spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
ALKISAH
spacer
 
Kesehatan Keluarga
Prof. Zakiah Darajat: Ibu Bentuk Kepribadian Anak

Bukit Tinggi, 4 Mei 2002 23:37
PAKAR pendidikan agama dan kesehatan mental, Prof.DR.Zakiah Darajat, mengatakan bahwa seorang ibu sangat berperan dalam membentuk kepribadian anak-anak yang dilahirkannya, yang kemudian akan terus berkembang hingga mereka dewasa.

"Tanpa bermaksud mengabaikan peran kaum bapak, tetapi harus diakui bahwa seorang ibu adalah sosok yang secara langsung membentuk kepribadian anak-anaknya," katanya ketika berbicara pada dialog interaktif "Perempuan Dalam Pers dan Paradigma Perjuangan Perempuan di Masa Datang" yang digelar Padang Press Club (PPC) di Bukittinggi, Sabtu.

Pada kegiatan yang dilangsungkan bersamaan dengan peluncuran buku "Roehana Koeddoes: Perempuan Sumatera Barat" karangan Fitriyanti itu, ia menyebutkan bahwa kepribadian terbentuk melalui semua pengalaman hidup yang diperoleh anak sejak ia dilahirkan, bahkan sejak ibunya mengandung.

Unsur-unsur yang diberikan ibu ketika mengandung akan memberi pengaruh positif kepada janin yang dikandungnya, dengan kata lain janin akan merasa nyaman serta bertumbuh dengan wajar dan sehat.

Sebaliknya, jika si ibu tidak suka dan hatinya menolak kehadirian anak yang sedang dikandungnya itu, maka pengaruh negatif dan mengganggu, yang pada akhirnya menyebabkan si anak mengalami goncangan di dalam rahim.

Sementara itu, sikap jiwa atau emosi ibu terhadap janin yang dikandungnya tergantung kepada sikap jiwanya terhadap suami dan lingkungan dimana ia hidup.

Lebih jauh Zakiah Darajat mengemukakan bahwa sebaiknya agama masuk dan terjalin ke dalam kepribadian anak sejak awal pembentukannya. Karena bagi seorang ibu yang beragama, berbagai kegoncangan biasanya mampu mereka atasi sendiri, karena ia sadar bahwa anak merupakan karunia Tuhan.

"ia (ibu) sadar sepenuhnya bahwa Tuhan yang menentukan apakah ia akan mendapat keturunan atau tidak, sehingga akan pasrah bila dikarunia anak dan bersabar kalau tidak," ujarnya.

Paradigma perjuangan perempuan Indonesia dari sisi kepribadian dan agama, menurut Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu, adalah mendapatkan anak yang mempunyai kepribadian yang kuat, sehat, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak baik dan bersemangat untuk memperjuangkan kehidupan bahagia bagi bangsa dan negaranya.

"Barangkali tidak ada, atau amat jarang perempuan yang tidak peduli terhadap hari depan bangsanya. Kepribadian yang baik yang dipenuhi oleh nilai-nilai agama, selalu merindukan agar anak-anak dan keturunannya hidup dalam ridho Allah, berguna bagi bangsa, negara dan orangtuanya," katanya.

Oleh karena itu, tambahnya, paradigma perjuangan perempuan Indonesia dari sisi kepribadian dan agama adalah tumbuh dan berkembanya nilai-nilai keagamaan pada diri setiap orang dan setiap anak yang lahir. [Dh, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 04 May 2002 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer