spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
JAWA
spacer
 
Masyarakat Keluhkan Tayangan TV Korban Tsunami

Surabaya, 1 Januari 2005 13:36
Penayangan pemberitaan korban bencana tsunami di Aceh dan Sumatera Utara di sejumlah stasiun TV banyak dikeluhkan sebagian warga Surabaya, karena dinilai terlalu berlebihan dan cenderung mengabaikan kode etik pemberitaan.

"Saya tidak tega saat menyaksikan penayangan wajah korban bencana yang diekspos secara berulang-ulang, sehingga menimbulkan trauma," kata Emma Rizki, warga Wonokromo, Surabaya, Sabtu.

Penayangan wajah korban yang nampak mengerang kesakitan karena penuh luka dan korban lain yang meninggal dunia dengan kondisi tubuh membengkak tertimpa reruntuhan bangunan, sebaiknya tidak ditayangkan secara "close up".

"Apa reporter dan cameramen TV tidak memiliki rasa iba saat mengambilkan gambar korban seperti itu dan ditayangkan berulang-ulang secara `close up`," tanya Emma yang merasa kasihan atas musibah itu.

Bahkan Ny. Eddy Kurniawan, warga Sidoarjo, meminta suaminya untuk pindah rumah menjauh dari Surabaya yang dinilainya terlalu dekat dengan lokasi pantai.

Rasa trauma itu muncul setelah ia berungkali menyaksikan tayangan pemberitaan wajah-wajah korban tsunami yang disiarkan beberapa stasiun TV sejak badai menyerang Aceh dan Sumatera Utara (26/12).

"Percuma saja, seandainya kita pindah ke daerah yang lebih tinggi, seperti kawasan Pacet....ya bakal dihantui dengan bencana longsor," katanya suaminya yang berusaha menenagkan isterinya yang sedang taruma. Bencanan tsunami yang memporak-porandakan sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera Utara mengakibatkan puluhan ribu orang meninggal dan luka berat serta ribuah rumah hancur berantakan.

Kondisi tersebut menarik media TV untuk saling berlomba menyajikan tayangan eksklusif untuk perhatiamn permisa, namun penanyangan itu nampak belum dibarengi kode etik pemberitaan.

Menurut Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Jatim, Sirikit Syah, hal itu sudah wajar, karena untuk saling berebut menampilkan berita secara eksklusif.

"Kalau di negara barat kode etik penayangan korban bencana sudah diterapkan, namun kenyataan di Indonesia masih sulit, karena adanya persaingan bisnis media, sehingga mengabaikan kode etik pemberitaan," jelasnya.

Hingga saat ini pihaknya belum pernah menerima laporan keluhan penayangan pemebritaan korban yang menurut warga terlalu diekploitasi itu.

"Ini akan menjadi masukan bagi kami sebagi bahan kajian," katanya menambahkan. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Perempuan Indonesia..Bangkitlah !!!! (Leed_Deel@ya..., 09/01/2005 03:18)
Ass. Wr. Wb
Salam Sejahtera

Kenapa harus mempermaslaahkan hal yang tidak penting, ada yang lebih penting..Kaum Ibu dan anak-anak kecil korban tsunami banyak yang belum mendapatkan bantuan makanan dan moril.

Menurut saya penayangan tersebut tidak melanggar kode etik, justru kita BERTERIMA KASIH kepada rekan-rekan PERS, karena jasa merekalah semua warga dunia menjadi memiliki kesempatan yang besar untuk menyisihkan sebagian harta mereka.
kita semua menajdi tahu bagaimana kesedihan yang me... <898 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  YA ALLAH TOLONG BUKA MATA HATI MEREKA (hf2467@ya..., 07/01/2005 07:07)
bagi saya pribadi tayangan yg ada sudah bagus n saya setuju sekali,saya berharap kepada pihak gatra untuk tidak memberitakan yg sifat nya membuat pro kontra masarakat seperti berita ini or lebih selektif. bagi yg berkomentar agar tayangan tidak terlalu di close up or what ever tolong buka hati nurani anda kalau saja yg terkena musibah adalah keluarga or sanak family anda tentu anda juga ingin melihat yyg sesungguhnya n bagaimana keadaan yg sebenarnya ya allah beri petunjuk kepada orang2 yg menut... <59 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Perlu penayangan berita seperti itu.. (adang@pt..., 05/01/2005 22:57)
Berita gambar yang akurat menurut pendapat saya sangat diperlukan.,sehingga pembaca atau yang melihat tidak salah mengintepretasikan, sehubungan dengan bencana alam di Aceh tersebut tentunya..keotentikan gambar yang diberitakan akan sangat membantu untuk menggerakan rasa solideritas terhadap saudara2 kita yang sedang diuji oleh Yang Maha Kuasa...
 
 
spacer
  
  Kode etik apa? (dewi0123@ya..., 05/01/2005 09:34)
Orang Indonesia selalu senang mempermasalahkan hal2 yg engga perlu kayak begini. Banyak orang perlu informasi yg detail tentang suatu berita. Saya pribadi merasa tidak melihat tayangan itu suatu hal yg melanggar kode etik dan kode2 yg lainnya.
 
 
spacer
  
  ERA KETERBUKAAN (lupus_8811@ya..., 05/01/2005 05:55)
Setuju atau tidaknya dengan penayangan tersebut sulit untuk dibenarkan atau disalahkan, tergantung orang memandang dari sisi yang mana. Ini gak perlu diperdebatkan, karena memang itulah sebuah realita yang terjadi.... yang jelas kita sebagai manusia harus mawas diri, karena kematian itu akan menimpa setiap manusia, tinggal tunggu waktunya kapan.

Tapi dalam era keterbukaan ini, pihak media kalau memang mau menayangkan apa yang memang terjadi disana, ya tayangkan lah dengan terbuka, jangan dipi... <359 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Derita ini nyata! (difibi@ya..., 05/01/2005 04:29)
Saya setuju tayangan yang menampilkan para korban, karena begitulah kenyataannya. Derita ini nyata! Bahkan sedikit dari tayangan tersebut yang justru berhasil mempertemukan korban dengan sanak saudaranya. Dan justru dengan tayangan tersebut menggerakkan hati pemirsa untuk mengulurkan tangan. Daripada menayangkan para Artis/selebritis/pejabat atau tokoh tertentu, turun ke tempat bencana, untuk menghulurkan dana, membantu, memberikan nasihat dan doa (kenapa membantu mesti di ekspos?)
 
 
spacer
  
  Kenyataan hidup (sirikkit@ya..., 04/01/2005 21:16)
Masyarakat yg mengeluh berarti bermental tempe! Saya setuju penayangan close up krn itu adalah kenyataan di lapangan. Ibu Emma di Surabaya kebanyakan nonton sinetron Multivision yg byk menebar mimpi kali ye??? Bertobatlah, pandang muka saudaramu yg sudah sekarat!!! Krn itu bisa terjadi pd anda, saya & kita semua. Paling siiip bila para koruptor yg bikin vila ditepi pantai jg kena tsunami krn makan uang rakyat!
 
 
spacer
  
  Keluhan saya (qmeen@ya..., 03/01/2005 21:29)
Ketika saya melihat tayangan korban tsunami diu Aceh dan sebagian Sumatera Utara, saya terbayang wajah suami yang kehilangan istri dan anaknya, anak yang mencari orang tuanya, orang-orang yang harus menjadi sebatang kara. Hati saya benar-benar tersentuh.

Saya lebih trauma melihat tayangan dangdut, tayangan kriminal dan tayangan hantu di stasiun TV Indonesia. Terbayang oleh saya wajah laki-laki mesum dengan mata terbelalak melihat lenggak lenggok pantat sang penyanyi, terbayang wajah bengis pe... <262 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Kode etik apa maksudnya??? (d_purba@ya..., 03/01/2005 16:48)
Kode etik apa maksudnya??

Saya sangat tertarik membaca ini berita, yang katanya tidak memiliki kode etik saat menyiarkan aapa yang terjadi di Aceh. Saya justru sangat berterimakasih kalau para reporter atau para jurnalistik menampilkan apa adanya, sehingga setiap orang benar-benar tau apa yang terjadi sesungguhnya di Aceh, jadi tidak usah ditutup-tutupi lagi, jadi tidak masalah tabu lagi tentunya untuk mengutarakan dan menunjukkan apa adanya, sehinnga pemerintah juga akan terbuka matanya untu... <626 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  " Bagaimana Dengan Korban...???" (ibnu_sakdan@la..., 03/01/2005 05:06)
" anda merasa tidak senang dengan penayangan gambar yang berlebihan, dan itu...itu aja, nah saya pingin tanya.....??? bagaimana kalau hal tersebut terjadi atas diri atau keluarga anda...pasti akan akan menginginkan lebih lama dan lebih banyak lagi durasi yang ditayangkan...soalnya, dengan demikian semua informasi akan tersalurkan kepada masyarakat, apa sebenarnya yang seang terjadi disana ( Acheh- Red )

Trimakaseh.

Sakdan - FOMAPAK
 
 
spacer
   
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 02 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer