spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
JAWA
spacer
 
Tolak Penjualan Aset Tanah

Surabaya, 13 Desember 2004 13:26
Puluhan karyawan TVRI Stasiun Surabaya, Jawa Timur, melakukan aksi demo di halaman kantornya, Senin, guna menolak rencana penjualan aset tanah oleh pihak manajemen.

Dalam aksi tersebut, para karyawan TVRI menggelar sejumlah poster dan melakukan orasi secara bergantian. Aksi demo tidak sampai mengganggu aktivitas pekerjaan karyawan karena dilakukan saat istirahat.

Ketua Tim Solid Karyawan TVRI Surabaya H Didiet Hape kepada wartawan mengatakan, aksi demo ini sebagai bentuk keprihatinan dan sekaligus protes kepada manajemen TVRI Pusat yang secara sepihak melakukan penjualan aset tanpa meminta persetujuan dari karyawan.

"Kami menolak rencana penjualan aset tanah tersebut yang informasinya untuk pembayaran utang perusahaan, pembelian peralatan dan kendaraan baru," katanya.

Aset tanah yang rencananya akan dijual seluas 9,5 hektar lebih dan terletak di Kelurahan Dukuh Pakis, Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya. Tanah tersebut dibeli sekitar tahun 1979 saat TVRI Surabaya masih berjaya dan memiliki banyak pendapatan dari iklan.

Menurut Didiet Hape, tanah yang dibeli awalnya seluas 12,5 hektar dan diperuntukkan perumahan karyawan, namun dalam perjalanan waktu sekitar tahun 1989, luas tanah itu menyusut menjadi 9,5 hektar tanpa diketahui sebabnya.

"Sisa tanah yang ada tersebut tetap diupayakan untuk perumahan karyawan TVRI dan disertifikatkan berstatus hak pakai. Karena itu, kami menolak rencana manajemen menjual tanah tersebut kepada investor," katanya.

Saat ini, sekitar 300 karyawan TVRI Surabaya yang memiliki masa kerja puluhan tahun banyak yang belum memiliki rumah dan mereka awalnya berharap perusahaan akan membangunkan rumah dinas untuk karyawannya, minimal yang masa kerjanya diatas 10 tahun.

Didiet Hape menyebut mantan Kepala Stasiun TVRI Surabaya yang kini menjabat Direktur Umum TVRI Pusat dan Ketua Panitia Penjualan TVRI Ir Djamiris Nyaman sebagai orang yang berada dibalik penjualan aset-aset tersebut.

"Kami mendapat informasi kalau saat ini direksi TVRI sedang bertemu sejumlah investor untuk membicarakan masalah penjualan tanah tersebut," katanya. Dalam pernyataan sikapnya, karyawan TVRI menyatakan menolak penjualan aset tersebut. Namun apabila penjualan itu tetap dilakukan, mereka mengajukan empat opsi kepada pihak manajemen sebagai kompensasi.

Empat opsi tersebut adalah pemberian kompensasi kepada 32 karyawan angkatan pertama yang saat ini tinggal di perumahan dinas Dukuh Pakis Surabaya berupa rumah tipe 70 dan 54 atau uang senilai harga rumah yang ditempati. Kemudian opsi kedua, 104 karyawan angkatan pertama yang belum sempat dapat rumah diberi kompensasi rumah tipe 45 atau uang senilai harga rumah. Opsi ketiga, 226 karyawan angkatan kedua dengan masa kerja diatas 10 tahun dapat kompensasi rumah tipe 36.

Dan opsi terakhir, karyawan berstatus honorer, kontrak, pensiunan dan karyawan pindahan mendapat insentif berupa uang yang nilainya berdasarkan kebijaksanaan pimpinan.

Didiet Hape menambahkan pihaknya berencana mengadukan masalah ini kepada Menneg BUMN Sugiharto, bahkan presiden agar penjualan aset tanah TVRI tersebut dibatalkan karena merugikan karyawan.

"Secepatnya kami akan ke Jakarta menemui menteri untuk mengadukan masalah ini. Kami juga telah mencoba membicarakan masalah ini dengan manajemen TVRI, tapi tidak mendapat tanggapan memuaskan," ujarnya. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 18 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer