spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
NUSANTARA
spacer
 
Utnuk Beli Helikopter
DPRD Banda Aceh Tolak Dana Pemda Disunat Gubernur

Banda Aceh, 21 Desember 2001 14:15
Anggota DPRD Kota Banda Aceh minta agar Pemda Tk-I Aceh mengembalikan dana "contingency" kepada Pemkot setempat sebesar Rp 700 juta yang telah dipotong untuk sumbangan pembelian pesawat helikopter.

"Kita sangat menyesalkan Pemda Tk-I Aceh yang telah memotong dana `contingency` sebesar Rp 700 juta untuk sumbangan pembelian pesawat helikopter, padahal anggota Dewan tidak menyetujuinya," kata anggota DPRD Banda Aceh, Dr Daeng Iskandar, MM dan Ridwan Sulaiman di Banda Aceh, Jumat.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Aceh, Abdullah Puteh menyatakan, Pemda akan membeli pesawat helikopter yang dananya diambil dari dana "contingency" Tk-II yang berasal dari pagu bagi hasil penerimaan pajak penghasilan (PPh) orang pribadi dalam negeri sebesar Rp 700 juta untuk masing-masing dati-II.

Disebutkan, pagu bagi hasil penerimaan PPh orang pribadi dalam negeri yang diterima Aceh sebesar Rp 13,687 miliar. Dari jumlah itu sebanyak Rp 5,474 miliar milik propinsi, sedangkan selebihnya Rp 8,212 miliar jatah kabupaten/kota Banda Aceh dilaporkan mendapat Rp 2,7 miliar.

Namun, seluruh fraksi DPRD Kota Banda Aceh sudah menyatakan menolak rencana eksekutif menyumbang Rp700 juta untuk untuk pembelian satu unit helikopter oleh Pemda Tk-I Aceh.

Keputusan fraksi-fraksi menolak rencana menyumbang Rp 700 juta untuk pembelian satu unit helikopter Pemda Aceh itu disampaikan pada penutupan masa persidangan ke-5 tentang perubahan APBD 2001 dan penghapusan aset daerah, beberapa hari lalu.

Daeng mengatakan, pemotongan dana "contingency" itu jelas menyalahi aturan, karena kebijakan yang dinilai gegabah itu tidak melalui persetujuan Dewan.
"Kalau memang Pemda Tk-I memaksa agar Pemkot Banda Aceh bisa menyumbang dana Rp 700 juta untuk pembelian pesawat, seharusnya melalui persetujuan anggota Dewan. Masalah diberi atau di tolak itu urusan nanti," kata Daeng Iskandar dari Fraksi PAN itu.

Hal senada juga dikemukakan anggota lainnya, Ridwan Sulaiman yang menyatakan bahwa penolakan anggota Dewan terhadap rencana eksekutif untuk menyumbang, bukan karena desakan sejumlah LSM, tapi karena kondisi pendanaan Banda Aceh sangat minim.

Ia menyebutkan, sejumlah proyek pembangunan di Kota Banda Aceh ini terpaksa ditunda, karena Pemkot tidak memiliki dana untuk itu, kalau pun ada dana sudah dipakai untuk keperluan lain yang sangat mendesak.

Disebutkan, keperluan yang sangat mendesak pada waktu itu adalah pembayaran rapel gaji pegawai negeri sipil (PNS) untuk Banda Aceh senilai Rp 14 miliar, sehingga dana yang seharusnya untuk membiayai proyek pembangunan terpaksa dialihkan ke sana.

"Oleh karenanya, kami minta kepada Gubernur Abdullah Puteh agar dana `contingency` yang sudah dipotong itu agar dikembalikan ke kas Pemkot Banda Aceh, karena dana tersebut masih sangat dibutuhkan untuk keperluan lain, ketimbang untuk membeli helikopter," kata Ridwan Sulaiman. [Dh, Ant]


printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 31 December 2001 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer