spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Bintang Mahaputera Untuk Mertua Presiden

Jakarta, 9 November 2002 08:49

Nama Tji Agus Kiemas menjadi salah satu dari tiga orang penerima penghargaan Bintang Mahaputera Nararya. Dua orang lainnya adalah Arifin, mantan ajudan Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan budayawan Umar Khayam. Ketiganya sudah almarhum. Penyerahan penghargaan itu dilakukan oleh Presiden Megawati di Istana Negara, Jumat kemarin.

Di antara ketiga nama itu, Tji Agus Kiemas yang paling menarik perhatian pers. Pasalnya, Tji Agus adalah ayah kandung Muhammad Taufik Kiemas, yang berarti mertua dari Presiden Megawati sendiri. Tak heran bila penyerahan mahaputera kepada Tji Agus mengundang kecurigaan adanya praktek KKN di balik penghargaan itu.

Seorang tokoh Golkar menyebut apa yang dilakukan Megawati terhadap Tji Agus tak ubahnya seperti apa yang dilakukan Presiden Soeharto dulu kepada orang dekatnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Presiden BJ. Habibie dan Presiden KH. Abdurahman Wahid. ''Setali tiga uang. Bau KKN,'' katanya.

Sorotan serupa juga muncul dari kalangan PAN. ''Biasalah. Jangan-jangan kalau Pak Amien Raais nanti juga jadi Presiden, beliau akan begitu pula,'' kata kader muda PAN itu sambil tergelak-gelak. Ia menganggap, pemberian bintang penghargaan yang tidak pada tempatnya aadalah menciderai sejarah.

Tjahyo Kumolo, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan di DPR, mengatakan tak kaget bila muncul suara-suara miring. ‘’Yang saya tahu, nama Tji Agus Kiemas itu muncul menjadi penerima Mahaputera lewat proses seleksi yang wajar. Meski tidak terkenal, beliau adalah pelaku sejarah di masa revolusi kemerdekaan,’’ kata Tjahyo yang dikenal sebagai orang dekat Taufik Kiemas itu.

Menurut Tjahyo, Tji Agus Kiemas yang lahir di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, 1919, itu berhak mendapatkannya. ‘’Saya kira itu ya sesuai dengan sumbang sih beliau untuk tanah airnya,’’ Tjahyo menambahkan.

Lebih jauh Tjahyo menuturkan, bahwa Tji Agus yang lulus dari sekolah elit Belanda HBS di Matraman, Batavaia, di akhir tahun 1930an itu. Ia menjalani dinas militer dengan pangkat mayor di era perang kemerdekaan. Tugasnya di Staf Umum Markas Besar TNI. Ketika pemerintahan RI hijrah ke Yogyakarta pada awal 1946, Tji Agus Kiemas ikut pindah ke Yogyakarta. Di sana ia bertetangga dengan Dr. Mr. Masdoelhak Nasoetion 9almarhum), mantan Sekretaris Wapres Moh. Hatta, yang Jumat lalu menerima Bintang Mahaputera Utama. "Pak Tji Agus seorang republiken,'' kata Tjahyo.

Dalam masa dinas militer itu Tji Agus Kiemas termasuk perwira yang ditugasi Pemerintah untuk melumpuhkan pemberontakan PKI di Madiun. Ketika militer Belanda menyerbu dan menduduki Yogyakarta 19 Desember 1948, Tji Agus yang ketika itu hidup bersama isteri dan empat puteranya, tak sempat menyingkir ke luar kota. Akibatnya, dalam sweeping oleh militer Belanda tanggal 19 Desember itu pula, ia tertangkap. Bersama Dr. Mr. Masdoelhak, dan tiga "aktivis kemerdekaan" lainnya, Tji Agus dibawa ke Pakem, di sebelah Utara Yogyakarta, untuk menjalani eksekusi.

Masdulhak dan tiga rekannya gugur oleh tembakan serdadu NICA. Namun Tji Agus, yang tertembus peluru di bagian lengan, paha dan leher, mampu bertahan. Ia diselamatkan oleh rombongan Panglima Besar Suddirman yang melewati daerah itu dalam perjalanan gerilyanya. Ajudan Jenderal Sudirman, Soepardjo Rustam (alm), yang terakhir menjabat Menko Polkam, membawa Tji Agus yang terluka parah ke Rumah sakit Pakem. Tji Agus selamat. Namun, ia kemudian meninggal dalam usia relatif muda, 48 tahun, pada 1967.

Pada awal 1970an, berturut-turut Tji Agus menerima lima bintang penghargaan. Yang pertama Bintang Gerilya, karena ia ikut aktif dalam militer di zaman perang kemerdekaan tanpa pernah menyerah kepada musuh. Ia juga menerima Bintang Perang Kemerdekaan I dan II. Tji Agus juga tercatat sebagai penerima Bintang Setya Lencana Bakti tang diberikan kepada veteran yang terluka di zaman perang kemerdekaan. Di luar itu, Tji Agus juga memperoleh penghargaan Bintang GOM I Madiun, yang diberikan kepada personil militer yang bertugas memadamkan pemberontakan PKI Madiun. Sampai akhir hayatnya ia dikaruniai sembilan putera. Taufik Kiemas adalah putera sulungnya.

Setelah penyerahan kedaulatan 1949, Tji Agus meninggalkan karir militernya dan merintis karir di Departemen Perdagangan. Ia pernah bertugas di Makassar, Jakarta, dan terakhir di Palembang sebagai Wakil Kepala Perdagangan Wilayah II Sumatera, meliputi Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung. ''Pak Tjik Agus sangat concern membuka pintu ekspor, terutama hasil bumi,’’ kata Tjahyo Kumolo. Lajunya perniagaan dari Sumatera Bagian Selatan ke luar negeri saat ini, kata Tjahyo, tak lepas dari perintisan yang dilakukan Tji Agus Kiemas antara 35-45 tahun silam.

Dalam hirarhi penghargaan Mahaputera, katagori Nararya adalah level terendah. Di atasnya ada Bintang Mahaputera Utama yang kemarin diterimakan kepada ahli waris mantan diplomat Jusuf Ronodipuro, Masdoehak Nasoetion, Nochtar Prabumangkunegara (mantan Kepala Daerah Sumatera Selatan, Saman Bakri (wakil Residen Banten), dan Johanes Abraham Dimara, pejuang dari Papua. Semuanya sudah almarhum.

Di atasnya lagi ada gelar pahlawan nasional yang Jumat lalu itu dianugerahkan kepada Jenderal (Purn) Abdul Haris Nasution, Letnan Jenderal (Purn.) GPH. Djatikusumo, Jara Luwu (Sulawesi) Andi Djemma, Pong Te'ku (tokoh pejuang dari Toraja), dan tokoh perintis kemerdekaan Iwa Kusuma Sumantri. Semuanya sudah almarhum.

Bersamaan dengan itu pula, Presiden Megawati juga memberikan penghargaan Bintang Mahaputera Budaya Paramadharma untuk sastrawan Chairil Anwar, komponis Ismail Marzuki, dan sutradara Teguh Karya, yang semuanya juga sudah almarhum. Sementara itu, Bintang Jasa Nararya diberikan kepada mendiang Go Kom Tjoan (Hendro Gunawan), mantan pimpinan cabang Legiun Veteran di Fak-Fak, Papua.


printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 10 November 2002 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdot12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer