spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
KALIMANTAN
spacer
 
Subsidi BBM Rentan KKN

Banjarmasin, 23 Desember 2004 09:46
Ketua Asosiasi Penyalur Minyak Tanah dan Solas (Aspenmitas) Propinsi Kalimantan Selantan, H. Mustakim berpendapat adanya subsidi bahan bakar minyak (bbm) rentan terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (kkn).

Oleh sebab itu, menurut Ketua Forum Komunikasi Nusantara (FKN) Kalsel tersebut, guna menghilangkan atau setidaknya meminimalisir kkn, maka mungkin sebaiknya subsidi bbm dihapuskan saja, demikian dilaporkan, Kamis.

Putera Indonesia kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 14 September 1963 itu menyarankan, kalau pemerintah mau juga tetap memberikan subsidi bbm, maka hal tersebut mungkin hanya diarahkan bagi kebutuhan rakyat banyak secara langsung seperti minyak tanah (mitan).

Selain itu, perlu pengawasan yang ketat terhadap penggunaan subsidi serta penyaluran mitan tersebut agar jenis bbm itu tidak langka dan rakyat kecil benar-benar bisa menikmati, bukan dinikmati oleh para spekulan atau oknum-oknum tertentu yang berduit.

"Pasalnya seperti seringnya kelangkaan mitan dan harganya menjadi agak tinggi diduga karena permainan para spekulan dan oknum-oknum tertentu yang ingin mengeruk keuntungan dari bbm bersubsidi tersebut, disamping faktor lain," tuturnya.

Mengenai penghapusan subsidi bbm, cucu dari raja ke-8 Kerajaan Bone itu berpendapat, hal tersebut konsekuensinya akan terjadi kenaikan harga karena harus mengikuti situasi pasaran dunia internasional.

"Kenaikan harga bbm tersebut pada awalnya memang akan terjadi gejolak jika tanpa sosialisasi yang sejak dini dan mantap, terutama rakyat kecil yang merasa kaget dan `tercekek` yang kemudian dimanfaatkan oleh spekulan atau oknum-oknum tertentu untuk bergolak," tandasnya.

Namun perlu disadari bersama, lanjutnya, dampak positif dari penghabupasan subsidi bbm tersebut para spekulan dan oknum-oknum tertentu itu tidak bisa pula untuk bermain, yang pada gilirannya kelangkaan akan berkurang serta harga pun menjadi stabil, tak ada lagi gejolak dengan fluktuasi yang cukup signifikan.

Menyinggung perkiraan harga bbm tahun 2005, dia memperkirakan, hal tersebut ada kecenderungan menaik, kecuali untuk jenis minyak tanah yang akan tetap berada pada kisaran Rp1.400/liter di tingkat pengecer.

Guna menghindari permainan spekulan terhadap harga dan penyaluran harga bbm, maka ke depan juga perlu pembenahan dalam tubuh Pertamina yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

"Pembenahan tersebut dari tingkat direksi di pusat hingga ke paling bawah. Karena saya melihat dalam tubuh Pertamina tersebut banyak sekali kelemahan antara lain bidang manejeman dan sumber daya manusia (sdm)," demikian Mustakim.

Seorang pengusaha yang bergerak di bidang bbm dan baru sejak Januari 2004 tinggal di Banjarmasin itu berkesempatan pula menyumbang Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel untuk keperluan Porwanas VIII di Pekanbaru, Riau - Sumatera Februari mendatang. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 28 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer