spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Mahasiswa ITS Sayangkan Sikap Takut Presiden

Surabaya, 23 Desember 2004 16:18
Sejumlah mahasiswa ITS Surabaya menyayangkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang "takut" menemui mereka, sehingga membatalkan kunjungan ke ITS, setelah marak demo menolak kenaikan harga BBM.

"Kami sangat menyayangkan kenapa ada pembatalan presiden ke ITS, toh apa yang bisa dilakukan mahasiswa dengan aksi yang diikuti kurang dari 100 orang, bahkan jumlah aparat keamanan lebih banyak," kata Mardi di halaman Rektorat ITS Surabaya, Kamis.

Mahasiswa Fakultas Teknik Informatika itu menjelaskan mahasiswa sebenarnya menjamin tidak akan melakukan aksi yang anarkhis, karena itu tidak ada yang perlu ditakutkan oleh seorang presiden.

"Kami sebenarnya ingin bertemu presiden untuk menanyakan kebijakan tentang kenaikan tarif BBM dan status PT BHMN (Perguruan Tinggi Berbadan Hukum Milik Negara)," katanya.

Namun, katanya, peserta aksi demonstrasi yang tergabung dalam "Mahasiswa Peduli ITS" itu sebenarnya tidak mempersoalkan jika mereka tidak jadi bertemu Kepala Negara, sebab mereka akan tetap menyuarakan aksi untuk menolak kenaikan harga BBM.

"Bagaimana pun, kenaikan harga BBM itu pasti diikuti kenaikan harga barang-barang lainnya. Kalau bisa dijamin tidak ada kenaikan harga barang-barang, tentu kami tidak akan keberatan, tapi hal itu tidak akan mungkin terjadi," katanya.

Oleh karena itu, katanya, aksi yang diikuti sejumlah elemen mahasiswa dari Aliansi Pergerakan Independen (API), Kesatuan Aksi Mahasiswa ITS (KAMI), dan beberapa pimpinan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) itu akan tetap berlanjut.

"Kami sendiri melakukan aksi karena tidak ada informasi apa-apa dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), terbukti beberapa pimpinan HMJ juga ikut dalam aksi itu, karena itu BEM tidak dapat dianggap mewakili aspirasi seluruh mahasiswa," katanya.

Dalam pernyataan sikapnya, Mahasiswa Peduli ITS meminta pemerintah untuk mengembalikan subsidi kepada rakyat, yakni subsidi BBM dan subsidi pendidikan, karena kenaikan harga BBM dan status BHMN-isasi merupakan bukti pemerintah melepaskan tanggungjawab kepada rakyat yang memilih.

Informasi yang diperoleh Antara dari sejumlah aparat keamanan menyebutkan bahwa kunjungan presiden ke ITS dibatalkan karena alasan keamanan, sebab aksi yang diikuti sekitar 40 orang itu tidak menutup kemungkinan bertambah.

"Kami memang melihat aksi mahasiswa diikuti 40-an orang, tapi kami memperkirakan ada kemungkinan menjadi 70-100 orang, karena kami melihat di dalam kampus ITS masih banyak mahasiswa yang lalu lalang dan bergerombol," kata seorang polisi.

Sementara itu, informasi lain menyebutkan tuntutan senada dengan itu yang disampaikan BEM ITS secara tertulis kepada presiden justru mendapat tanggapan positif dan bahkan terjadi dialog. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  presiden baru kok gak ada perubahan (emailary@gm..., 26/12/2004 14:14)
berpikirlah lebih kreatif untuk menyengsarakan rakyat dengan cara lain,.. kalo begini megawawti juga kemaren bisa!!!! keluarkan segala kemampuan jangan pandai berbicara saja... heh...
 
 
spacer
  
  Ada wakil BEM di DPR ??? (kulo, 25/12/2004 22:19)
Mahasiswa supaya bertindak dg sistematis,karena mereka adalah kaum intelektual,calon2 pemimpin bangsa,jangan spt sekarang,brutal,beringas,tidak terkendali.
BEM2 yg ada agar lebih aktif menyuarakan aspirasi mahasiswa ke Legislatif,Yudikatif,Eksekutif dan TNI Polri,sehingga kejadian2 "kasar" tidak terjadi !
 
 
spacer
  
  Berpendidikan Tapi Tak Berakhlak (dimas_ada_di_sini@ho..., 25/12/2004 02:35)
Saya setuju dengan keputusan Presiden SBY. Untuk apa harus datang ke ITS kalau hanya untuk direndahkan dan dicereweti masalah kenaikan BBM. Masalah BBM bukan urusan mahasiswa ITS, lagipula ini adalah keputusan yang memang harus diambil pemerintah sebab tanpa kenaikan harga BBM dana pembangunan tidaklah cukup, saat ini saja dana APBN sudah defisit. Sinambungkan otak dan akhlakmu untuk belajar dan berpikir. Mengertilah ITS, hargailah presidenmu!
 
 
spacer
  
  Musyawarah dan mufakat (wates55@ya..., 24/12/2004 22:29)
Kalau tidak salah mengamati, demo mahasiswa selalu berlangsung disertai emosi yang tidak terkendali, sampai meluluhkan tingkat kesabaran aparat keamanan, kemudian diakhiri dengan bentrok.
Dan itu selalau berulang, seakan semua persoalan dapat diselesaikan dengan demo. Padahal inti salah satu dari Pancasila adalah musyawarah dan mufakat.
Pemerintah mestinya transparan dalam menjalankan kebijakan, misalnya dengan sosialisasi terlebih dahulu, menjelaskan mengapa harga ini dan itu harus naik ds... <861 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Siapa sich yg ga takut? (gpp616@ya..., 24/12/2004 18:30)
MElihat mahasiswa berdemo BBM dengan tanpa berpikir jernih, siapa sih yg ga takut? melihat mahasiswa tawuran, siapa sih yg ga takut? melihat mahasiswa brutal, siapa sih yg ga takut?
 
 
spacer
  
  GALANGKEKUATAN UNTUK MENGGANTI DIREKSI PERTAMINA (antonius_andito@ya..., 24/12/2004 13:50)
Yang harus digalang adalahkampanye untuk mengganti direksi pertamina dan seluruh komisarisnya, kenapa, mereka adalah konon kabarnya eksekutif hebat lulusan universitas hebat2 di indonesia dan luar negri, dari level s1-s3 tapi bisanya hanya menaikkan harga BBM dan NYUSAHIN bangsa ini. Sungguh menyedihkan, katanya mereka mengklaim diri sebagai putra2 terbaik bangsa tapi prestasi nyata yang terlihat selama ini adalah membikin sengsara rakyat, sementara mereka menikmati gaji besar dan fasilitas yang... <377 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  SBY MERASA BERDOSA (myuds_2004@ya..., 24/12/2004 08:16)
Kalau SBY takut kepada mahasiswa ITS Surabaya yang demo sehingga kunjungannya dibatalkan tentu karena dia telah merasa berdosa. Paling tidak, janji-janjinya selama ini telah diingkari. Karena itu ia takut ditagih oleh para mahasiswa yang merupakan pengawal moral. Kebijakan SBY dan Kalla yang telah menaikkan harga elpiji dan pertamax sangat tak terpuji dan ini sekaligus menunjukkan ia tak bisa mencari solusi untuk mengatasi ekonomi. Kalau presiden hanya bisa menaikkan harga dan pajak, pinjam isti... <63 huruf lagi>
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 23 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer