spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
TNI Grounded Sementara Semua Pesawat dan Helinya

Jakarta, 24 Desember 2004 15:44
Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto menegaskan, Markas Besar (Mabes) TNI memutuskan meng-grounded (mengistirahatkan) sementara semua jenis pesawat bersayap tetap (fix wing) dan berputar (rotary wing/helikopter) milik TNI, menyusul insiden kecelakaan pesawat yang menewaskan belasan prajurit TNI.

"Untuk sementara kita grounded dahulu seperti helikopter Bell 205 milik Angkatan Darat, serta menunda semua jenis misi, seperti latihan dalam cuaca buruk," kata Endriartono, usai upacara penyerahan tujuh jenazah personil TNI-AU yang tewas dalam kecelakaan di Wonosobo, di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat siang.

Menurut Panglima TNI, prinsip dasar dari langkah yang diambil Mabes TNI itu adalah mengedepankan keselamatan personilnya, sehingga jika terjadi cuaca buruk, lebih baik misi ditunda, kecuali yang sifatnya mendesak.

Selain itu, semua pesawat terbang yang dimiliki TNI akan dicek secara menyeluruh, sampai yakin semuanya layak terbang tanpa terkecuali.

"Kita tahu bulan-bulan seperti ini cuaca sedang buruk, sehingga seperti latihan rutin jika bisa ditunda lebih baik ditunda," ujar Endioratono.

Penyebab kecelakaan helikopter Super Puma NAS 332 bernomor registrasi H-3201 itu diduga adalah faktor cuaca karena saat itu hujan lebat, dan kabut turun yang mengakibatkan jarak pandang terbatas. Namun Mabes TNI segera membentuk tim investigasi yang komprehensif.

Sementara itu, delapan jenazah korban insiden jatuhnya helikopter milik TNI-AD di pegunungan Weleri, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Kamis (23/12) sekitar pukul 12.30 WIB itu, tiba di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma pada pukul 13.05 WIB.

Jenazah yang diangkut oleh dua pesawat angkut C-130 Herkules dari Skuadron 17 dan 31 yang terbang dari pangkalan udara Adisucipto, Yogyakarta itu kemudian diterima oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsekal Pertama TNI Soekirno.

Dari delapan jenasah, tujuh di antaranya, masing-masing Kapten Pnb Rizky Akbar Wiran, Sersan Mayor Abdul Wahid, Mayor Pnb Ferry Susantio, Mayor Pnb Rully Panji yang langsung dibawa ke Cianjur, Lettu Pnb Johan Sitohang, Lettu POM Aditya dan Mayor Pnb Yuswan Agung Radiaka diturunkan. Sedangkan satu jenazah lagi, yaitu Kapten Pnb Adriadi, dibawa ke Padang.

Pada upacara itu, ratusan orang dari pihak keluarga memenuhi hanggar skuadron udara 17 VIP, juga ratusan perwira bintara dan tamtama datang dengan pakaian dinas upacara satu untuk memberikan penghormatan terakhir.

Setelah upacara penerimaan dan penghormatan selesai, Panglima TNI bersama Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Marsekal Madya Wartoyo, juga memberikan penghormatan terakhir kepada korban.

Kemudian jenasah dibawa ke ambulan masing-masing, untuk kemudian dikuburkan di berbagai taman pemakaman umum, sesuai keinginan keluarga dengan suatu upacara militer lengkap.

Insiden kecelakaan di Wonosobo itu menewaskan delapan instruktur penerbang dan enam awaknya dari ketinggian sekitar 4.000 kaki dari permukaan tanah.

Ke-14 personil TNI-AU yang tewas seketika dalam cuaca sangat buruk itu sedang melakukan misi latihan navigasi (navigation examination) dengan rute Lanud Rembiga, Lombok, Lanud Abdul Rahmansaleh, Malang, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, dan Suryadarma, Kalijati, untuk kemudian kembali ke Lanuma Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sedangkan helikopter yang digunakan Super Puma nomor registrasi H-3101 dari Skuadron Udara 17/VIP buatan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara, Bandung, tahun 1992. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 25 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer