spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
WISATA & HIBURAN
spacer
 
Dong Feng
Paket Cinta Angin Timur

Dong Feng (GATRA/Imam Sukamto)MUDA, penuh talenta. Wajah juga oke. Tapi dengan sadar, Ivan Liem, Steven Hwang, Fendi Saga, Anton Chen, dan Erwin Wu memilih jalur musik yang jarang dilirik anak muda saat ini: pop progresif Mandarin. Lagu-lagu berbahasa Cina dialek Mandarin, Kanton, dan Hokkian yang dikemas dalam napas pop progresif.

Bahwa mereka keturunan Cina memang punya andil dalam keputusan pemilihan aliran tadi. Tapi sebagai sebuah grup, mungkin baru mereka yang melakukannya. Dong Feng, itulah nama bandnya.

Dong Feng (baca: Tung Fung), dalam bahasa Cina, berarti angin timur. Itu bukan sembarang pilihan, karena di baliknya ada makna lain. Yaitu keinginan melawan "angin barat", analogi untuk artis-artis Barat yang selama ini menguasai blantika musik di sini.

Bagaimana caranya? Ivan dan kawan-kawan mengemas lagu-lagunya dalam berbagai gaya. Mulai rock, pop, balada, hingga funk. Misalnya, Hou Hui (Penyesalan) dibuat dengan gaya rock progesif macam Dream Theatre. Atau Shanny, yang berat sekali dengan napas balada.

Selain Dream Theatre, personel Dong Feng dipengaruhi oleh musik pop Jepang (J-Pop), grup rock kecepatan tinggi macam Metallica dan Megadeth, dan tentu saja penyanyi Mandarin kondang seperti Emil Chou dan Jacky Cheung.

Ditambah lagi dengan latar belakang musik mereka yang memang beragam. Anton adalah penggemar berat jazz, tapi juga aktif sebagai musisi gospel. Erwin dulunya aktif ikut festival musik. Terakhir, pada 2001, Erwin dan Steven saling adu kemampuan dalam Asian Beat Music Festival.

Dong Feng [East Wind] (GATRA/Edward Luhukay)Dong Feng adalah ide Ivan, yang ingin membentuk sebuah kelompok musik berbahasa Mandarin dengan mengandalkan program komputer. Namun ide itu berubah menjadi keinginan mendirikan band. "Makin banyak orang yang terlibat, makin seru musik yang dihasilkan," kata Steven.

Dari lingkungan kampus yang sama, Universitas Bina Nusantara, Ivan dan Steven kemudian bertemu dengan tiga personel lainnya. Awalnya, Oktober 2001, mereka mendirikan grup H2O. Mereka main di panggung-panggung kampus. Tapi itu kurang memuaskan semua personel H2O.

Mereka mulai mengirimkan empat lagu ke beberapa perusahaan rekaman. Namun hanya Gema Nada Pertiwi (GNP) yang memberi respons. Hendarmin Susilo, Produser GNP, menyebut visi H2O berbeda dari band kebanyakan. "Kami sudah punya beberapa penyanyi lagu Mandarin, tapi kami belum punya band dengan lagu Mandarin," ucapnya.

Walau GNP juga kebanjiran rekaman demo sejumlah kelompok vokal, Hendarmin tak meliriknya. "Kami ingin yang beda. Boyband Mandarin sudah banyak. Band Mandarin yang memainkan instrumen masih jarang. Jadi, Dong Feng diterima," paparnya.

November 2002, mereka masuk dapur rekaman. Seluruh proses dikerjakan dengan cepat, cuma enam bulan. Semua lirik lagu diciptakan Ivan, karena dialah satu-satunya yang fasih berbahasa Mandarin, Hokkian, dan Kanton. "Yang lain masih belajar," Fendi menimpali, sambil tertawa.

Tema lirik kebanyakan diambil dari kehidupan sehari-hari. "Tapi masih didominasi cinta," tutur Ivan. Akhir Mei 2003, album self titled, berisi 10 lagu, akhirnya keluar.

Dong Feng (GATRA/Imam Sukamto)Kemasannya pun disesuaikan dengan selera penggemar musik Mandarin. Satu paket album Dong Feng terdiri dari kaset, satu keping VCD karaoke (berisi lagu Hou Hui dan klip videonya), buku teks lagu (lengkap dengan cara membacanya), stiker, dan kartu pos. Paket itu dijual Rp 25.000.

Cara pemasaran semacam itu terbukti jitu. Album Dong Feng laris terjual. Tidak hanya di Indonesia, juga di Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Shanghai. "Kemarin juga ada permintaan album dari Taiwan dan Hong Kong," ujar Sufeni Susilo Fenny, Manajer Dong Feng.

Seiring dengan larisnya album pertama itu, undangan tampil live di berbagai stasiun televisi juga sering diterima Dong Feng. Dari "Oriental Night", "Campur-campur Live" di Antv, hingga stasiun TV swasta daerah seperti TVB di Semarang dan Manado.

Prestasi yang cukup membanggakan buat personel Dong Feng ialah ketika mereka diundang ke International Folk Song Festival di Nanning, Guang Xi, Cina, November 2003. Di acara itu, Dong Feng tampil sebagai pembuka festival, yang diikuti band-band dari seluruh dunia. "Tegang banget," kata Steven, mengenang.

Luky Setyarini
[Musik, GATRA, Edisi 19 Beredar Jumat 19 Maret 2004]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  makasih, makasih (setyarini@ya..., 08/04/2004 10:52)
waduh, makasih buat dolphincute. makasih juga buat yang udah ngeralat. saya masih butuh banyak belajar nih.
 
 
spacer
  
  thanks n salut buat gatra & mbak Luky Sertyarini (cutedolphin222@ya..., 31/03/2004 21:04)
Saya adalah penggemar Dong Feng walaupun saya tidak mengerti bahasanya karena saya bukan dari Etnis Tionghoa. Saya punya CD album mereka karena tertarik membaca berita di salah satu media dan ternyata lagunya bagus2 dan bahkan dengan buku sy-airnya saya mulai tertarik mempelajari bahasa mandarin.
Yang membuat saya salut, Dong Feng sangat bangga dan selalu menyebut mereka itu dari Indonesia (padahal setahu saya -maaf- anggotanya semua adalah warga keturunan ya mbak?).
Terima kasih buat Gatra ya... <103 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  well ada yg mau saya betulkan disini :P (creative_plasindo@ho..., 25/03/2004 11:28)
Hallo saya Widi seorang karyawan juga seorang penggemar berat Dong Feng band, disini ada sedikit kekeliruan ttg aliran Band Dong Feng mudah2an teman2 dapat memakluminya. Dong Feng adalah band Beraliran "Pop Progressive" jadi bukan "Progressive" jadi mereka tidak seperti Dream Theater ataupun Metallica, jadi walaupun Rock mereka tetap di Jalur POP. Memang saya pun mengetahui Steven adalah juga adalah salah satu personil Zabrix Band yg selama ini dikenal salah satu Band Progressive terbaik di Indo... <340 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  hmmm bagus gak nih? (inul_idolaku@pl..., 22/03/2004 22:31)
kalau dipengaruhi gaya Dream Theater,Metallica, atau Megadeth kayana aseek nih... udah ada yang pernah denger lagu2nya gak? jadi penasaran nih saya. semoga sesuai harapan saya aheee! kalau terlalu ngepop ya gak jadi tertarik saya
pokoke
Metal all the way \m/ aheeee!
 
 
spacer
  
  Bertiuplah angin timur...................... (las032002@ya..., 20/03/2004 23:14)
Selamat buat kalian semuanya.
Bertiuplah angin timur kemana saja.
Bukankah musik bahasa dunia?
Tak punya warna, suku, bangsa atau batas wilayah dan bisa pergi kemana saja.
Bisa dinikmati siapa saja dimana saja.
Kita perlu segala macam musik, apakah itu regae, dangdut, Bollywood atau padang pasir Arabia, asal saja merdu dan bikin kaki menari tanpa tahu diri ya siapa yang tak mau dan suka dengar.
All the best for the future!
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 27 March 2004 >>
SuMTW ThFSa
dot123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer