spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
SUMATERA
spacer
 
Populasi Badak Sumatera di Bengkulu Terancam Punah

Bengkulu, 9 Desember 2004 10:52
Populasi badak sumatera (rhino sumateran) yang hidup di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu, terancam punah. Diperkirakan tinggal sekitar tiga-lima ekor lagi.

Kasie Wilayah II TNKS Provinsi Bengkulu, Nur Azman di Bengkulu, Kamis mengatakan, berkurangnya jumlah Badak Sumatera itu karena maraknya praktik perburuan liar.

"Perburuan Badak Sumatara secara besar-besaran terjadi pada tahun 1990-an oleh masyarakat. Pada waktu itu kami menemukan 13 badak mati di TNKS," katanya.

Dijelaskan, pada kurun waktu 1990-1993 tim TNKS menemukan 12 ekor badak mati akibat dibunuh dan diambil cula (tanduk)-nya, kemudian pada 1994 ditemukan satu ekor mati.

"Pada tahun 1990 berhasil menangkap 46 orang pemburu badak," katanya.

Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Agus Priambudi, mengatakan, hingga saat ini praktik perburuan badak di daerah itu masih terus terjadi dan sangat mengancam keberadaan binatang langka tersebut.

"Perburuan badak itu dilakukan oleh masyarakat dengan dukungan dana dari pihak lain, diantaranya dari Jakarta dan beberapa daerah di Sumatera," kata Agus Priambudi.

Bahkan, di Sumatera Barat sudah ditemukan adanya penjualan aksesoris yang dibuat dari tulang/tanduk dan kulit badak serta beberapa bagian badan binatang itu yang dijadikan ramuan obat kuat.

Dari keterangan para penjual, lanjut dia, diperolah informasi produk dibuat aksesoris dan obat itu, badaknya hasil perburuan dari hutan di Bengkulu.

Habitat Badak Sumatera di Bengkulu, di antaranya barada di kawasan hutan TNKS di Air Hitam, Kabupaten Muko-Muko.

Modus perburuan yang terjadi yakni para pemodal asal daerah lain mendatangi masyarakat setempat dan memberikan sejumlah uang dengan imbalan bagian tubuh binatang langka tersebut.

Terkait dengan maraknya perburuan badak dan guna menyelematkannya, kata Agus, BKSDA Bengkulu bekerja sama dengan LSM PKBI (Program Konservasi Badak Indonesia) akan melakukan beberapa upaya diantaranya memindahkan badak tempat penangkaran di Way Kambas, Lampung.

Selain itu, secara rutin diturumkan tim anti perburuan pada kawasan hutan Air Hitam dan lokasi lain yang diidentifikasi sebagai habitat binatang langka tersebut.

"Selain melakukan pengawasan, tim anti perburan juga melakukan razia dan melepaskan jaring-jaring yang digunakan para pemburu untuk menangkap badak itu," katanya. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  satu demi satu meninggalkan kita (wates55@ya..., 10/12/2004 05:28)
Sedih ya kita nggak pernah bisa melertarikan satwa, sesudah harimau jawa, kini badak sumatera, belum lagi kebudayaan tradisionilnya
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 09 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer