lainnya ke Thailand.

ITALIA: Akan mengirimkan dua pesawat Hercules, satu ke Sri Lanka, satu ke Thailand.

JEPANG: Menjanjikan bantuan 30 juta dolar dan mengirimkan tiga kapal AL ke Thailand untuk membantu mereka yang selamat.

QATAR: Mengirimkan bahan-bahan bantuan darurat senilai 10 juta dolar.

ARAB SAUDI: Mengirim paket bantuan senilai 10 juta dolar, pangan, tenda dan obat-obatan senilai 5,0 juta dolar lewat Organisasi Bulan Sabit Merah Saudi dan 5,0 juta dolar lainnya lewat Palang Merah Internasional serta bandan pengungsi PBB (UNHCR).

PALANG MERAH INTERNASIONAL: Mengirimkan pesawat-pesawat kargo berisi 105 bahan bantuan lewat Kenya ke Sri Lanka, untuk sekitar 150.000 korban yang tersebar dari utara ke timur negara itu.

Selain itu, masih puluhan negara dan organisasi bantuan internasional yang menyatakan pemberian bantuan berkisar dari 1,0 juta dolar hingga 3,0 juta dolar, baik dalam bentuk tunai amupun berbagai jenis barang bantuan darurat. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Masyarakat dunia ikut berbelasungkawa (Nico0k@ya..., 06/01/2005 07:07)
Di Taiwan saya melihat di jalan2,pasar2,stasiun2 dll banyak org menyumbang dgn hati yg hancur melihat Indonesia. Mereka sangat perhatian keadaan rakyat yg terkena musibah pd khususnya. Disini mari kt belajar saling mengasihi sesama bukan membenci kelompok tertentu krn kt semua adalah ciptaan ALLAH yg dipersiapkan utk kemuliaan-NYA. Sudahi pertikaian,sudahi kekerasan.. GOD BLESS INDONESIA.
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 16 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer