spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
EKONOMI
spacer
 
Pembekuan Bank
Komisaris Utama Bank Global Terkejut

Jakarta, 14 Desember 2004 16:46
Komisaris Utama Bank Global, Riyanto, mengaku terkejut dan tidak mengetahui soal pemusnahan dokumen yang dituduhkan pemeriksa dari Bank Indonesia (BI). "Saya selaku komisaris tidak mengetahui apa yang dilakukan teman-teman terutama Direktur Operasional dan Direktur Utama sehingga masalah ini mencuat dan akhirnya BI mengambil langkah-langkah pembekuan," katanya dalam konferensi pers di Menara Global, Jakarta Pusat, Selasa.

Hal itu, menurut Riyanto, disebabkan oleh terbatasnya kewenangan komisaris karena Dirut Bank Global juga merupakan pemegang saham pengendali. "Karena pemegang saham pengendali adalah Dirut, direktur bisa jalan terus meski komisaris tidak setuju," katanya.

Kepolisian terus memeriksa para direktur Bank Global yang diduga melakukan pemusnahan dokumen untuk menghilangkan barang bukti.

Saat ini, sudah ada petugas dari BI yang sedang mencari berbagai dokumen penting yang dapat dijadikan barang bukti. Selain petugas BI, petugas dari Badan Pengawasan Penanaman Modal (Bappepam) dan Departemen Keuangan (Depkeu) juga kemungkinan akan mengawasi apa yang terjadi di bank tersebut.

Dalam kapasitasnya sebagai komisaris, Riyanto diminta mengiventarisasi dokumen yang sudah dimusnahkan oleh direksi. Ia berharap dalam tempo satu bulan dapat melakukan perbaikan seperti yang diinginkan oleh BI dan mengatakan bahwa Bank Global membuka peluang bagi investor yang berminat untuk membeli dan memiliki aset bank.

Pada Selasa (14.12) pukul 12:00, semua karyawan Bank Global dikumpulkan oleh komisaris utama dan meminta mereka untuk menunggu selama satu bulan. Untuk sementara, pegawai masih tetap masuk kantor, namun jam kerja mereka dikurangi dan tidak ada kegiatan.

Pengamatan ANTARA, bank terlihat sepi karena sama sekali tidak ada kegiatan kendati ada satu dua teller masih berkerja. Sekitar pukul 15:15 WIB, dua pegawai dan dua satpam Bank Global menempelkan surat keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 6/90/Ket.GBI/ tentang pembekuan kegiatan usaha PT. Bank Global Internaional Tbk (PT. BGI).

Dalam surat keputusan tersebut, dinyatakan bahwa PT. BGI telah mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya ditandai dengan penurunan rasio kewajiban penyediaan model minimum dan pelanggaran ketentuan giro wajib minimum.

PT. BGI telah ditempatkan dalam pengawasan khusus (special surveilance) dan direksi atau pemegang saham PT.BGI telah diminta oleh BI untuk mengajukan rencana perbaikan modal atau capital restoration plan (CRP), melaksanakan segera tindakan perbaikan, mengawasi agar bank tidak mengalami kesulitan likuiditas.

PT BGI tidak melaksanakan perintah yang disebutkan dan tidak menunjukkan itikad baik dengan menghalangi pemeriksaan BI, tidak melaksanakan komitmen yang telah dibuat serta telah berupaya menghilangkan dokumen/berkas warkap. Selain itu, kondisi keuangan bank terus memburuk, tercermin dari rasio kecukupan modal negatif (CAR) dan melanggar ketentuan giro wajib minimum.

BI memutuskan kegiatan usaha PT. BGI untuk satu bulan sejak tanggal berlakunya keputusan. BI menghentikan sementara keikutsertaan PT.BGI sebagai peserta kliring lokal di seluruh wilayah Indonesia.

Segenap direksi, komisaris dan pegawai PT. BGI wajib memberikan segala bantuan yang diperlukan BI dalam menjalankan tugasnya. Surat pembekuan tersebut ditetapkan di Jakarta, 13 Desember oleh Gubernur Indonesia, Burhanudin Abdullah. [Dh, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 14 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer