spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
ALKISAH
spacer
 
Dono Meninggal
Indro Warkop Pimpin Upacara Pemakaman Dono

dono-warkop-meninggalJakarta, 30 Desember 2001 16:34
Pelawak Warkop Indro, Minggu siang memimpin langsung pemberangkatan jenasah rekannya, Wahyu Sardono (50) dari Masjid Nurul Huda, yang berjarak 100 meter dari rumah duka di Jln. Lenteng Agung 131 Jakarta menuju pemakaman Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Ikut hadir dalam mobil yang memberangkatkan jenasah pelawak yang akrab dipanggil Dono itu, pembawa acara "Asal", Taufik Savalas serta pelawak dari grup Bagito, Dedi "Miing" Gumelar.

Dengan meninggalnya Dono, maka kini hanya tinggal Indro yang meneruskan "bendera" Warkop, karena rekan-rekan yang lain juga sudah meninggal, disamping sebelumnya ada pula yang mengundurkan diri.

Karena begitu padatnya pelayat yang ingin menghadiri pemakaman, terjadi kemacetan lalu lintas sampai mencapai Stasiun Kereta Api Tanjung Barat hampir sekitar hampir dua jam.

Hujan deras turut mengiringi kepergian pelawak yang meninggal Minggu dinihari sekitar pukul 01.05 WIB itu. Hingga akhir hayatnya Dono masih menggarap komedi berseri "Warkop Millenium" di stasiun televisi Indosiar.

Ratusan pelayat yang terdiri atas artis, politisi, hingga kalangan akademisi nampak membanjiri rumah yang letaknya berdekatan dengan Stasiun Kereta Api Lenteng Agung itu.

Dalam komentarnya, Dedi Gumelar mengatakan, dirinya merasa kehilangan teman baik karena selama ini banyak belajar dari almarhum.

Komentar serupa juga diutarakan Taufik Savalas yang merasa kehilangan tokoh yang menjadi motivatornya selama ini setelah ia keluar dari Radio SK. Saat itu baik Dono maupun Indro memberikan jalan keluar agar tidak putus asa, bahkan memberikan peluang kerja di Warkop.

Sebelumnya di rumah duka juga tampak hadir Ruhut Sitompul, Eko Patrio, Yuwono Sudarsono, Selo Sumardjan, dan Nani Wijaya. Mereka juga menyampaikan komentar yang hampir serupa dengan Dedi Gumelar dan Taufik Savalas.

Pada kesempatan itu karena sibuknya Indro untuk memimpin pemakanan rekannya tersebut sehingga tanpa sadar ia telah kehilangan handphone dan sepatunya. Kemudian salah seorang keluarganya langsung membawakan sandal jepit.

Indro yang saat itu mengenakan kemeja hitam dan peci serta bercelana jeans biru turun tangan langsung mengatur arus lalu lintas agar mobil jenasah dapat segera diberangkatkan.

Tepat pukul 12.28 WIB jenasah diberangkatkan menuju tanah Kusir, dan langsung dimakamkan sekitar pukul 13.00 WIB. Keberangkatan jenasah dari rumah duka diikuti konvoi kendaraan yang cukup panjang.

Turut dalam konvoi tersebut mahasiswa, serta anggota Mapala UI, mengingat aktivitas almarhum sebagai Dosen Fisip UI.

Dono meninggalkan tiga orang anak yakni Andiko Ario Seno (21), Damar Canggih Wicaksono (15), dan Satrio Sarwo Trengginas (9). Istrinya, Titik Kusumawardhani juga telah meninggal dunia karena sakit.

Diagnosa tim dokter yang merawat Dono menyatakan kematian pelawak senior tersebut akibat terserang kanker paru-paru yang mengakibatkan sulit bernafas. [Dh, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 31 December 2001 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer