spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
ALKISAH
spacer
 
Afganistan Paska Taliban
Mantan Dubes Taliban Di Pakistan Minta Suaka

Islamabad, 24 Desember 2001 23:10
MANTAN Duta Besar Taliban di Islamabad, Mullah Abdul Salam Zaeef dan seorang yang wajahnya dikenal luas selama perang Afghanistan, mengatakan hari Minggu, ia akan meminta suaka politik di Pakistan.
Namun demikian, permohonan suaka politik di Pakistan itu hanya untuk sementara waktu, dimana hanya dia seorang yang bertugas sebagai juru bicara bagi kelompok milisi fundamentalis selama serangan Amerika Serikat kepada pemerintah Taliban yang terisolasi.

"Saya sudah menyampaikan permohonan untuk suaka dan sekarang saya tengah menunggu jawaban dari pemerintah Pakistan," katanya kepada Reuters dari barat daya kota Quetta, di perbatasan Afghanistan-Pakistan.

Ketika ditanya kenapa dia minta suaka, bukannya kembali ke negaranya, dimana Taliban telah ditumbangkan dari kekuasannya dan pemimpinnya Mullah Omar tengah melarikan diri, Zaeef mengatakan, waktunya belum tepat baginya untuk kembali ke Afghanistan.

"Saya belum merasakan inilah waktunya yang tepat bagi saya untuk kembali ke negeri saya," katanya, namun ia tidak menutup kemungkinan suatu hari akan kembali ke negerinya Afghanistan.

Zaeef menjadi terkenal ketika menjadi pimpinan jurubicara Taliban untuk dunia luar menyusul serangan teror 11 September di Nwe York dan Washington.

Sebenarnya, Zaeef adalah satu di antara tiga duta besar Taliban, namun sejak Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik karena tekanan Amerika Serikat, membuat hanya Zaeef sendiri yang menjadi juru bicara Taliban.

Laki-laki berkacamata yang berusia 34 tahun dari suku Pashtun itu, secara berkala mengadakan jumpa pers di Islamabad, yang disiarkan secara luas setiap hari ke seluruh dunia dalam jaringan televisi langsung.

Ia menceritakan keadaan Taliban disertai canda yang meluncur dari mulutnya dan dilengkapi alat komunikasi untuk berhubungan dengan para pemimpinnya di Kabul, sampai Pakistan melarangnya untuk bicara pada 22 November.

Ia percaya akan dibenci jika kembali ke Afghanistan dan karena takut akan keselamatan diri dan keluarganya. Ia memiliki dua orang istri dan beberapa orang anak.

Pakistan sekarang ini tengah membina hubungan dengan pemerintahan baru di Afghanistan pimpinan Hamid Karzai, yang diambil sumpahnya hari Sabtu.

Menteri Luar Negeri Abdul Sattar menghadiri pelantikan Karzai dan menlu Pakistan itu mengatakan, Pakistan akan membuka kembali kedutaan besar dan konsulat jenderalnya di Afghanistan, secepat beresnya urusan administrasi yang dapat diselesaikan melalui konsultasi kedua pihak. [Dh, Ant]


printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 24 December 2001 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer