spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
SUMATERA
spacer
 
Ratusan Wartawan di NAD Belum Jelas Nasibnya

Pekanbaru, 31 Desember 2004 09:32
Ketua Umum PWI Pusat Tarman Azam di Pekanbaru, Kamis mengungkapkan, sekitar 200 pekerja pers (wartawan) dan keluarganya pasca-tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), belum diketahui keberadaannya, termasuk sejumlah pengurus PWI Cabang NAD.

Menurut Tarman, dari laporan yang diterima PWI Pusat, diperkirakan 200-an keluarga pers di NAD tidak diketahui rimbanya.

Dijelaskannya, jumlah korban dari keluarga pers yang hilang tersebut, masing-masing sekitar 100 wartawan dan koresponden sejumlah media elektronik/cetak. Selebihnya karyawan yang bekerja di perusahaan pers di NAD.

"Dari laporan yang kami terima, ratusan karyawan dan wartawan harian Serambi Indonesia terbitan Banda Aceh belum diketahui nasibnya. Begitu pula ratusan wartawan yang bekerja di media lokal maupun nasional. Sampai saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana nasib mereka," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Tarman, sejak gelombang Tsunami melanda Banda Aceh dan daerah sekitarnya, PWI Pusat kehilangan kontak dengan PWI Cabang NAD dan rekan-rekan wartawan lainnya di Aceh.

Mereka dari pengurus PWI yang hilang itu, antara lain Wakil Ketua PWI Riau Dahlan TH yang juga koresponden harian Suara Karya, Ketua SIWO Mukhilis dan sejumlah pengurus PWI Cabang NAD lainnya.

"Kita mencoba menghubungi rekan-rekan di PWI NAD, namun belum bisa akibat terputusunya hubungan telekomunikasi, termasuk Kantor PWI NAD yang sekarang ini juga tidak ada sambungan telepon dan dipenuhi para pengungsi korban bencana alam dan tsunami," ujarnya.

Dikatakannya, musibah nasional menimpa masyarakat Aceh yang digucang gempa dan tsunami meninggalkan duka dan kesedihan mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia termasuk para insan pers.

Untuk itu, pelaksanaan Porwanas VIII dan Hari Pers Nasional (HPN) 8-18 Februari di Pekanbaru akan digelar dalam suasana keprihatinan terhadap bencana NAD.

"Memang, semula ada usulan agar pelaksanaan Porwanas VIII ini ditunda dulu karena bencana alam yang melanda saudara-saudara kita di Aceh. Akan tetapi mengingat persiapan panitia daerah dan PWI Riau sudah matang dan tenaga maupun dana yang dikeluarkan juga cukup besar makanya Porwanas dilanjutkan saja," ujarnya.

Hanya saja tambah Tarman, pelaksanaan Porwanas VIII di Pekanbaru kali ini berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya karena formatnya lebih disederhanakan dengan kegiatan-kegiatan yang lebih sederhana dan tidak terkesan berlebih-lebihan atau kemewahan.

"Jadi kegiatan tersebut tetap kita teruskan, namun dalam suasana keprihatinan terhadap musibah bencana alam di Aceh," urainya lagi.

Pada pelaksanaan Porwanas VIII itu juga nantinya akan dijadikan sebagai ajang memberikan bantuan terhadap korban bencana Aceh, misalnya, malam resepsi yang nantinya akan diganti menjadi malam peduli Aceh.

Acara akan dihadiri para pejabat pusat dan daerah, sehingga pada malam resepsi tersebut kita jadikan sebagai tempat mengumpulkan bantuan bagi korban Aceh.

Dengan demikian, acara tetap, tapi dengan format berbeda, termasuk kegiatan-kegiatan yang berbau perayaan akan diarahkan untuk mengumpulkan bantuan bagi korban aceh, katanya.

Tidak hanya itu, tambah Tarman sejumlah pengurus PWI di provinsi lain seperti PWI Jaya, Surabaya, Makassar, Riau, Sumut dan daerah lainnya juga telah mengumpulkan dan menyalurkan bantuan kepada korban NAD. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 01 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer