Home   Gatra.com   Log out  
 
User Name Password  
[ Anggota baru | Lupa password ]
Arsip Majalah | Tentang Gobang | Ketentuan | Menu Anggota

INTRIK & MESKIPUN TETAPI

Kepiting

Produk Anda bisa saja sangat sepele. Namun, bila dibungkus dengan cerita yang pas, hasilnya akan sangat dahsyat. Anda juga butuh panggung atraktif untuk menceritakannya.

KONON, di sebelah timur utara Suzhou, di wilayah Jiangsu, ada sebuah danau bernama Yangcheng. Selama 2.000 tahun lebih, danau ini menyimpan sebuah misteri tentang kepiting berambut, yang beken disebut hairy crab. Kepiting ini besarnya hanya seukuran telapak tangan, dan biasanya masuk dewasa antara September dan Desember. Dagingnya sangat lembut dan manis.

Sejak dahulu kala, kepiting unik ini diburu banyak orang karena kelezatannya. Dan energi dinginnya dipercaya dapat mendinginkan tubuh kita. Tak mengherankan bila sejak dulu, para pujangga dan novelis selalu menyebut kepiting ini dalam banyak cerita.

Kalau Anda membaca novel klasik A Dream of Red Mansions, ada bab yang menceritakan pengalaman makan kepiting berambut ini. Kepiting disantap sambil menghirup anggur, di bawah bulan purnama musim gugur. Oh, indahnya.

Kepiting berambut ini memiliki daging yang lembut, penuh nutrisi, dan sangat aromatik. Harganya tidak murah. Di Hong Kong, pernah tercatat bahwa kepiting berambut yang asli dari Danau Yangcheng harganya mencapai US$ 60 per ekor. Luar biasa.

Tahun 2004, harga rata-rata kepiting ini mencapai di atas Rp 250.000 per kilo. Konon, wilayah peternakan kepiting ini telah menciut dari 7.333 hektare menjadi 3.000 hektare.

Tak mengherankan apabila banyak orang mencoba memalsukan kepiting ini. Jadi, kalau mau makan kepiting berambut yang asli, Anda harus pergi ke restoran bereputasi. Restoran itu harus mampu memperlihatkan setifikat asli sebagai agen resmi.

Untuk menjaga kualitas dan reputasi, peternak kepiting di Danau Yangcheng membuat asosiasi khusus The Yangcheng Lake Crab Trade Association. Tiap kepiting yang asli, kulitnya ditempeli pelat logam tipis dengan kode khusus 18 digit.

Ketika berkunjung ke Shanghai baru-baru ini, saya juga tak mau ketinggalan ikut berburu makan kepiting berambut ini. Teman saya yang menemani menyarankan sebuah restoran mewah. Namanya Dynasty. Nama yang tepat.

Kami menyewa sebuah ruang makan pribadi di lantai IV. Biaya minimum Rp 2 juta per kamar. Ketika kami sampai di lobi restoran, di dindingnya tertera nama pelanggan yang sudah memesan kamar makan pribadi dan nomor kamarnya. Kalau nama Anda tidak ada di sana, jangan harap bisa naik ke lantai IV.

Sejak masuk lift hingga koridor lantai IV, terpampang jelas larangan memotret. Karena konon semua desain interiornya dipatenkan. Ketika masuk kamar 402, sejenak kami semua terpana dan bibir kami tak hentinya berdecak kagum.

Meja ditata sangat rapi dengan karangan bunga mawar besar di tengah. Semua gelas terbuat dari kristal. Sumpit dan tatakannya, sendok, hingga kotak tusuk gigi, semuanya berlapis emas. Kursi dan interior kami didesain gaya Eropa, yang aristrokat dan elegan.

Malam itu, ada tiga hidangan kepiting berambut. Yang pertama, sup sirip ikan hiu dengan telur kepiting berambut. Karena kepiting berambut mengandung energi dingin, kami makan sup ditemani arak Shaoxing hangat. Betul-betul luar biasa.

Masakan kedua, daging dan telur kepiting berambut yang dimasak dengan aneka jamur liar. Dan terakhir adalah kepiting berambut rebus. Tapi kolega saya, orang Amerika, sama sekali tidak merasa menikmati masakan kepiting. Menurut dia, kepiting ini kurus tak berdaging. Tak seperti kepiting Amerika yang lebih berisi.

Saya tertawa saja mendengarnya. Tapi itulah inti ilmu marketing yang sebenarnya. Kepiting yang dibungkus kental dengan mitos, legenda, dan tradisi menjadi sebuah atraksi mahal.

Produk Anda bisa saja sangat sepele. Namun, bila dibungkus dengan cerita yang pas, hasilnya akan sangat dahsyat. Anda juga butuh panggung atraktif untuk menceritakannya.

Nah, kombinasi ini biasanya ampuh luar biasa. Menjadi sihir yang memukau siapa saja. Termasuk saya.

Kafi Kurnia
peka@indo.net.id



Tumbal

MESKIPUN rezim baru sudah sebulan, segala sesuatu berjalan "business as usual", termasuk aksi kerusuhan dan kekerasan yang memakan korban, seperti di Poso, Papua, dan di Bojong. Bahkan, dua hari sesudah Lebaran, rombongan Presiden SBY menyebabkan enam orang tewas dalam tabrakan beruntun di jalan tol Jagorawi.
"Mudah-mudahan itu tidak ditafsirkan sebagai 'tumbal' bagi sebulan kepresidenan SBY," kata Joko Parepare (JP).
"Mudah-mudahan juga tidak dihubung-hubungkan dengan jabat tangan dengan Presiden Bush dan deklarasi antiterorisme di Santiago," kata Maman Halmahera (MH).
"Jaka Sembung makan ketupat...!" kata JP.

***

TETAPI, Presiden SBY menyatakan masih "akan" menerbitkan inpres --bukan keppres atau perpu-- pemberantasan korupsi, bulan Desember.
"Mudah-mudahan itu tidak ditafsirkan hendak menunggu tali silaturahmi dengan para koruptor dieratkan dulu, sambil memohon maaf lahir dan batin...," kata MH.
"Mudah-mudahan Pak SBY tidak lupa bahwa masa kampanye sudah lama lewat," kata JP.

***

TETAPI, visum di Belanda menyebutkan: Munir tewas oleh racun arsen. Istri sang pejuang HAM pun diteror dengan bingkisan berisi kepala dan ceker ayam busuk, disertai tulisan: "Awas!!! Jangan libatkan TNI dalam kematian Munir. Mau menyusul seperti ini?!"
Panglima TNI pun sambil tertawa-tawa menyatakan, "Biarin aja, nggak bener itu..., kami tak ada kaitannya dengan Munir."
"Awas!!! Jangan makan telur di kandang ayam. Mau tertawa-tawa seperti itu?!" kata MH.

***

TETAPI Komisi III DPR akan membentuk tim pencari fakta untuk kecelakaan di jalan tol Jagorawi, dan untuk kasus kematian Munir.
"Mudah-mudahan tidak ada petugas yang menghentikan mereka secara mendadak di tengah jalan!" kata MH.
"Awas!!! Jangan stop Andi Mallarangeng di jalan tol...!" kata JP.

Yudhistira ANM Massardi
ymassardi@gatra.com

Cover GATRA Edisi 03/2005 (GATRA/Tim Desain)
 
RUBRIK

Apa & Siapa
Astakona
Buku
Ekonomi & Bisnis
Esai
Film
Hukum
Ilmu & Teknologi
Internasional
Intrik & Meskipun Tetapi
Kesehatan
Kolom
Kriminalitas
Laporan Khusus
Laporan Utama
Multimedia
Musik
Nasional
Olahraga
Pendidikan
Perilaku
Prayojana
Rona Niaga
Seni
Serambi
Surat & Komentar
 
Created and maintained by Gatra.com