spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
JAWA
spacer
 
Arus Balik
Lebih 10 Ton Ikan Mas dan Nila Mati di Saguling

Bandung, 9 Desember 2004 13:58
Sekitar 10,8 ton ikan mas dan nila mati akibat arus balik yang terjadi karena perubahan cuaca di Saguling, Kabupaten Bandung.

Dinas Perikanan Kabupaten Bandung, Kamis, mencatat kerugian sekitar Rp 72. 450.000 yang berasal dari 2,6 ton ikan mas dan 8,25 ton ikan nila.

Ikan yang mati tersebut berada di tiga kecamatan yang dilalui Saguling, yakni Kecamatan Cililin yang terdiri dari 4 desa, masing-masing Bongas, Budihardjo, Batulayang dan Karanganyar di Kecamatan Cihampelas, Desa Mekarjaya dan Tanjungjaya dan Desa Citalem dan Baranangsiang di Kecamatan Cipongkor.

Kasub Tata Usaha Ir Dadang Kharisuddin Dinas Perikanan Kabupaten Bandung mengatakan, penyebab utama kematian puluhan ton ikan tersebut dominan disebabkan oleh pergantian cuaca yang mengakibatkan arus balik air.

Pada musim penghujan seperti ini, suhu yang berada di atas permukaan air cenderung tinggi tetapi mempunyai berat jenis yang rendah sehingga itu terjadi arus balik yang mengakibatkan air yang ada di kedalaman sungai berbalik naik ke permukaan.

Hal ini dikarenakan suhu di kedalaman lebih rendah dan berat jenis yang tinggi," kata Dadang di ruang kerjanya.

Dikatakan, karena di dasar sungai banyak endapan sisa pembusukan yang berasal dari makanan atau bangkai-bangkai binatang, maka ketika endapan itu naik keatas membuat zat-zat seperti amoniak atau sulfida yang berasal dari pembusukan berbaur dengan air.

"Kalau ikan tersebut tidak berada di dalam jaring maka ikan akan mencari tempat yang lebih bersih. Tetapi karena mereka terkurung dalam jaring, akhirnya ikan-ikan itu mati seketika," ujar Dadang.

Menurut Dadang, jika kejadian arus balik ini murni disebabkan oleh kejadian alam, maka waktunya sulit diprediksi, sehingga para peternak ikan pun sulit mengantisipasinya.

"Tetapi para peternak biasanya sudah sangat siap dengan kejadian alam seperti ini, sehingga apabila musim hujan datang biasanya mereka cenderung lebih sedikit menanam benihnya," katanya.

Sebenarnya ada alat untuk mengantisipasi kerugian yang lebih banyak bagi para peternak, yaitu sebuah alat yang dinamakan Early Warning System.

Alat ini dapat mengukur perubahan suhu sampai kedalaman tertentu, sehingga bisa terhitung berapa jam atau menit akan terjadi arus balik. "Tetapi sayang, sampai saat ini alat tersebut daya kerjanya masih kurang optimal," jelas Dadang. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 11 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer