spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
EROPA
spacer
 
Walesa Tengahi Krisis di Ukraina

Kiev, 26 November 2004 00:34
Lech Walesa, mantan presiden Polandia dan pemimpin serikat buruh Solidaritas yang kini berada di Kiev untuk menengahi krisis di Ukraina, tidak asing lagi menghadapi jenis bentrokan antara kelompok pro-Barat dan pro-Moskow yang memecah negeri itu menjadi dua kubu.

Walesa, yang kini berusia 61 tahun dan berkumis khas yang kini memutih, ingin bertemu dengan presiden yang baru terpilih, Viktor Yanusovich dan kepala negara Ukraina yang tak lama lagi akan melepaskan jabatannya, Leonid Kuchma.

Walesa juga akan bertemu pecundang dalam pemilihan itu, Viktor Yushchenko, yang pro-Barat. Walesa masih dihormati sebagai tokoh utama karena berhasil merobohkan komunisme dan Tirai Besi tahun 1989.

Kendati pengaruh politiknya telah menurun sejak kekalahannya dalam pemilihan presiden tahun 1995, Walesa masih merupakan tokoh simbolis yang kuat dalam peranannya merontokkan Komunisme. Buktinya, ia peraih Hadiah Nobel Perdamaian, yang memberikannya otoritas tertentu dalam masalah seperti itu.

Pria yang dianggap sebagai bapak pendiri Polandia yang demokratis itu lahir di desa Popow tahun 1943, dan bekerja sebagai montir listrik di galangan kapal Gdansk pada tahun 1967.

Ia ikut dalam pembangkangan terbuka di galangan kapal tersebut tahun 1970, yang dipadamkan oleh pemerintah komunis dan tahun 1976, ia bergabung dalam gerakan pembangkang Polandia dan menggerakkan serikat buruh non-pemerintah. Akibat aksi tersebut, Walesa dipecat.

Nama Walesa secara internasional mencuat pada Agustus 1980 ketika ia memimpin aksi mogok yang diikuti 17.000 buruh galangan kapal Gdansk, yang mendesak pihak berwenang melakukan perundingan dengan syarat-syarat setara. Aksi mogok itu juga mendesak pemerintah mensahkan undang-undang yang mengizinkan serikat buruh independen pertama di blok Soviet tersebut: Solidaritas. Namun Walesa dan puluhan pendukungnya dijebloskan ke penjara setahun kemudian setelah Jenderal Wojciech Jaruzelski menyatakan keadaan perang pada Desember 1981 dan melarang keberadaan serikat buruh itu.

Pihak berwenang komunis memberikan perlakuan khusus, mengistirahatkannya di kompleks pejabat pemerintah, namun ia dibebaskan setelah 11 bulan dikurung.

Kembali ke pekerjaan semulanya di galangan kapal pada Januari 1983, ia menjadi pusat perhatian dunia setelah bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II selama lawatan pimpinan Vatikan itu ke Polandia Juni 1983, dan menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada Oktober tahun yang sama.

Kendati diawasi polisi rahasia era komunis negeri itu, Sluzba Berpieczenstwa (SB), Walesa tetap melakukan gerakan bawah tanah untuk mempimpin gerakan Solidaritas dan menjadi penggerak utama dalam perundingan "meja bundar" 1988 bagi pengesahan kembali Solidaritas dan kesepakatan untuk demokrasi yang lebih besar.

Pada pemilihan bulan Juni 1989, Solidaritas meraih jumlah kursi yang sangat besar di parlemen, dan bersama dua partai kecil membentuk pemerintahan non-komunis pertama di blok Soviet itu di bawah pimpinan Tadeusz Mazowiecki. Setahun kemudian, Walesa berhadapan dengan Mazowiecki untuk memperebutkan kursi presiden dan menang dalam putaran kedua.

Namun para pemilih melayangkan "tamparan ke muka" Solidaritas dan memilih mayoritas sayap kiri untuk parlemen, dan Walesa hampir kalah dalam pemilihan berikutnya tahun 1995 dari Aleksander Kwasniewski, bekas komunis.

Pudar Kekuatan politik Walesa memudar namun ia berusaha kembali dalam pemilihan presiden tahun 2000, saat ia mendapat sedikit dukungan. Saat itu ia berada di peringkat ke-tujuh dari 12 posisi dan hanya mengantongi 0,8 persen suara.

Ia harus menghadapi tuduhan berkolaborasi dengan SB pada 1970-an dan dilaporkan telah menandatangani dengan nama sandi "Bolek", yang digunakan Walesa, seperti yang dituduhkan, dari 1970 hingga 1976.

Walesa mengakui telah menandatangani beberapa dokumen setelah interogasi SB, namun menampik pernah secara aktif berkolaborasi dengan polisi rahasia itu, dan menuduh bahwa dokumen SB yang difotokopi dan digunakan untuk menuntutnya secara hukum, palsu.

Namun ia tetap akan mengikuti lagi pemilihan presiden tahun 2005 dan memperlihatkan bahwa ia masih menjadi tokoh yang diperhitungkan pada pesta perluasan Uni Eropa awal tahun ini, dan Walesa menjadi tamu kehormatan menandai prestasi Polandia. Walesa berbicara keras menentang larangan terhadap buruh sambil mengkaitkan pada era komunis, dan mengatakan masa transisi tujuh tahun sebelum para buruh dari negara-negara anggota EU yang baru bebas bekerja di mana saja di blok tersebut: "Ini komunisme." Penampilannya di depan publik paling akhir adalah saat ia mewakili Polandia pada upacara pemakaman mantan presiden AS Ronald Reagan. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 23 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer