Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

LAPORAN UTAMA

Srikandi di Sekeliling Tutut

Kiprah para wanita kepercayaan Tutut menyurut seiring dengan memudarnya Grup Citra. Tetap setia pada Cendana.

KESETIAKAWANAN Siti Hardiyanti Rukmana pada kaumnya terbilang kuat. Ketika banyak pemilik modal mempercayakan bisnisnya pada kaum lelaki, putri tertua Muhammad Soeharto ini justru memilih perempuan. Bahkan untuk urusan bisnis yang berbau "macho" seperti konstruksi, minyak dan gas, serta senjata.

Joana Faisal

YUKE, begitu Joana biasa disapa, adalah salah satu tangan kanan Siti Hardiyanti Rukmana. Ia dipercaya menjadi direksi PT Tricatra Buana Dirgantara. Tricatra adalah salah satu perusahaan perdagangan milik Tutut, panggilan akrab Siti Hardiyanti Rukmana. Bidang usahanya beragam. Dari berdagang minyak dan gas, garmen, hingga vaksin. Belakangan, Tricatra lebih dikenal sebagai penyedia perawatan pesawat terbang.

Beberapa perusahaan gede sempat tercatat sebagai kliennya. General Electric, General Dynamics, Hill Aviation Logistic, dan KHD Aircraft pernah mengandalkan Tricatra sebagai pemasok suku cadang pesawatnya. Di dalam negeri, Tricatra juga melayani kebutuhan Industri Pesawat Terbang Nusantara, Pertamina, Telkom, Krakatau Steel, Garuda Indonesia, dan Merpati Nusantara Airlines.

Meski pernah menjadi pucuk pimpinan di salah satu perusahaan milik keluarga Cendana, Yuke menolak jika dikatakan dekat dengan Tutut. "Nggak ada apa-apa," katanya. Yuke menganggap pertemanan dengan Tutut lebih karena mereka berasal dari sekolah yang sama, SMA 1 Jakarta Pusat.

Tahun 2001, Tricatra kolaps dan akhirnya tutup. Karena itu, Yuke menampik dikatakan sebagai orang yang bisa mempermulus bisnis Tutut. "Kalau memang begitu, perusahaan itu nggak bakalan tutup. Saya juga masih bisa seneng-seneng sekarang," kata perempuan 56 tahun itu.

Kini Yuke mengaku lebih sering di rumah dan menghabiskan waktunya dengan menjahit. Toh, tiap Kamis malam, ia tak pernah absen mengikuti pengajian di rumah Tutut di Jalan Yusuf Adiwinata, Menteng, Jakarta Pusat. "Sekarang kan sudah tua. Pengajian saja," katanya renyah.

Dati Kusmudijarti

DIKENAL dengan nama Dati Putri Panjaitan. Keaktifannya di Yayasan Tiara Indonesia sejak 26 tahun lalu mengantarkan ibu dua anak ini mengenal dekat sosok Tutut. Maklum, Tutut adalah ketua umum yayasan yang bergerak di bidang kreativitas pemuda dan remaja itu.

Yayasan Tiara sering mendapat bantuan dari Angkatan Udara ketika melakukan kegiatan sosial. Lewat kegiatan itulah, Dati mengenal dan dikenal banyak perwira tinggi Angakatn Udara, termasuk Marsekal Rilo Pambudi, Kepala Staf Angkatan Udara waktu itu. Rilo pun sempat "curhat" soal keinginannya membeli simulator F-16. Ketika itu, Markas Besar Angkatan Udara harus keluar duit banyak membiayai para pilot yang terbang ke Singapura sekadar untuk latihan.

Dati lalu menyampaikan keinginan Rilo ke Tutut. Singkat cerita, tahun 1998 impian Rilo terwujud. Meski begitu, Dati menolak jika dikatakan sebagai penentu sukses proyek itu. Padahal, kalangan bisnis menjulukinya "Mrs. Ten Percent" karena kepiawaiannya melakukan lobi. "Saya hanya membantu membicarakan hal itu kepada Ibu (Tutut)," ujar Dati, seperti dikutip Panji Masyarakat.

Wanita cantik ini juga membantah jika dikatakan aktif dalam bisnis Tutut, apalagi bisnis mesin perang. "Saya nggak punya kartu nama, nggak punya perusahaan, dan tidak berbisnis dengan mereka," ia menegaskan.

Toh, kedekatannya dengan Tutut sepertinya tak terbantahkan. Saat Tutut menjabat sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia, awal 1990-an, Dati duduk sebagai salah satu pengurusnya. Tutut juga turut melempangkan jalan Dati melangkah ke Senayan. Dati menjadi anggota MPR dari Utusan Golongan atas rekomendasi Tutut.

Paula Ayustina Saroinsong

NAMANYA ramai dibicarakan orang ketika perempuan berdarah Manado-Jawa ini dinikahi aktor Onky Alexander pada 1995. Semenjak itu, masyarakat luas mengetahui kedekatannya dengan keluarga Cendana. Ibu satu putri ini pernah menduduki beragam jabatan penting dalam "kerajaan" Grup Citra.

Di antaranya, Direktur Pemasaran PT Citra Lamtorogung Persada dan Direktur Umum PT Musi Hutan Persada. Ia pun pernah menjadi Direktur Utama PT Citra Sarana Bahari Persada (produksi metal), PT Yala Perkasa Internasional (konstruksi), dan Bank Yakin Makmur (Yama). Sempat juga menjadi Komisaris PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI).

Jabatan yang seabrek itu menunjukkan besarnya kepercayaan Tutut pada perempuan 59 tahun ini. Tak mengherankan jika nama Paula dikaitkan dengan proyek pembelian truk militer dan senjata penangkis serangan udara.

Amalia K. Mala dan Bernadetta Febriana
ARTIKEL LAIN

Cover GATRA Edisi 06/2005 (GATRA/Astadi Priyanto & Tatan Agus RST.)
 
RUBRIK

Advetorial
Apa & Siapa
Astakona
Buku
Ekonomi & Bisnis
Esai
Film
Gatrasiana
Hukum
Internasional
Intrik & Meskipun Tetapi
Kesehatan
Kolom
Kriminalitas
Laporan Khusus
Laporan Utama
Medela
Multimedia
Musik
Nasional
Obituari
Pendidikan
Perilaku
Perjalanan
Rona Niaga
Seni Rupa
Serambi
Suplemen
Surat & Komentar
 
Created and maintained by Gatra.com