spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Pemilihan Ketua Umum Golkar
Sesepuh Golkar Minta JK Minta Pikir Ulang

Jakarta, 14 Desember 2004 13:08
Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar Pinantun Hutasoit menyarankan Wakil Presiden Jusuf Kalla memikirkan kembali keinginannya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada Munas VII di Bali, 16-20 Desember 2004.

"Saya sarankan agar Pak Jusuf Kalla memikirkan kembali keinginannya itu. Beliau dalam kedudukannya sebagai Wapres sekarang bukan hanya milik Golkar, tapi adalah milik seluruh bangsa Indonesia. Apakah tidak terganggu jika ada masalah-masalah politik yang krusial, kalau beliau Ketua Umum Partai Golkar," kata Pinantun Hutasoit di Jakarta, Selasa.

Pinantun mengatakan, Jusuf Kalla akan terganggu kariernya jika ia turut mengambil-bagian dalam pencalonan ketua umum Partai Golkar.

Sebaiknya, menurut Pinantun, Jusuf Kalla memfokuskan diri pada tugas kabinet, yang tantangan utamanya kini antara lain mengembalikan citra bangsa dari keterpurukan. "Saya kira, kabinet harus betul-betul konsisten pada pembangunan bangsa," katanya.

Sesepuh Golkar ini mengatakan, ia setuju-setuju saja jika pada akhirnya Jusuf Kalla terpilih menjadi ketua umum. "Tapi sebagai Wapres, apakah tujuan dan sasaran utama mengembalikan citra bangsa ke posisi yang terhormat yang mesti diembannya, tidak terganggu," katanya.

Mantan Ketua DPP Golkar ini memberikan contoh betapa terpuruknya Indonesia, yang kini diukur di bawah tingkat kemakmuran Vietnam, negara yang belum lama sembuh dari perang dan Indonesia pernah membantunya. "Sekarang, kita sebagai bangsa tidak dianggap di mana-mana, ini sangat memprihatinkan," ujarnya.

"Oleh karena itu, menurut saya, lebih baik anggota kabinet Susilo Bambang Yudhoyono tidak berfungsi sebagai pemimpin parpol, agar bisa memfokuskan diri pada pembangunan bangsa," ujarnya.

Ia mengakui, keinginan Kalla untuk menjadi kandidat ketua umum adalah haknya sebagai kader Golkar. "Tapi, menurut saya, sebaiknya berikan tampuk kepemimpinan Partai Golkar itu kepada kader-kader bertangan terampil dan berpikiran cerdas bagi kebesaran partai dan bangsa Indonesia. Sedangkan kepada Pak Jusuf Kalla, tolong niatnya untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Golkar itu dipikirkan kembali," katanya.

Pendapat senada juga disampaikan pengamat politik Sukardi Rinakit, yang mengatakan, Jusuf Kalla harus berpikir-ulang atas niatnya untuk maju sebagai kandidat Ketua Umum Partai Golkar. Sukardi Rinakit juga mengingatkan, rangkap jabatan eksekutif dan pimpinan partai itu bisa berdampak negatif pada proses check and balance antara pemerintah dan DPR.

Jika Jusuf Kalla memimpin Partai Golkar, `kita akan memasuki satu fase sistem monolitik dan otorianisme. Karena itu, Jusuf Kalla sebaiknya berpikir ulang. Ia juga berpendapat, kemungkinan peluang Jusuf Kalla dalam Munas nanti sangat kecil, meskipun yang bersangkutan mengklaim dapat dukungan cukup besar dari DPD I. Menurutnya, peluang besar masih di tangan Akbar Tandjung.

"Sekarang masih ada kesempatan untuk mengundurkan diri, sebelum datang dampak buruk yang bisa merusak organisasi," kata Sukardi. [Dh, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  ragunya kemampuan berpikir (maxm, 15/12/2004 20:12)
Justru disinilah letak persoalan: Mampukah JK berpikir?
Yang ada selama ini adalah bertindak tanpa berpikir. Bagi seorang yang bijak tidak akan berbuat apa apa sebelum pikirannya dipergunakan. Kemampuan berpikir dipengaruhi beberapa faktor, salah satu faktor adalah ego. Nah keputusan yang diambil oleh JK sangat tergantung pembentukan ego dirinya.
Sayangnya Golkar panik mencari ketua umumnya, kepaniklan ditransfer ke JK, nah JK maukah menerima kepanikan itu ?
 
 
spacer
  
  JK masih berfikir dengan nuansa kekuasaan (ipanregar@ya..., 15/12/2004 05:07)
Apabila rencana JK, untuk mengikuti pemilihan ketua umum dalam munas Golkar mendatang menjadi kenyataan, menurut pendapat saya sangat memperihatinkan. Menurut peraturan, rangkap jabatan memang tidak diharamkan, namun secara etika dan moral, seorang wakil presiden aktif, perlu mempertimbangkannya. Mengurus negara ini, memerlukan konsentrasi yang cukup tinggi, karena kondisi kehidupan rakyatnya, yang sampai saat ini, belum juga mencapai taraf kehidupan standart. Masih banyak rakyatnya yang hidup d... <611 huruf lagi>
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 14 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer