spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Tersapu Saat Kebaktian Minggu

Seorang Pria Mengangkat Saudaranya Usai Musibah Gempa & Tsunami di Pidie, NAD (Yahoo! News/AP Photo/Achmad Ibrahim)OSKAR Gulo, 28 tahun, warga Sirombu, 60 kilometer selatan Gunung Sitoli, masih berlindung di pantai barat Kabupaten Kepulauan Nias. Ia belum berani kembali ke rumahnya setelah diguncang gempa dahsyat, Ahad pagi pekan lalu itu. Tiba-tiba ia dikagetkan oleh air laut Samudra Hindia di depannya yang menyusut drastis mencapai 25 meter.

Seakan menggoda, ikan-ikan kecil yang tersekat di pasir mengundang warga berlompatan ke pantai. Tapi belum sejam, sekitar pukul 09.00, tampak ombak menggulung dari kejauhan. Oskar meneriaki warga agar segera naik ke darat. Gelombang itu hanya menjangkau bibir pantai. Dua jam kemudian, muncul gelombang lebih besar berwarna kehitaman. Belum sampai di pantai, datang badai disertai gelombang berwarna kebiruan setinggi empat meter.

Warga buru-buru melarikan diri ke arah perbukitan. Oskar dan beberapa warga naik ke sebuah rumah bertingkat tiga. Belum semuanya naik, air laut datang menyapu. Oskar selamat. Tapi delapan warga, di antaranya Ibu Beti, tewas. "Ibu Beti ditemukan tewas memeluk anaknya berusia empat tahun," Oskar mengenang.

Hingga Rabu pekan lalu, A.A. Gulo, Koordinator Posko Bencana Alam Nias di Gunung Sitoli, mencatat lima kecamatan --Sirombu, Mendrehe, Lahewa, Afulu, dan Tuhemberua-- terparah dijarah tsunami. Di kawasan pantai barat Nias itu 79 korban, 63 warga Kecamatan Mandrehe, tewas. Di antaranya, 25 jemaat Gereja Orahua Niha Keriso Protestan di Desa Sisarahili yang disapu air saat Pendeta Solidarite Hia memimpin kebaktian. Sebanyak 63 warga dinyatakan hilang.

Kendati kerugian masih dihitung, tiga gereja, 56 rumah warga, sebuah sekolah dasar, satu masjid di Pulau Hinako, dan pondok wisata di Teluk Dalam dipastikan hancur. Kini ribuan warga dari 650.000 jiwa penduduk Kepulauan Nias memilih bertahan di beberapa tempat pengungsian. Mereka takut gempa susulan. Yang jadi masalah, tempat mereka sulit dijangkau karena jalan raya rusak parah.

Seorang Pria Yang Menyelamatkan Anak dan Anjing di Pulau Nias, Sumut (Yahoo! News/REUTERS/Romeo Ranoco)Selain cemas adanya gempa susulan, warga juga khawatir dengan kabar yang dilansir Andin Tanoto. Sekretaris Jenderal Departemen Kelautan dan Perikanan itu, sebagaimana dikutip media Ibu Kota, menyatakan kemungkinan adanya empat pulau kecil di sekitar Nias lenyap ditelan laut. Padahal, kata Gulo, sejumlah pulau, seperti Hinako, Aru, Bawa dan Lagundi, serta Peni dan Pulau Tello, dihuni warga. "Saya tidak tahu pulau mana yang lenyap. Tapi, di Pulau Hinako, yang dihuni sekitar 50 keluarga, semuanya selamat," kata Gulo.

Kepulauan Nias, 90 mil dari pantai Sibolga, Sumatera Utara, seakan jadi benteng terdepan arah timur pusat gempa tektonik pemicu gelombang tsunami yang meluluhlantakkan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sebagian Sumatera Utara itu. Tak mengherankan jika dampaknya tak terlalu parah di kota Sibolga dan pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah.

Cerita di pantai timur Sumatera Utara serupa dengan kejadian di pantai Sirombu. Siang itu, air laut mendadak kering hingga 60 meter dari bibir pantai. Belum ketahuan apa yang terjadi, datang gelombang secara beruntun selama sejam mengempas sejauh 25 meter ke daratan.

Gelombang raksasa itu rupanya masuk lewat ujung Sumatera ke Selat Malaka. Lalu merobohkan 50 rumah dan merenggut empat nyawa nelayan di Desa Pantai Kuala Ratu, Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Pelabuhan Belawan, yang tersuruk di muara sungai, cuma terguncang tanpa kerusakan.

Hal yang sama terjadi di Sibolga. Hanya saja, arus gelombang di sini tidak terlalu dahsyat, sehingga warga masih sempat berlindung. Sejauh ini, baru seorang nelayan, Lie Kin Jin, 60 tahun, yang tewas akibat terseret arus di Desa Sijago-jago.

Bupati Serdang Bedagai, Chairullah, mengulurkan bahan makanan, 2.000 keping papan, serta sejumlah uang kepada warga. Anggota TNI dan pemuka masyarakat setempat juga turun tangan memperbaiki bangunan yang rusak. Cuma, nelayan masih takut melaut. Akibatnya, karena pasokan anjlok, harga ikan naik 20%. Di Sibolga malah naik hingga 90%. Anehnya, di Padang, ikan laut malah tak dilirik. Warga ragu menyantap ikan, mengingat banyaknya korban yang terseret ke laut.

Banyak hal, memang, mengundang renungan. Agustus 2001, Nias diterjang banjir bandang. Ratusan bangunan roboh dan 160 jiwa melayang. Kota Medan pun diakrabi banjir. Tanah Karo digugur longsor. Lalu puluhan rumah serta ratusan nyawa lepas diempas borok hutan lindung Bahorok.

Fachrul Rasyid HF, Rosul Sihotang, dan M. Rizal Harahap (Medan)
[Laporan Utama, Gatra Nomor 08 beredar Jumat, 31 Desember 2004]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  pemberitaan yang adil (caesar_laut@ya..., 05/01/2005 00:06)
Amerika $350 juta, China $60 juta ( yang gaji perkerja-nya lebih murah dari TKI), Jepang $350 juta. Arab ( yang kaya akan minyak, yang istana pangeran2nya pake eskalator)... uhm....uhm.... simpati aja belom. Syriah...uhm...uhm... Buat renungan aja deh.
 
 
spacer
  
  mengapa ya................ (ferdopela@ya..., 03/01/2005 03:30)
Sejak 26 Desember 2004 sehari setelah hari raya Natal
(25 desember)yang mencekam karena penjagaan-yang ketat
di gereja-gereja oleh polisi dan tentara, terjadilah
bencana Gempa Tektonik yang mengakibatkan gelombang
Tsunami, dimana bencana kali ini bersifat global
karena menimpa berbagai negara, dari Asia sampai
Afrika. Pusat gempa terjadi di bawah laut berdekatan
dengan Provinsi Aceh, yang biasa disebut Serambi
Mekah.

Pertanyaan yang membuat saya sempat berpikir; “Mengapa
Tidak Ber-Ji... <2549 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Pemimpin Indonesia dimana hati nuranimu??? (k_astawa@ya..., 02/01/2005 19:11)
Pemimpin indonesia betul2 tidak ada hati nurani, lihat tetangga Malaysia, thailand, india, Srilangka, yang dengan tegas membatalakn pesta tahun baru dengan renungan atas kesedihan warganya, ingat indonesia mensederita musibah stunami palingparah... lebih 80 000 warga meninggal dan jutaan yg kehilangan tempat tinggal, bahkan bencana kelaparan kolera akan mengancam, banyak relawan dari dalam da luar negri di aceh sedang bekerja keras, dokter, bidan kerja siang malam dan PMI selalu siap dan tidak a... <1644 huruf lagi>
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 02 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer