spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
WISATA & HIBURAN
spacer
 
Wayan Beratha Raih Satya Lencana

Denpasar, 22 Desember 2004 00:04
I Wayan Beratha (81), seniman andal yang banyak menciptakan tabuh dan tari Bali memperoleh penghargaan satya lencana kebudayaan dari Presiden.

Penghargaan yang ditandatangani Presiden Megawati Soekarnoputri 30 Juli 2004 itu diserahkan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik di gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Denpasar, Selasa.

Menbupar mengakui, penghargaan pemerintah Indonesia itu sedikit agak terlambat diserahkan karena sesuatu hal. Begitu dirinya dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung menyelesaikan tugas-tugas termasuk menyerahkan penghargaan pemerintah kepada mereka yang berhak menerimanya.

Adanya puluhan penghargaan dari pemerintah yang harus diserahkan kepada mereka yang dinilai telah berjasa dalam berbagai bidang pembangunan di Indonesia.

"Penghargaan untuk I Wayan Beratha, merupakan salah satu dari puluhan penerima penghargaan atas jasa dan dedikasinya dalam ikut memajukan bangsa dan negara Indonesia," ujar Jero Wacik, selesai acara penyerahan penghargaan tersebut.

Ia mengaku, untuk itu dirinya harus segera menyerahkan penghargaan dari negara kepada mereka yang berhak menerima di berbagai daerah di Indonesia.

Penghargaan satya lencana kebudayaan dari presiden yang diberikan kepada I Wayan Beratha, sebagai bukti perhatian pemerintah atas dedikasi dan jasa pengabdian dalam melestarikan serta mengembangkan seni budaya, khususnya kesenian Bali.

Penghargaan serupa sebelumnya pernah diberikan kepada empat putra terbaik Bali, masing-masing Prof Dr I Gusti Ngurah Bagus (alm), Drs I Nyoman Gunarsa (seniman lukis), Anak Agung Made Jelantik (budayawan) dan almarhum I Gede Manik, seniman tabuh dan tari Bali.

Menteri Jero Wacik menambahkan, pemerintah memberikan penghargaan bidang kebudayaan kepada putra terbaik bangsa, khususnya I Wayan Beratha berkat jasa dan pengabdiannya dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya, khusus tabuh dan tari Bali.

Prestasi, dedikasi, sumbangan pemikiran para budayawan dan seniman sangat diperlukan bagi pelestarian seni dan budaya nasional, khususnya Bali.

Bangsa Indonesia menghadapi tantangan berat, khususnya krisis multidimensi yang belum berhasil ditangani secara tuntas. Permasalahan itu terletak pada belum mampunya menerapkan nilai-nilai budaya, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Perilaku dalam kehidupan bermasyarakat masih jauh dari nilai-nilai luhur, etika dan moral, padahal kehidupan dalam keseharian harus berlandaskan etika dan moral, sesuai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya.

"Ke depan, kita dituntut mampu melaksanakan pembangunan dalam seluruh aspek kehidupan berwawasan budaya, baik dalam bidang ekonomi maupun dalam pertahanan keamanan," ujar Jero Wacik.

Wayan Beratha, pria kelahiran Abiankapas Denpasar, 31 Desember 1923 adalah seniman alam yang banyak menciptakan tabuh dan tari Bali yang hingga sekarang karya-karyanya sangat disenangi masyarakat.

Suami dari Ni Made Nida juga tercatat sebagai pensiunan Sekolah Menengah Kerawitan Indonesia (SMKI) dan dosen luar biasa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Ayah dari lima putra dan putri yang telah dikaruniai 12 cucu hingga sekarang masih aktif dalam bidang tabuh dan tari, dengan membuat gamelan untuk memenuhi pesanan, baik dari dalam maupun luar negeri. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 02 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer