spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Gus Sholah: Saya Tidak Bersedia

Jakarta, 11 Desember 2004 17:58
Meskipun namanya sudah dicantumkan, Salahuddin Wahid alias Gus Solah ternyata tidak bersedia menjadi salah seorang Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Saya tadi sudah telepon Pak Hasyim dan Kiai Sahal bahwa saya tidak bersedia," kata Gus Solah ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu petang, menanggapi pengumuman susunan kepengurusan PBNU 2004-2009 yang disampaikan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi.

Ketua Umum Tanfidziah PBNU KH Hasyim Muzadi dan Rois Aam KH Sahal Mahfudz terpilih dalam Muktamar ke-31 NU di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jateng, 28 November - 2 Desember 2004, mereka mempertahankan posisi untuk kedua kalinya pada periode 1999-2004 dan 2004-2009.

Ketika ditanyakan mengapa tidak bersedia, Gus Solah yang juga salah seorang Ketua PBNU periode 1999-2004 mengatakan bahwa dirinya ingin menjadi penengah kedua kubu, Hasyim dan Abdurrahman Wahid, yang berseteru pada Muktamar ke-31 NU.

Gus Solah yang juga adik kandung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan, ia memutuskan tidak bersedia duduk dalam jabatan salah seorang Ketua PBNU diambil sebelum melaksanakan Sholat Subuh pada Sabtu (11/12).

"Sebelum sholat Subuh, saya sholat sunat Istiqarah (minta petunjuk Allah SWT), dan saya mendapatkan petunjuk melalui Surat An Naml dalam Al Qur`an ayat 29-34 yang intinya, pesan untuk melakukan islah (rujuk). Saya ingin islah itu terjadi," katanya.

Meskipun namanya sudah dicantumkan dalam kepengurusan PBNU 2004-2009, Gus Solah tidak menuntut Hasyim untuk menghapus namanya.

"Biarkan saja, Pak Hasyim sudah tahu saya tidak bersedia," katanya.

Sedangkan terhadap nama-nama lain yang tercantum dalam kepengurusan baru PBNU itu, Gus Solah menyerahkan kepada masing-masing individu untuk menerima atau tidak duduk dalam kepengurusan itu.

Oleh karena itu, katanya, ia tidak ingin disebut sebagai kelompok Hasyim atau kelompok Gus Dur, tetapi ia menginginkan agar kedua kubu tersebut terjadi islah agar NU tetap solid.

"Justru, ke depan kita ingin upaya sungguh-sungguh terjadi islah agar masalahnya tidak menjadi serius," katanya.

Mantan Calon Wakil Presiden dari Partai Golkar pada Pilpres 2004 itu juga berharap NU tidak lagi berpolitik praktis seperti yang terjadi dalam Pemilu Legislatif dan Pilpres 2004. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 11 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer