spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
SBY Minta Para Diplomat Pro-aktif Perjuangkan Palestina Merdeka

Jakarta, 14 Desember 2004 14:14
PRESIDEN Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono meminta para diplomat Indonesia untuk meningkatkan upaya dalam membantu terwujudnya perdamaian di Palestina menuju Palestina merdeka. "Saya mohon kepada para diplomat untuk terus mencari peluang agar kita lebih pro-aktif lagi dalam memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah yang ada di Timur Tengah, khususnya Palestina," kata Presiden ketika membuka rapat kerja Deplu-RI di Istana Negara, Jakarta, Senin, yang dihadiri oleh 119 kepala perwakilan RI di luar negeri.

Dalam memberikan pesannya, Yudhoyono menegaskan kembali perlunya Indonesia meningkatkan perhatian dan peran dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel, karena hal itu diamanatkan oleh UUD 1945, bahwa Indonesia wajib turut serta memelihara perdamaian dunia.

Indonesia, katanya, memiliki kepedulian tinggi bagi penyelesaian masalah Palestina secara adil dan damai menuju negara Palestina merdeka dan berdaulat penuh.

"Kita meyakini bahwa perdamaian di kawasan itu (Timteng, red) akan dicapai apabila hak bangsa Palestina untuk merdeka dapat dipenuhi," katanya.

Kepala Negara, kendati demikian, mengakui tidak mudah bagi Indonesia untuk meningkatkan upaya bantuannya bagi rakyat Palestina.

"Saya tahu tidak mudah mencari pintu masuk, masalahnya begitu kompleks. Tetapi saya yakin selalu ada peluang untuk kita secara lebih pro-aktif mengambil kajian dalam penyelesaian masalah Palestina," katanya.

Menlu Hassan Wirajuda yang ditanyai komentarnya mengenai permintaan Yudhoyono menyatakan hal yang sama bahwa upaya memasuki proses perdamaian masalah Palestina-Israel tidak mudah.

"Strukturnya kan sudah ada. Ada `roadmap` (peta jalan), lebih-lebih `actual player` (kelompok penengah, red) sudah sangat jelas, yaitu kuartet Sekjen PBB, AS, Uni Eropa dan Rusia," kata Hassan.

"Tidak serta-merta seseorang mengklaim menjadi pemain baru di situ," tambahnya.

Namun demikian, Hassan melihat masih ada peluang bagi Idnonesia untuk meningkatkan kontribusi dalam menyelesaikan masalah Palestina, yaitu dalam upaya pengembangan demokrasi di Palestina seperti yang juga dianggap penting oleh kuartet internasional.

Indonesia, katanya, bisa membagi pengalaman sukses dalam melaksanakan tiga pemilu besar selama 2004.
"Itu sesuatu hal yang akan kita jajaki," katanya.

Apakah Indonesia akan mengirim tim monitoring pemilu di Palestina, Hassan juga mengatakan hal itu sebagai salah satu kemungkinan yang akan dilakukan Indonesia.

"Tapi sebenarnya yang lebih diperlukan mungkin pemberdayaan kapasitas dalam penyelenggaran (pemilu)," katanya.

Palestina dijadwalkan akan melaksanakan pemilihan umum awal tahun depan untuk memilih pemimpin baru menggantikan Presiden Yasser Arafat yang meninggal pada 11 November lalu.

Mahmud Abbas, Ketua PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) saat ini, disebut-sebut sebagai calon terkuat untuk menggantikan posisi Arafat, setelah Marwan Barghouti, yang populer di kalangan akar rumput, menyatakan mundur. [Dh, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 14 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer