spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
TIMUR TENGAH
spacer
 
Hamas Tolak Gencatan Senjata dengan Israel

Gaza, 6 Desember 2004 04:38
Hamas mengesampingkan gencatan senjata apa pun dengan Israel, Minggu, dan mengulangi keinginannya untuk menghancurkan negara Yahudi tersebut, dengan menolak komentar yang tampaknya bersifat damai yang disampaikan salah seorang pemimpin kelompok garis keras Palestina itu.

"Tidak ada pembicaraan mengenai gencatan senjata apa pun saat ini," kata Mahmoud al-Zahar, seorang pemimpin senior Hamas, kepada wartawan.

"Strategi kami adalah membebaskan semua tanah Palestina," kata Zahar, menunjuk pada wilayah-wilayah Tepi Barat, Jalur Gaza dan Israel.

Hassan Youssef, pemimpin tinggi Hamas di Tepi Barat, mengatakan, Jumat, kelompok itu bisa menyetujui pembentukan negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dan sebuah gencatan senjata jangka panjang dengan Israel.

Pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Mahmoud Abbas telah berusaha membujuk kelompok-kelompok garis keras Palestina agar menghentikan serangan terhadap Israel untuk melancarkan pemilihan umum presiden pada 9 Januari yang akan menetapkan pengganti Yasser Arafat yang meninggal bulan lalu.

Hamas membunuh ratusan orang Israel dalam pemboman bunuh diri dan serangan lain. Pejabat-pejabat Palestina khawatir serangan lebih lanjut bisa menyulut pembalasan Israel dan mengganggu pemilihan presiden Palestina, yang merupakan pemilihan pertama sejak 1996.

Zahar mengatakan bahwa meski Hamas akan memboikot pemilihan itu, mereka akan mempertimbangkan mengambil bagian dalam pemilihan umum legislatif Palestina yang dijadwalkan berlangsung pada musim semi.

"Keinginan kami untuk mengambil bagian dalam pemilu itu merupakan tuntutan nasional setelah sistem korupsi berkepanjangan mempengaruhi tujuan nasional, integritas dalam negeri dan rakyat Palestina," kata Zahar.

Pada 1996, Hamas memboikot pemilihan-pemilihan umum legislatif dan presiden, karena mereka menentang perjanjian perdamaian sementara Palestina-Israel.

Hamas telah mengungkapkan keinginannya untuk bergabung dalam pemerintah Palestina yang dikendalikan Fatah setelah Perdana Menteri Israel Ariel Sharon membeberkan rencananya untuk menarik diri dari Gaza pada 2005.

Zahar mengatakan, kelompok garis keras itu sudah memulai pembicaraan dengan Fatah mengenai masa depan Gaza.

Israel, yang mencemaskan pengambilalihan wilayah tersebut oleh kelompok garis keras Palestina setelah penarikan mereka, mendesak Mesir melatih aparat-aparat keamanan Palestina agar mereka bisa mengendalikan wilayah itu. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 11 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer