spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
TEKNOLOGI & SAINS
spacer
 
Senjata Para Maskapai

Ilustrasi Promo Altéa (Dok. Amadeus)LIMA penumpang dari Sydney ke Paris (lewat Hong Kong) bakal ketinggalan pesawat terusan mereka. Pesawat dari Sydney baru akan tiba 20 menit setelah penerbangan Hong Kong-Paris mengudara. Apa yang terjadi kemudian? Di belakang meja beberapa orang harus sibuk mengutak-atik komputer, menelpon, mencetak dokumen, juga berlarian antar-meja, untuk menyelamatkan perjalanan kelima penumpang tersebut.

Makin pendek informasi keterlambatan itu datang, para staf penerbangan itu semakin kalut. Maklum di era persaingan antar-maskapai, penumpang adalah raja diraja. Sebenarnya ada skenario lain untuk menuntaskan insiden yang kerap membuat awak perusahaan penerbangan sakit kepala itu. Serahkan saja pada Altéa. Sistem manajemen pelanggan keluaran Amadeus, perusahaan berkantor pusat di Spanyol, itu akan menyelesaikannya tanpa bicara sepatah kata.

Begitu menerima informasi kelambatan, Altéa akan menganalisis situasi dan seketika itu juga mencarikan pesawat baru dari pangkalan data yang bisa mengakses 95% jadwal penerbangan seluruh dunia. Altéa juga akan mengatur mulai proses check-in hingga beberapa pekerjaan yang biasa dilakukan manusia, seperti mengurus dokumen bagasi. Sehingga, saat mendarat, kelima penumpang tinggal masuk ke pesawat pengganti. Altéa juga mengaturkan tempat duduk, agar kelima anggota keluarga dari Sydney tadi tetap berdekatan.

"Altéa bekerja seketika, tak terlihat, dan berkomunikasi tanpa kertas dengan aneka sistem, seperti pengendali keberangkatan, penjualan tiket, dan jadwal penerbangan," kata Tim Russell, Managing Director Amadeus Australia, dalam jumpa pers di Sydney awal November lalu. Tak cuma itu, Altéa juga tak akan membiarkan pesawat terusan itu berangkat ke Paris dengan lima kursi kosong.

Sistem yang dikembangkan Amadeus itu akan menyerahkan lima tempat duduk pada penumpang ke Paris yang ada pada daftar antre. Bila tak ada antrean --dan info kelambatan minimal empat jam sebelum pesawat lepas landas-- kursi kosong itu akan dilempar ke 64.377 tempat penjualan tiket di seluruh dunia. Sehingga, perusahaan penerbangan masih berpeluang mendapat keuntungan dari insiden tadi. "Dengan sistem yang ada sekarang, hal ini hampir mustahil dilakukan," kata Russell.

Altéa merupakan sistem pengelolaan informasi yang memadukan tiga fungsi kritis dalam industri penerbangan. Yaitu, inventori (jadwal penerbangan dan jumlah kursi), penjualan dan pemesanan tiket, serta pengendali keberangkatan. Sebagai perusahaan terbesar dalam jaringan penjualan tiket lintas negeri (global distribution system) Amadeus sudah 10 tahun menggunakan peranti lunak Altéa Sell, dan Altéa Fly (software pengendali keberangkatan).

Bagian terbaru adalah Altéa Plan yang mengatur inventori. Selain mengurus jadwal penerbangan dan jumlah kursi yang disediakan tiap pesawat, Altéa Plan juga menjadi peranti pemuas penumpang. Di dalamnya sudah tercatat sekitar 36 juta nama penumpang berikut beberapa kesenangannya di pesawat, misalnya suka duduk di dekat jendela atau lorong, makanan ataupun koran favorit. Sehingga bila sang penumpang pesan tiket, langsung diberi tempat duduk kesenangannya.

Perusahaan pertama di dunia yang menggunakan peranti inventori Amadeus adalah maskapai Australia Qantas. Peresmian penggunan Altéa Plan dilakukan di Sydney, 8 November silam. Menurut General Manager Qantas Fiona Balfour, fitur kunci Altéa Plan adalah memaksimalkan pemasukan perusahaan lewat kemampuannya menganalisis laju data penumpang.

Pengunaan sistem baru --sebelumnya Qantas menggunakan Qube System buatan sendiri-- tentu bukan perkara enteng. Menurut Fiona, untuk memindahkan 600.000 penerbangan dan 1,8 juta penumpang setianya, Qantas perlu persiapan selama dua tahun dan proses migrasi selama 4 bulan. Juga tentu ongkos tidak murah. Qantas menanamkan A$ 400 juta selama 10 tahun untuk menggunakan teknologi informasi Amadeus tersebut.

Dengan biaya setinggi itu, mungkinkah maskapai-maskapai baru Indonesia menggunakan Altéa? "Mungkin saja, beberapa maskapai bergabung dan menggunakan sistem bersama," kata Paul Martin, Corporate Marketing Amadeus Asia Pacific pada Gatra. Memang tidak murah, Martin melanjutkan, melainkan untuk bertahan di tengah persaingan bisnis penerbangan yang ketat maskapai penerbagangan jelas perlu senjata yang tepat.

Dani Hamdani
[Multimedia, Gatra No. 3 beredar Jumat, 26 November 2004]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Maskapai Siap, Manusianya Tidak Siap (equator_sky@ho..., 28/11/2004 21:13)
Dalam dunia bisnis penerbangan, automatisasi adalah teknologi lama yang terus dikembangkan tanpa henti. Sebelumnya, sistim automatisasi cenderung untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi perusahaan, lalu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Seiring dengan makin maraknya aliasi penerbangan, makin banyaknya jumlah frekuensi penerbangan di dunia, dan ditambah makin sengitnya persaingan, maka sistim automatisasi semakin dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan penumpang secara langsung.

Ap... <1424 huruf lagi>
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 09 December 2004 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer