spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Lawatan Presiden
Presiden Megawati Minta Maaf Kepada Rakyat Papua

Jayapura, 24 Desember 2001 20:05
Presiden Megawati Soekarnoputri menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Papua yang disebabkan kesibukannya tidak bisa merayakan Natal bersama di Jayapura.

Permohonan maaf dari Presiden itu disampaikan secara tertulis kepada Gubernur Papua, Drs Jaap Salossa, Msi tanggal 24 Desember 2001, demikian informasi yang dihimpun di Jayapura, Senin.

Sebelumnya telah terjadwal Kepala Negara akan merayakan Natal bersama rakyat Papua, khususnya di Jayapura 22 Desember 2001 di Gedung Olahraga Cendrawasih.

Dalam surat permohonan maaf itu, Presiden Megawati mengatakan, walaupun ia tidak bersama-sama memperingati Hari Natal bersama rakyat Papua, tetapi bathinnya selalu ada bersama rakyat di propinsi tertimur ini.

Presiden, menurut surat itu, berjanji akan berupaya mencari waktu lowong untuk berkunjung ke Papua guna melakukan dialog langsung dengan masyarakat daerah ini yang dicintainya.

Ia mengajak rakyat Papua untuk mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kebesaran kasih-Nya, karena walaupun bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai cobaan yang berat, namun masih tetap berdiri kokoh dalam bingkai NKRI.

Dalam pesan Natalnya kepada rakyat Papua, Presiden Megawati minta agar melakukan introspeksi diri dengan hati dan pikiran yang bersih.

Menuru Presiden, tema Natal tahun ini yakni " Hiduplah Dalam Damai Seorang Dengan Yang Lain" perlu direnungkan bersama, tidak hanya umat Kristiani karena tema tersebut dapat berlaku secara universal.

"Hidup dalam Damai adalah keinginan seluruh umat manusia, namun apa yang kita saksikan beberapa waktu belakangan ini sangatlah mengusik semua pihak," kata Kepala Negara.

Presiden mengakui, perselisihan dan pertikaian antarumat manusia banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan yang lebih menyedihkan lagi adalah berbagai pertikaian yang dibungkus dengan isu-isu keagamaan, yang justru mengingkari hakekat dari agama itu sendiri.

Ia mengemukakan, perayaan Hari Besar Keagamaan, terutama umat Kristiani dan umat Islam yang dalam dua tahun terakhir ini jatuh berdekatan, sesungguhnya Tuhan Yang Maha Esa mengingatkan agar bangsa Indonesia harus hidup berdampingan penuh dengan cinta kasih.

Menyinggung mengenai Otonomi Khusus Papua, Kelapa Negara mengatakan, hal ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua.
Oleh sebab itu pemerintah telah mengeluarkan UU Otonomi Khusus bagi rakyat Papua dan melalui UU tersebut rakyat Papua mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk mengelola kehidupan yang di daerahnya, namun tetap berada dalam bingkai NKRI.

"Saya percaya apabila otonomi khusus itu dilaksanakan dengan sungguh-sngguh dan sepenuh hati, maka apa yang dicita-citakan bangsa Indonesia, khususnya rakyat Papua dapat terwujud," demikian Presiden Megawati Soekarnoputri. [Dh, Ant]


printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 24 December 2001 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer