spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
WISATA & HIBURAN
spacer
 
Resensi
Parade Para Pencuri

Ocean's 12 (Warner Bros.)OCEAN'S 12
Pemain: George Clooney, Brad Pitt, Matt Damon, Catherine Zeta-Jones
Sutradara: Steven Soderbergh
Produksi: Warner Bros, 2004

GENG Ocean kembali beraksi. Dengan montase-montase cepat di awal Ocean's 12, kelompok ini memperagakan kembali --secara nyaris sempurna-- seni mencuri. Para pencuri ini pun seperti memiliki filosofi yang sama: pada saat tidak "beraksi" dan tak bisa mengoptimalkan bakat, betapa membosankannya menjadi orang kaya.

Sukses Danny Ocean (George Clooney) dan gengnya menguras duit bandar kasino Las Vegas Terry Bennedict (Andy Garcia) dalam kisah Ocean's Eleven (2001) rupanya berbuntut panjang. Bennedict meminta 11 anggota geng itu mengembalikan duitnya senilai US$ 160 juta. Sebuah permintaan serius, dengan taruhan nyawa.

Dari situ, kisah Ocean's 12 (selanjutnya disebut Twelve) berlanjut. Untuk mengembalikan duit Bennedict, Danny yang telah menikah dengan Tess (Julia Robert), mantan kekasih Bennedict, mengumpulkan teman-temannya. Mereka pun mengagendakan pekerjaan baru. Kali ini, target pencurian dialihkan ke Eropa.

Sasarannya adalah sebuah perhiasan klasik berbentuk telur, Faberge Eggs, model Imperial Coronation Egg karya Peter Carl Faberge yang masyhur, yang disimpan di museum Roma. Di tengah keindahan Amsterdam, Paris, Monte Carlo, Roma, dan Sicilia, kelompok ini mempraktekkan ilmu dan muslihat mereka dalam mencuri.

Dalam Twelve, kepiawaian kelompok ini memperoleh lawan sepadan pada laku pencuri ulung daratan Eropa bernama Francois "Night Fox" Toulour (Vincent Cassel). Juga ada hiasan "keindahan" dan "kemudahan" dari agen penyelidik Interpol Eropa, Isabel Lahiri (Catherine Zeta-Jones), yang tidak lain adalah pacar Rusty (Brad Pitt), tangan kanan Ocean.

Upaya sutradara Steven Soderbergh membuat sekuel tentang kiprah geng Ocean ini bisa dibilang lancar. Para pemain yang berperan dalam Ocean's Eleven bersedia kembali ambil bagian dalam Twelve. Bintang papan atas Hollywood seperti George Clooney, Brad Pitt, Matt Damon, Julia Robert, Catherine Zeta-Jones, dan Bruce Willis bahkan mau dipangkas honornya.

Hitung punya hitung, ongkos produksi Twelve bisa dihemat, sehingga cuma mencapai US$ 85 juta. Jumlah ini disebut-sebut sama dengan ongkos produksi Ocean's Eleven, tiga tahun lalu. "Ini menjadi sekuel pertama dalam sejarah yang berbiaya produksi sama dengan film pertamanya," kata Soderbergh.

Soderbergh memang bukan sutradara cengeng yang gampang ciut nyali berhadapan dengan skala produksi yang besar. Ketika ia membuat kembali Ocean's Eleven (dari film karya sutradara Brat Pack, 1960), banyak pihak meragukan bakat komersialnya. Namun Soderbergh membungkam keraguan itu. Ia membuat Eleven meraih US$ 120 juta hanya dalam empat pekan.

Tapi, barangkali karena Soderbergh asyik mengejar sisi komersial, Twelve hadir sebagai film yang cuma renyah untuk ditonton. Kasting dan gambar enak dilihat, dialog tangkas dihiasi humor-humor segar. Intrik pencurian pun digarap hampir sempurna oleh penulis skenario George Nolfi dan Ted Griffin. Twelve pun menjadi pesta ekstravagansa yang menghibur.

Tapi, dampaknya, karakter tokoh-tokohnya cuma ada di permukaan, seperti vinyet. Terlalu banyak karakter lalu lalang dalam Twelve, padahal ruang dan durasi tayang yang dimiliki Soderbergh tak terlalu luas untuk mengakomodasi keunikan masing-masing karakter. Para aktor pun optimal mengembangkan karakter tokohnya.

Akting hampir semua pemainnya pun standar (mungkinkah karena honor mereka disunat?). Untungnya, ada Catherine Zeta-Jones yang menempatkan keseksian tubuhnya secara proporsional berhubungan dengan karakternya sebagai Isabel Lahiri, detektif yang penuh "gairah". Juga ada Vincent Cassel, yang dengan flamboyan berhasil menghidupkan tokoh pencuri Night Fox.

Menonton Twelve, janganlah terlalu berharap ada kualitas akting sehebat Benicio Del Toro dalam Traffic (2000), atau kedalaman cerita bak paparan sekat komunikasi seksual dalam Sex, Lies and Videotape (1989) yang juga digarap Soderbergh.

Daripada sibuk mencari "jiwa" Soderbergh dalam Twelve, lebih baik sibuklah menduga-duga: siapa gerangan anggota geng ke-12 yang dimaksud judul film ini. Ada yang memilih Tess-lah sosok ke-12 itu, ada yang mengatakan Night Fox. Tapi tidak sedikit pula yang menempatkan Isabel Lahiri di posisi itu. Atau malah ada yang memilih Bennedict.

Gilanya, ada juga yang menganggap Bruce Willis atau Cherry Jones yang berperan sebagai ibu Linus Caldwell (Matt Damon) sebagai anggota ke-12. Barangkali lebih tepat kalau tokoh ke-12 itu Soderbergh sendiri. Bukankah ia sukses merancang tontonan yang "mencuri" duit penonton? "Twelve is new eleven," begitu pilihan Soderbergh untuk tagline film ini.

Bambang Sulistiyo
[Film, Gatra Nomor 07 beredar Jumat, 24 Desember 2004]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 02 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer