spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Nomor Induk Kependudukan
Selamat Tinggal KTP Ganda

Tanjung Benoa, 23 Desember 2004 13:44
Iwan Suryawan bangga mendapat kartu penduduk (KTP) Jakarta. Padahal, lajang lulusan universitas terkenal di Bandung ini sudah punya KTP Bandung, daerah asalnya. Pria berusia 25 tahun ini sudah hampir setahun bekerja sebagai staf legal di Jakarta. "Punya KTP Jakarta biar tidak kena razia yustisi pemda," kata Iwan. Namun Iwan tak mau mengganti KTP Bandung miliknya. "Masih tersimpan di rumah orangtua," katanya sambil terkekeh.

Tak sulit untuk mendapatkan KTP bergambar Monas yang diimpikannya, karena induk semang tempat dia tinggal adalah seorang ketua RT yang punya hubungan dengan pegawai kelurahan setempat. "Tinggal ngasih foto nggak sampai sebulan, KTP jadi," kata Iwan bangga. Sedangkan kartu keluarga, yaa.. nebeng di induk semang. Beres.

Menurut Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan, Departemen Dalam Negeri Dr Sodjuangon Situmorang, Msi, KTP ganda banyak dimiliki penduduk Indonesia. Namun, katanya, sebentar lagi hal itu tak akan terjadi lagi. Orang yang punya identitas ganda, termasuk KTP, bakal "kena batunya" alias ketahuan.

Di bawah kenali Kantor Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan, kini sedang dibuat sistem pengenal tunggal atau nomor induk tunggal dan terpadu bagi seluruh penduduk. Nama resminya sih Nomor Induk Kepnndudukan (NIK) atau single identity number. "Tap MPR No. VI Tahun 2002 yang meminta pemerintah menciptakan sistem ini," kata Situmorang.

Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan kini sudah memiliki data Pendaftaran Pemilih dan Pendaftaran Penduduk Berkelanjutan (P4B) yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS), menjelang Pemilu 2004 lalu. "Inilah yang dipakai sebagai acuan," jelas Situmorang kepada Gatra.com di Tanjung Benoa, Bali, beberapa waktu lalu.

"Kini, tinggal ada kemauan dari pejabat daerah (walikota dan bupati) untuk mulai menggunakan sistem identitas tunggal ini," kata Situmorang.

Sementara itu, menurut Wahyudi WP, Direktur Informasi Kependudukan pada direktorat yang sama, Kota Surakarta dan Pekalongan sudah mulai mengacu pada data ini.

Tapi, kendala di lapagan masih ada, ujar Wahyudi. Sistem tak selalu mulus berjalan karena tak semua pegawai keluarahan mampu menjalankan komputer. "Pernah ada komplain soal keterlambatan pelayanan. Tapi setelah ditelusuri, ternyata ada pegawai kelurahan yang tak bisa mengoperasikan sistem yang ada," ungkap Wahyudi.

Tak hanya untuk urusan KTP, NIK yang memiliki 16 digit ini juga akan memberikan manfaat bagi kepentingan administrasi dan pelayanan publik lainnya. "Data kependudukan ini nantinya punya relasi dengan perpajakan, kepolisian, imigrasi, bahkan intelijen," kata Situmorang. Nomor ini juga bakal menjadi pengenal di paspor, SIM, NPWP, serta kartu pengenal lain. "Hati-hati yang mengaku bujangan padahal sudah menikah, nanti akan ketahuan bila sistem ini sudah online," ujar Situmorang, berseloroh.

Dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) data ini akan dipakai sebagai acuan calon pemilih di daerah masing-masing. Tahun depan, rencananya bakal ada pemilihan 170 pemimpin daerah. Jaringan Depdagri dan KPU bakal digunakan kembali setelah pemilu legislatif dan presiden.

Bila data kependudukan yang dirancang oleh Wahyudi dan kawan-kawan mulus dilaksanakan, maka Iwan harus mengeleminasi satu KTP-nya. Pilih KTP Bandung atau yang bergambar Monas! [Jay, Bali]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Boelh juga (donaufar2003@ya..., 26/12/2004 00:30)
Boleh juga tuh ide Pak Situmorang, Terusin pak....Maju terus...tai jangan NATO ( No Action Talk Only ) kita mau lihat nih. berani tidak DKI jadi Pilot Projecknya , soalnya di DKI paling banyak Pendatang Haramnya.
 
 
spacer
  
  ini contoh warga negara yang baik (kendri_nkl@te..., 25/12/2004 07:21)
Mungkin saya adalah contoh yang nyata, asal dari ciamis punya ktp bandung, begitu kuliah di yogya, ya punya ktp yogya, trus sekarang di bali, saya bisa punya ktp denpasar hanya butuh waktu 1 hari and nombok kocek 10 rebu perak udah jadi. Ktp yang di bandung masih berlaku, yang di yogya baru saja diperpanjang dan yang di denpasar sudah seminggu yang lalu. Wah..., tapi jangan salah ya...saya mah bukan teroris...
 
 
spacer
  
  buat ktp utk nikah (andjot@ya..., 25/12/2004 00:08)
Heran soal KTP, ... tidak pada tempatnya. Contoh, ujug-ujug orang Bangladesh yg baru pertama kali ke Indonesia bisa dapat KTP di suatu daerah. Tujuannya utk mengawini gadis desa yg dikenalnya di Arab Saudi (sesama tenaga kerja expat). Mau tau, justeru yg membuatkan KTP itu gadis desa tersebut soalnya nunggu ijin dari negaranya kan lama. lucunya si Bengali itu gak tahu apa2. Lha kok gampang banget tu pengeluaran KTP oleh instansi terkait dan gimana tu KUA, biasanya kan diteliti dulu identitas cal... <56 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Kemana aja dari dulu.... (nick_o@op..., 25/12/2004 00:04)
lha dari dulu kemana aja oiii baru sekarang ngomongin sistem spt pegenal spt tsb diatas.

Kasep.kasep..kasep
 
 
spacer
  
  TIDAK MUNGKIN (my_toto66@ya..., 24/12/2004 05:34)
Singkat saja : TIDAK MUNGKIN bisa, krn terlalu banyak korupsi, shg sulit dpt dana utk proyek ini. Lihat saja sistem terpadu POLDA bwt SIM, jalan ? TIDAK ! Apalagi SDM yg (maaf) bodoh, terbukti kan dlm berita ini , ada yg tdk bisa mengoperasikan. Saya pesimis ! Maaf ya.
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 23 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer