spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
TIMUR TENGAH
spacer
 
Saddam Seru Rakyat Irak Bersatu

Amman, 20 Desember 2004 10:46
Mantan presiden Irak yang digulingkan Amerika Serikat (AS) setahun lalu, Saddam Hussein, dari balik sel menyeru rakyat Irak agar bersatu dan berhati-hati menyikapi pemilihan umum 30 Januari 2005. Demikian disampaikan seorang penasihat hukumnya yang berkantor di Amman, Yordania.

Saddam menyampaikan hal itu pada pertemuan pertamanya dengan salah satu anggota tim pembelanya Kamis lalu, Khalil al Duleimi, demikian juru bicara pihak Duleimi, Ziad Khassawneh mengatakan dalam temu pers Ahad di Amman, Jordania.

Kassawneh menyampaikan seruan Saddam itu, setelah ia dan beberapa rekan dari pembela Saddam lainnya, yang antara lain seorang pengacara Prancis keturunan Lebanon dan seorang pengacara berkebangsaan Libya, diberi sejumlah informasi mengenai pertemuan Saddam dengan Duleimi tersebut.

"Presiden Saddam ditahan dalam ruang yang terisolir berukuran 3 kali lima meter dan tak mengetahui apapun mengenai kejadian disekelilingnya hingga hari Kamis lalu, dan ia tak pernah sekalipun bertemu dengan orang lain selain para penjaga tahanan militer anggota pasukan Amerika Serikat dan perwakilan dari Komite Palang Merah Internasional (ICRC)."

"Presiden Saddam menanyakan perihal Irak dan ia menegaskan pentingnya bagi seluruh rakyat Irak untuk bersatu," kata Khassawneh.

Saddam menyitir sebuah ayat dari kitab suci Al-Quran, agar tetap bersatu :"Tetaplah berjalan sesuai aturan Allah dan janganlah kamu tercerai berai," lanjut Khassawneh.

Ia juga meminta kepada semua pemuka agama Irak dari aliran manapun agar memainkan perannya dan ikut berperhatian penuh atas apa yang terjadi di Irak," kata Kassawneh lagi.

Mengenai pemilihan umum yang akan berlangsung 30 Januari mendatang mantan presiden Irak itu hanya mengatakan agar rakyat Irak bersikap hati-hati dalam melaksanakan dan menyikapi pemilu tersebut.

Ketika ditanya para wartawan apakah hal itu berarti Saddam menyeru kepada rakyat Irak untuk memboikot pemilu maka Khassawneh menjawab "Beliau hanya mengatakan demikian tidak lebih dari itu."

Dalam pertemuannya dengan Khalil Al Duleimi yang berlangsung selama empat setengah jam lamanya, Saddam memuji sikap Jerman dan Prancis dalam menanggapi ajakan berperang, menginvasi ke Irak yang dilakukan Amerika Serikat yang didukung sahabat-sahabatnya, serta memuji kebijakan pemerintah Spanyol yang telah menarik mundur pasukannya dari Irak.

Khassawneh juga mengatakan, Saddam baru mengetahui untuk pertama kalinya bahwa telah dibentuk tim pembela yang akan mendampinginya dipersidangan nanti yang direncanakan setelah pemilu Irak berlangsung.

Tim pembela Saddam berkeras mengatakan kepada pihak militer AS bahwa militer AS harus bertanggung jawab penuh atas keselamatan Khalil Al -Duleimi yang menerima banyak ancaman keselamatan bahkan diserang dan nyaris terbunuh 12 hari lalu .

"Khalil Al Duleimi dibawa didalam kendaraan lapis baja dan tidak mengetahui kemana ia dibawa namun ia memperkirakan pertemuan itu yang berada dibawah pengawasan ketat militer AS berlangsung di satu tempat tak jauh dari Baghdad."

Saddam dalam kesempatan itu juga menyampaikan keluhannya terhadap kinerja ICRC yang sama sekali tidak melakukan pekerjaan kemanusiaannya sesuai hukum internasional serta mengeluhkan dirinya baru menerima dua pucuk surat dari keluarganya.

Kata-kata yang pertama dikatakan Saddam kepada Khalil pada saat bertemu yaitu kutipan kata-kata yang populer "Apabila anda seorang kepala (pemimpin) jangan menjadi yang lain karena apabila demikian anda akan menjadi ekor (sesorang yang bukan siapa-siapa)."

Saddam terus melanjutkan kata-katanya dengan mengatakan :"Jangan menjadi lemah, jangan mengeluh karena kamu adalah yang terbaik." Tim pembela Saddam ditunjuk oleh istri Saddam Sajida dan putri-putrinya dan dalam pertemuan itu Saddam memberikan kuasa penuh kepada Khalil Al Duleimi dan timnya untuk mendampinginya.

Para pembela Saddam mengatakan pengadilan khusus Irak yang akan melaksanakan pengadilan Saddam dan 11 orang pembantu terdekatnya dengan tuntutan kejahatan terhadap kemanusiaan tak ada dasar hukumnya karena itu pengadilan tersebut dinyatakan tidak sah. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 23 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer