spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
TIMUR TENGAH
spacer
 
Wartawati Calonkan Diri Sebagai Presiden Palestina

Yerusalem, 29 November 2004 10:04
Seorang wartawati yang berkantor di Yerusalem hari Minggu menjadi wanita pertama yang mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Palestina setelah kematian Yasser Arafat.

Majeda el-Batsh mengatakan, ia ingin Pemerintah Palestina memberikan perhatian yang lebih bagi kebutuhan sekitar 220.000 warga Yerusalem timur yang dicaplok Israel, tidak hanya menyuarakan "slogan-slogan".

"Saya mengumumkan niat saya hari ini untuk menjadi calon dalam pemilihan presiden Palestina. Saya melakukan hal ini sebagai seorang Palestina dari Yerusalem dan sebagai seorang wanita dalam upaya menerapkan hak-hak demokrasi saya," katanya pada jumpa pers di Yerusalem timur.

Ia menyatakan, sejauh ini ia telah memperoleh duapertiga dari 5.000 tandatangan yang diperlukan untuk meloloskan pencalonannya dalam pemilihan 9 Januari itu.

"Tandatangan-tandatangan itu berasal dari Yerusalem, Gaza, (kota-kota Tepi Barat) Nablus, Jenin dan Tulkarem dimana orang yang mendukung saya melakukan pekerjaan sangat efisien," tambah wanita tersebut.

Israel telah menyatakan, mereka akan mengizinkan penduduk Yerusalem timur untuk mengambil bagian dalam pemilihan itu, namun pemberian suara mungkin akan dilakukan melalui kertas pos dan tidak di distrik-distrik pemilihan -- suatu langkah yang mengulangi kompromi sebelumnya dalam pemilihan umum Palestina pada 1996.

"Yerusalem telah menjadi sebuah slogan yang digunakan oleh para pemimpin politik, seringkali tanpa arti," kata Batsh. "Para perunding Palestina juga mengabaikan masalah vital ini yang telah membuat Yerusalem menjadi kekhawatiran." Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Mahmud Abbas, calon resmi kelompok dominan Fatah, adalah tokoh favorit unggulan untuk menang dalam pemilihan presiden itu.

Dalam pemilihan pertama presiden Palestina pada 1996, Arafat mengalahkan aktivis sosial wanita Samira Khalil.

Arafat meninggal di sebuah rumah sakit militer di daerah pinggiran Paris pada bulan ini karena penyakit yang belum jelas. Laporan medis menyebutkan ia mengalami penggumpalan darah, sementara sejumlah pejabat Palestina yakin ia diracun. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 14 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer