spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Keputusan Harus Ditaati

Hasyim Muzadi (GATRA/Ivan N. Patmadiwiria)KETIKA gagal dalam pemilu presiden 2004, banyak orang memperkirakan KH Hasyim Muzadi juga akan tergusur dari kursi Ketua Umum PBNU. Apalagi ada gerakan "asal bukan Hasyim" yang dimotori KH Abdurrahman "Gus Dur" Wahid. Toh, akhirnya ia terpilih kembali memimpin organisasi massa Islam terbesar di negeri ini.

Kemenangan Hasyim tak lepas dari akarnya yang begitu kuat di jalur struktural NU. Maklum saja, Hasyim yang lahir di Tuban, Jawa Timur, 9 Agustus 1945, merintis karier ke-NU-annya dari bawah. Ia mulai jadi pengurus NU tingkat ranting (kecamatan) hingga kemudian menduduki Ketua Umum PBNU.

Hanya saja, terpilihnya dia kali ini tak semulus periode sebelumnya. Gus Dur terus "mengancam" dengan NU tandingan. Apa yang akan dilakukan Hasyim? Kepada Ajeng Ritzki Pitakasari dari Gatra, KH Hasyim Muzadi memaparkan rencananya. Petikannya:

Spirit apa yang melandasi penyusunan pengurus PBNU, dan kapan selesainya?
Soal kepengurusan akan dibahas, dan selesai 10 Desember ini. Setelah itu, kami akan menyusun pleno yang terdiri dari lembaga-lembaga pengurus harian dan lajnah dalam rapat formatur di Pati. Spirit kepengurusan kali ini adalah semua yang diperlukan NU. Tidak lagi melihat kubu-kubu dan orang-orang yang bertentangan. Seandainya dia memang kompeten, ya, dipakai.

Apakah memasukkan kaum muda NU?
Separuh-separuh. Ini kan masih kelanjutan dari pengurus yang lalu, maka yang lama mesti ada, sekalipun tidak penuh. Sedangkan yang baru diperlukan untuk dinamisasi. Mereka yang muda akan dimasukkan dalam lembaga-lembaga dan lajnah, posisi strategis, dan pleno harian. Mereka akan diposisikan untuk operasional. Anak-anak ini mesti direkrut karena rata-rata lebih muda dan kenyataannya lebih pintar.

Tentang format ideal NU, seperti membersihkan dari tokoh-tokoh yang berkecimpung dalam politik?
Untuk yang pertama sebenarnya mudah, tinggal dibuat aturannya. Kemarin ada kecenderungan terjun ke politik, karena peluangnya masih terbuka. Dulu orang yang akan mencalonkan menjadi anggota legislatif atau eksekutif cuma dinonaktifkan. Sekarang tidak mungkin lagi. Jadi, sudah tidak bakal ada pengurus harian yang nyalon-nyalon. Kalau ingin jadi pengurus harian, dia harus berhenti. Kami bukannya ngomong tidak boleh, lho. Tidak melarang karena partisipasi politik hak setiap warga negara. Kami tak akan menghalangi, cuma dia tidak bisa menjadi pengurus harian lagi. Harus berhenti. Kemarin dengan hanya nonaktif, sehingga terasa ada politisasi. Sebenarnya "politisasi" itu juga diembuskan orang politik.

Apa yang akan dilakukan pada kubu yang bertentangan?
Prinsipnya akan melakukan akomodasi, tapi wujudnya bagaimana? Tunggu tanggal 10-lah. Kalau saya omong, nanti mendahului formatur. Tapi akomodasi pasti. NU kan punya beberapa dimensi. Pada tingkat pengurus harian, pengurus pleno, dan pengurus kultural. Nah, akomodasi itu dalam bentuk apa? Itu yang akan dipikirkan dan diputuskan nanti. NU ini sudah biasa kalau mau muktamar semua berkompetisi, tapi kalau sudah selesai, semua ya... sudah.

Anda tentu tak ingin NU pecah. Lalu, bagaimana menyikapi ide Gus Dur yang akan membentuk NU tandingan?
Tentu semua manginginkan NU tidak pecah. Siapa sih yang menginginkan pecah. Sekarang ini, fokusnya sedang memperkokoh institutional building, di mana keputusan-keputusan formal mesti ditaati bersama. Nah, itu masih dalam proses. Ada yang bisa menerima. Ada juga sudah diputuskan dan dia ikut memutuskan, tapi masih juga belum menerima. Itu kan tergantung perangai orang per orang. Untuk rekonsiliasi, seperti yang saya bilang tadi, ada dimensi-dimensinya yang dipakai, dan seperti apa bentuknya bisa dilihat setelah keputusan selesai.

Diperlukan bantuan pihak ketiga?
Ah, ndak perlu. Kalau ada pihak ketiga, nanti malah ada masalah ketiga. NU tidak pernah ngebon orang untuk menyelesaikan masalah-masalahnya.

Prioritas Anda dalam lima tahun ke depan?
Pertama, penguatan institusional, dan itu dalam proses. Ketika itu belum mapan, program terganggu. Kedua, posisi modernisasi pemikiran keagaamaan oleh NU. Intinya tidak ekstrem, tidak teror, tapi juga tidak liberal. Kemudian masalah kerakyatan, seperti ekonomi kecil, pendidikan, budaya, dan juga hubungan internasional. Dan yang pasti, tidak melakukan politik praktis. Kalau toh kami ikut politik, maka politiknya kebangsaan yang sifatnya gerakan moral.

Kalau pemerintah punya rencana 100 hari, apa Anda juga punya program yang mirip-mirip itu?
Ah, nggak-lah. Nggak usah ikut-ikutan. Pokoknya, kami kerja keras. Setiap hari dan nggak usah dihitung diperlukan beberapa hari.

Kalau ada yang mengajak, apa akan maju lagi dalam pemilu mendatang sebagai calon presiden atau wakil presiden, misalnya?
Ah, nggak. Hal itu sudah tidak bisa dilakukan. Dulu bisa karena kondisi memang memungkinkan.

Apakah Anda berketetapan hati untuk itu?
Ya, insya Allah.

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  jadsikan sebuah faham / aliran saja (cakbadar@ma..., 15/12/2004 07:20)
N.U itu sesuai dengan aslinya adalah sebuah aliran atau faham saja , seharusnya tak usah terlalu terorganisir , terlalu resmi seperti partai saja , yang ahirnya seakan2 sebuah kerajaan atau pemerintahan . sebetulnya banyak orang yang berfaham N.U tapi tak menjadi anggota N.U , ciri2 mereka suka tahlilan suka pakai kunut di shalat subuh . Imam syafi iy dulu mecetuskan sebuah faham yang di anut oleh N.U meskipun tak persis banget sudah banyak perobahan . kalau terlalu terorganisir itu jadi rebutan... <301 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Semangat Baja (billy_pratama@ya..., 14/12/2004 16:57)
Pertama-tama saya ucapkan kepada Bapak Selamat menjadi ketua PBNU yang kedua kalinya, pertahankan semangat "baja" anda. Biar apa kata orang, yang penting Bapak dipiih secara fair di muktamar NU. Isu miring/suap memang sering dilontarkan oleh pihak yang kalah, terutama oleh Gus Dur, dari mana ia bisa tahu isu suap sedangkan pengelihatannya nggak beres, cuma dengar dari pembisiknya. Memang kalo orang udah turun dari jabatan, akan merasa stress, apalagi jabatannya presiden.
Namanya power sindrom, ... <326 huruf lagi>
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 14 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer