spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
NUSANTARA
spacer
 
Banjir Jabotabek
Konsep Penanganan Banjir Jakarta Baru Tuntas 2004

Jakarta, 30 Januari 2002 23:11
JANGAN heran banjir hampir melumpuhkan seluruh Jakarta. Karena konsep penangan banjir yang dimulai sejak 1999 baru tuntas tahun 2004. Itupun kalau dana yang tersedia lancar. Karena, "Penanganan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan ketersediaan dana pemerintah," kata Direktur Sumber Daya Air Wilayah Tengah Ditjen Sumber Daya Air Depkimpraswil, M. Basoeki.

Menurut Basoeki, penanganan Banjir di Jakarta dilakukan untuk menanggulangi sekitar 80 titik rawan seluas
24 hektar. Penanggulangan dilakukan melalui empat prinsip dasar pengendalian banjir.

Pertama, membuat dua Banjir Kanal yakni Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur yang berfungsi untuk mengalirkan air langsung ke laut.

Kedua, membuat sistem "polder" (bendungan) dengan membuat waduk dan memasang pompa-pompa untuk daerah-daerah yang rendah terutama di daerah Jakarta Utara yang kondisinya berada di bawah permukaan air laut.

Ketiga, adalah pembuatan pintu-pintu air pasang untuk melindungi daerah banjir akibat pasang laut.

Dan keempat, adalah membuat sodetan atau interkoneksi antar sungai yang masuk ke wilayah Jakarta.

Menurut dia, saat ini baru ada Banjir Kanal Barat yang membentang sepanjang 11 kilometer, namun kondisinya tidak mampu lagi menampung jumlah air yang masuk.

Terhambat Biaya Tinggi

"Untuk pembangunan Banjir Kanal Timur sepanjang 23 kilometer hingga saat ini belum terealisasi karena masalah biaya tinggi," katanya.

Sedangkan untuk membangun sistem "polder" di wilayah Jakarta Utara akan dilakukan di Komplek Kodamar Sunter Timur I, Rawa Badak Sunter Timur III dan Pademangan Pompa Ancol.

Lebih jauh Basoeki menjelaskan, ke-empat konsep tersebut membagi penanganan banjir ke dalam tiga sistem wilayah, masing-masing wilayah Barat, Tengah dan wilayah Timur Jakarta.

Untuk wilayah Barat akan dilakukan antara lain pengalihan sebagian debit Sungai Ciliwung ke Sungai Cisadane, normalisasi Kali Kamal dan Kali Cisadane Hilir, pengerukan Kali Muara Angke, Muara Karang dan Cengkareng "drain" (saluran).

Untuk wilayah tengah Jakarta, penanganan banjir yang dilakukan seperti penggantian dan pembangunan pompa di Setiabudi Barat, Setiabudi Timur dan Melati, pembuatan terowongan Ciliwung-Cisadane dan membangun pintu air pasang laut.

Sedangkan di wilayah Timur akan dilaksanakan konstruksi Waduk Halim, membuat interkoneksi Kali Cipinang-Kali Ciliwung, pengerukan muara Kali Sunter dan Cakung "drain".

"Disamping itu pemerintah juga akan melakukan normalisasi sungai-sungai yang ada, berdasarkan desain kriteria yang ada," ujarnya.

24 Titik Rawan Banjir

Dari 24 hektar wilayah di DKI Jakarta, kata Basoeki, terdapat 80 titik lokasi rawan banjir, masing-masing meliputi sembilan lokasi di Jakarta Pusat, 23 lokasi di Jakarta Utara, 16 lokasi di Jakarta Barat, 20 lokasi di Jakarta Selatan, dan 12 lokasi di Jakarta Timur.

Daerah rawan banjir di Jakarta Pusat, antara lain Jati Pinggir, Mangga Dua, Mangga Besar, Pangeran Jayakarta, Cempaka Putih, Sumur Batu, Angkasa, Gunung Sahari Raya dan Rajawali Selatan.

Sedangkan titik rawan banjir di Jakarta Utara adalah di Teluk Gong, Kapuk Muara, Kapuk Kamal, Tanah Pasir, Kampung Rawabadak, Kebon Bawang, Sunter Podomoro, Yos Sudarso, Pademangan Barat dan Pademangan Timur.

Sementara wilayah Kelapa Dua, Sukabumi Utara, Kedaung Angke, Pinangsia, Kamal Tegal Alur, Meruya Rawa Buaya, dan Duri Kosambi, merupakan beberapa wilayah di Jakarta Barat yang rawan banjir.

Untuk wilayah Jakarta Selatan antara lain meliputi Cirendeu, Kompleks Departemen Luar Negeri, Kampung Duku, Kemandoran, Gandaria Selatan dan Gandaria Utara, Pejaten Timur, Bukit Duri, Poncol, Pondok Karya serta Kebon Baru.

Sedangkan wilayah di Jakarta Timur antara lain meliputi Kampung Rambutan, Kebon Nanas, Pulo Mas, Cipinang Muara, Kampung Jati Makassar, Cipinang Melayu, Ujung Menteng dan Cakung Barat. [Dh, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 31 January 2002 >>
SuMTW ThFSa
dotdot12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer