spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
SUMATERA
spacer
 
Tanda-tanda Kehidupan Mulai Tampak di Banda Aceh

Bagian dari Kota Banda Aceh yang Telah Porak Poranda (Yahoo! News/REUTERS/Beawiharta)Banda Aceh, 30 Desember 2004 16:18
Tanda-tanda kehidupan mulai tampak di kota Banda Aceh yang sejak empat hari terakhir bagaikan kota mati yang dipenuhi mayat-mayat korban gempa yang bergelimpangan dan reruntuhan puing rumah dan bangunan yang tersapu badai tsunami.

Menurut kantor berita Antara dari Banda Aceh, Kamis petang, melaporkan aktivitas masyarakat mulai beringsut dan berjalan, meski suasana masih diselimuti ketidaknormalan, duka yang mendalam, dan ketakutan akan kembali terjadinya gempa dan gelombang tsunami susulan.

Mesjid Baiturrahim yang selama ini menjadi tempat penampungan puluhan mayat mulai dibersihkan, warung-warung kecil yang menjual makanan dan minuman sudah mulai buka, para penjarah ditangkapi, tumpukan mayat terus dimakamkan secara massal, akses-akses jalan darat mulai dibuka dan bantuan yang didistribusikan mulai mencapai sasaran di titik-titik tertentu.

Mesjid Baiturrahman, yang menjadi landmark kota Banda Aceh dan masih berdiri kokoh tak lekang diterjang badai, mulai dibersihkan setelah empat hari halaman dan bagian dalamnya digenangi air dan gelimpangan mayat dan kotoran.

Puluhan tentara dari TNI-AD melakukan pembersihan mesjid raya di Serambi Mekkah itu yang dipimpin langsung oleh KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu. Alat-alat berat buldozer dikerahkan dan truk-truk mengangkut berbagai jenis sampah yang sangat banyak tertumpuk di halaman mesjid.

Saat membersihkan sampah itu para prajurit harus bekerja keras dan berhati-hati menggali reruntuhan, karena khawatir dibalik reruntuhan itu masih terdapat mayat-mayat manusia. Di mesjid Baiturahman sendiri ditemukan paling tidak enam mayat manusia yang langsung duibawa ke tempat pemakaman massal di desa Lambaro, sekitar 10 km dari Banda Aceh.

Sementara di halaman mesjid sekitar lapangan Blang Padang masih terdapat puluhan mayat yang belum terbungkus kantong jenazah menunggu untuk diangkut ke tempat pemakaman massal.

Ryamizard mengatakan dalam waktu dekat apasukan zeni TNI-AD akan dikerahkan untuk membangun sarana dan prasarana umum serta membantu pemerintah daerah menyalurkan bahan bakar minyak dan bantuan lain ke titik-titik yang memerlukan.

Meskipun pada umumnya aktivitas masyarakat di kota Banda Aceh masih lumpuh, sejumlah warung sudah menjajakan dagangan yang terbatas pada produk hasil bumi seperti pisang, jeruk, gula pasir dan kopi.

Di jalan menuju pelabuhan Uleleu kerusakan yang lebih parah bisa diketahui setelah akses jalan ke pelabuhan pembantu ke Banda Aceh itu terbuka. Pembukaan akses jalan darat menuju korta pesisir itu terjadi setelah pasukan zeni Iskandar Muda dikerahkan untuk menyisihkan sampah dan reruntuhan rumah ke tepi jalan.

Beberapa persnonil Kodam I Iskandar Muda tampak menangkapi para penjarah yang mengambil barang-barang yang masi htersisa di sejumlah pasar. Setidaknya 12 orang diamankan petugas ketika sedang menjarah di pasar Atjeh.

Sementara masyarakat pada umumnya belum bisa melakukan aktivitasnya secara norma;. Kebanyakan hanya duduk-duduk dengan pandangan kosong. Mereka memunguti sedikit benda berharga yang bisa diambil, seperti kasur, pakaian alas kaki, plastik untuk bernaung, tikar atau bahan pangan yang dibungkus kain sarung.

Sampah menggunung Di desa Beuradein, kecamatan Pekanbada, 8,5 km arah tenggara Banda Aceh, dan letaknya hanya 200 meter dari garis pantai, tampak sampah menggunung sampai setinggi 10 meter. Di kiri kanan jalan, bekas pohon-pohon kelapa, rumah, mobil dan truk saling bertumpuk tidak keruan menutupi rumah-tumah yang sudah tercerabut dari fondasinya. Ini menyulitkan penghuni dan pemilik rumah memungut barang-barang berharga yang tersisa dan bisa diambil di puing-puing. Di desa yang terletak di Jl. Cut Nyak Dien itu masyarakat sangat kesulitan bahan pangan,. Setiap penumpang mobil yang lewat dimintai minuman dan makanan dengan cara sopan, sedangkan ratusan masyat masih ada di pinggir jalan. Jenazah ditutup oleh bahan seadanya dari kertas koran hingga pintu rumah dan kebanyakan membengkak sehingga berukuran 2,5 kali normal.

Bahkan ada mayat-mayat yang masih ada di dalam mobil-mobil yang tertumpuk dan nyangkut di atas pohon dan atap rumah.

Sementara di desa Ajeun, seorang ibu bernama Hasnah (35) meratapi bekas rumahnya yang tenggelam ke rawa di belakang rumahnya. Bersama beberapa tetangganganya mencari kemungkinan bisa menemukan dua anaknya yang hilang tersapu tsunami.

"Waktu itu cuaca cerah itu," kata Hasnah.

Ia sedang menjemur pakaian sementara anak-anaknya bernama Amir (6) dan Syarif (3) masih bermain dengan temannya di seberang jalan. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh gelombang laut setinggi pohon kelapa dating menerjang.

Karena panik, Hasnah tidak sempat mengumpulkan anaknya kecuali memanggil mereka sambil berlari ke arah gunung. Ia sempat melirik ke belakang dan menyaksikan gelombang menyapu rumah dan anaknya. "Anak saya hilang, tolong cari juga anak saya," katanya. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  kami menangis (h.permana@wa..., 01/01/2005 08:30)
kami berharap kepada semua saudara diaceh agar tabah dan tawakal dengan adanya musibah ini.
serahkan semuanya kepada Allah Swt.
kami hanya bisa berdoa agar semuanya bisa normal lagi seperti sediakala
 
 
spacer
  
  Teruskan Berbakti TNI (rmz@su..., 31/12/2004 10:24)
Pak Ryamizard..
mohon jangan pulang dulu

Teruslah di ACEH bersama dengan anak buah anda.. bantulah dahulu RAKYAT ACEH sampei mereka benar2 merasa sudah 'BISA" makan dan tidur.

Kami mendukung anda.
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 01 January 2005 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer