spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
ASIA
spacer
 
Thailand Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional

Khao Lak, 28 Desember 2004 20:56
Thailand hari Selasa menyatakan tiga hari berkabung nasional bagi korban gelompang air pasang dan gempa yang mengancurkan daerah wisata ketika pejabat mengatakan bahwa sedikitnya 700 warga asing merupakan di antara hampir 1.450 orang yang dinyatakan meninggal.

Di Khao Lak, kota di Thailand yang terparah terkena musibah alam itu, terlihat pemandangan mengerikan. Mayat-mayat manusia berserakan di jalan-jalan dan di antara pohon-pohon dan tempat wisata mewah yang porak-poranda akibat musibah tersebut..

Kementerian Dalam Negeri mengatakan 1.439 orang dinyatakan meninggal dua hari setelah bencana alam hari Sabtu itu, dan sekitar 1.200 orang dinyatakan hilang dan sebanyak 8.432 lainnya mengalami cedera.

Beberapa pejabat senior mengatakan mereka mengkhawatirkan jumlah kematian akhir akan menjadi 2.000 atau lebih namun karena pemandangan sekitar Khao Lak di propinsi Phang Nga itu, angka kematian diperkirakan akan lebih tinggi lagi.

Di kuil Bharn Muang di Phang Nga wartawan kantor berita AFP melihat sekitar 80 mayat ditempatkan di peti mati. Lengan korban membengkak dan kaki-kaki mereka tidak lagi berbentuk normal.

Sebanyak 250 mayat yang lain digeletakkan di lantai, memadati balai di kuil tersebut sementara bau mayat menyengat di mana-mana.

Truk dan kendaraan pengangkut lain yang membawa mayat tiba secara rutin di kuil itu.

Tentara Thailand mengatakan ratusan mayat telah ditemukan di wilayah sekitar lokasi wisata Sofitel Magic Lagoon ke utara Khao Lak.

Kelompok hotel Perancis, Accor, yang mengelola daerah wisata itu, mengatakan di Paris bahwa 280 dari para tamunya masih belum ditemukan dua hari setelah musibah itu namun manejer hotel setempat sangat takut berbicara dengan para wartawan.

Gelombang air pasang itu melanda tempat wisata berbentuk huruf U itu, memporak-porandakan bungalow yang berjarak 100 meter dari pantai. Kamar-kamar hotel yang tidak roboh penuh dengan lumpur, pasir dan reruntuhan bangunan atau atapnya porak-poranda.

Tentara yang menggunakan penutup muka dan sarung tangan berwarna oranye melakukan pencarian ke setiap bangunan untuk mendapatkan mayat sebelum mayat tersebut dimasukkan ke truk.

Dua tentara menjadikan seperai yang penuh dengan darah untuk mengangkut mayat seorang wanita yang berbikini minim. Seperai tempat tidur digunakan untuk membungkus mayat korban.

Tentara juga mengangkat mayat-mayat yang penuh dengan air dari kolam renang.

Kota itu sendiri juga dalam keadaan rusak berat.

Di wilayah yang terkena bencana terburuk kedua, pulau wisata Phi Phi, kelompok penyelamat amal, Yayasan Prachasantisuk, mengatakan 124 mayat ditemukan di lepas pantai pulau itu hari Senin dan 80 mayat lainnya hari Selasa.

Jumlah angka kematian akhir di Phi Phi belum jelas. Namun setiap bangunan di pulau seluas 28 kilometer persegi itu, bagian dari dua wisata mewah kedua, rusak berat ketika gelombang air pasang menghantam pantai baratdaya Thailand.

"Orang-orang kaya dan miskin di Phi Phi kini menjadi satu, dan tak ada perbedaan. Tiap orang harus mulai dari nol," kata Thakengsak Diswath, yang perusahaan rotinya rusak berat. Kini ia sudah tidak mempunyai apa-apa lagi.

Berkabung Deputi Menteri Dalam Negeri Thailand Suthan Sangprathum, yang berbicara Selasa pagi ketika korban meninggal mencapai 900 orang, mengatakan bhawa 700 dari korban tewas itu adalah warga asing.

"Semua bangunan pemerintah akan mengibarkan bendera setengah tiang sampai 30 Desember untuk berkabung, dan pihak pemerintah meminta rakyat mengenakan busana hitam," kata jurubicara pemerintah Jakrapob Penkiar.

Jakrapob mengatakan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra meminta badan-badan pemerintah agar tidak mengadakan perayaan Tahun Baru dan ia sendiri tidak akan menghadiri perayaan itu.

Thaksin juga melaporkan banyak kasus penjarahan di Phi Phi dan Phuket.

"Kami akan mengerahkan polisi untuk mengawasi masalah ini. Banyak penjarah ditahan di Phuket, dan mesin-mesin ATM telah dibobol. Ini benar-benar keterlaluan. Mereka harus kita anggap sebagai orang-orang jahat," kata Thaksin kepada wartawan.

Perdana menteri mengatakan biaya rehabilitasi secara keseluruhan -- termasuk memulihkan mata pencaharian penduduk setempat dan lingkungan mereka -- diperkirakan mencapai 20 miliar baht (153 juta dolar AS).

Ia mengatakan untuk merehabilitasi wilayah terburuk akibat musibah itu, khususya Khao Lak dan Phi Phi, membutuhkan waktu bertahun-tahun. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 28 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer