spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
NUSANTARA
spacer
 
Bencana Alam
Banjir Medan Telan 12 Nyawa

MEdan, 31 Desember 2001 06:55
BANJIR besar yang melanda berbagai daerah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), hingga Minggu sore dilaporkan mulai surut namun 10 penduduk Air Putih Kabupaten Asahan hilang. Juga dilaporkan dua pemuda hilang ditelan air Sungai Deli yang meluap. Sementara 5000 jiwa penduduk di Kotamadya tebing Tinggi sempat diungsikan ke kantor-kantor pemerintah dan rumah penduduk yang dianggap aman.

Laporan yang diterima dari Posko Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyebutkan, Minggu siang mengirimkan perahu karet dan 11 personil Marinir dari Lantamal I Belawan untuk mengevakuasi 200 kepala keluarga (KK) di beberapa desa Tebing Tinggi.

Ketua Harian Satkorlak PBP Sumut A. Wahab Dalimunthe didampingi Kabag Pemberitaan, Drs. Eddy Syofian membenarkan 10 penduduk di Kecamatan Air Putih Asahan dilaporkan hilang terbawa arus banjir dan belum diketahui nasibnya, sekitar 20.000 rumah terendam air cukup parah.

A. Wahab Dalimunthe yang juga Wakil Gubernur Sumut menjelaskan kondisi terakhir bencana banjir di Sumut didampingi
Kadis Perhubungan H. Syafaruddin, SH saat meninjau lokasi banjir dan menyerahkan bantuan pangan kepada korban banjir di Medan Labuhan.

Dalimunthe yang juga didampingi Kadis Jalan dan Jembatan Ir. Hj. Roslila Sitompul, Kadis Pengairan Ir. Astaman Harahap, Kadis Kimpraswil Ir. Zulfi Syarif Koto dan Kadis Sosial Sylvester Lase menyatakan banjir yang melanda beberapa daerah di Sumut mulai surut.

Menurut Kadis Perhubungan Syafaruddin, SH jalan lintas Sumatera Medan-Tebing Tinggi-Pematang Siantar-Asahan-Rantau Prapat-Padang Sidempuan yang putus total di beberapa titik sudah normal kembali, kendati masih ada pemasanganb jembatan darurat.

Lalulintas dari Medan-Tembung-Batang Kuis Kabupaten Deliserdang yang sempat putus total hingga Minggu siang, juga sudah dapat dilalui kendaraan, tetapi ribuan rumah penduduk masih terendam air yang meluap dari Sungai Denai-Sungai Percut.

Jalan yang mengalami kerusakan di antaranya jalan nasional Sidikalang-Banda Aceh akibat longsor, jalan medan-Berastagi yang masih dalam perbaikan, Merak-Panji, Medan-Tebing Tinggi akibat jembatan Sei Tualang Hanyut (sudah dibuat jembatan darurat) dan Jalan Indrapura-Lima Puluh.

Masyarakat korban banjir di berbagai kawasan kota Medan menyatakan kecewa dengan Pemko Medan yang sepertinya tidak tanggap terhadap bencana banjir, bahkan informasi laporan banjir juga sulit diperoleh.

Curah Hujan Terbesar Dalam Setengah Abad

Stasiun Meteorologi Polonia Medan melaporkan bahwa intensitas curah hujan yang terjadi hampir sepanjang hari pada 28 Desember 2001 lalu merupakan peristiwa curah hujan tertinggi yang pertama kali terjadi selama kurun waktu 50
tahun terakhir ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Polonia, Drs. Raden Syaefuddin di Medan mengatakan, intensitas curah hujan yang mengguyur pada sebagian besar wilayah kota Medan dan sekitarnya selama hari Jumat lalu (28/12) tersebut mencapai 170.8 mili meter (mm), jauh di atas tingkat curah hujan normal 100 mm.

"Kondisi intensitas curah hujan tanggal 28 Desember lalu merupakan intensitas hujan tertinggi dalam satu hari yang pernah dicatat di Stasiun Meteorologi Bandara Polonia dalam waktu 50 tahun terakhir ini," ujarnya.

Disebutkan, intensitas curah hujan di wilayah yang sama pada saat sehari sebelumnya (27/12) sebesar 32.7 mm, dimana intensitas hujan ketika itu terjadi terus menerus selama hampir enam jam.

Tingginya intensitas hujan di wilayah kota Medan pada 28 Desember itu dipengaruhi oleh adanya gangguan tekanan rendah berupa gangguan badai "Monsoon Disturbance" di sekitar Laut China Selatan dan Selat Malaka tepatnya pada posisi 01.7 Lintang Utara - 104.5 Bujur Timur.

Hal ini, kata Syaefuddin, diakibatkan oleh adanya gelombang dingin (cold surge) yang memicu terjadinya "Monsoon" Timur Laut.

Dampak dari gangguan tekanan rendah di Laut China Selatan dan Selat Malaka tersebut menyebabkan terbentuknya awan yang menjulang tinggi dan luas, sehingga mendorong terjadinya curah hujan dengan intensitas yang tinggi dan berlangsung dalam jangka waktu relatif lama.

Berdasarkan data synoptik, angin dan citra satelit, gangguan "Monsoon" dengan potensi hujan tetap tinggi diperkirakan masih berpeluang terjadi terutama pada daerah sepanjang pesisir timur Sumatera bagian selatan dan pesisir barat.

Fenomena ini dapat terjadi sampai 3 - 4 hari dengan terjadi satu kali puncak untuk sekali kejadian yang diikuti dengan peluang hujan yang normal menuju ringan. [Dh, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 31 December 2001 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer