spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
ALKISAH
spacer
 
Afgan Paska Taliban
Hamid Karzai Jadi Perdana Menteri 6 Bulan di Kabul

karzai-hamidBonn, 5 Desember 2001 16:28
KELOMPOK-kelompok Afghanistan yang bersaing telah merampungkan ketentuan mengenai perjanjian pembagian kekuasaan dalam perundingan yang disponsori PBB di Bonn, Rabu dan mengangkat pemimpin etnik Pashtun, Hamid Karzai sebagai pemimpin pemerintah sementara enam bulan.

"Keempat kelompok menyetujui satu daftar terdiri atas 29 orang untuk duduk dalam pemerintah sementara," kata Ahmad Fawzi, jurubicara utusan PBB Lakhdar Brahimi.

Perjanjian itu akan ditandatangani pukul 09:20 waktu setempat (15:20 WIB) Rabu, dan pemerintah sementara akan mulai memerintah Afghanistan 22 Desember, kata Fawzi kepada kantor berita Perancis AFP.

"Pemimpinnya adalah Hamid Karzai," katanya. Mantan deputi menlu yang berusia 44 tahun itu yang kini sedang
memimpin perang melawan pasukan Taliban sekitar kota Kandhar, Afghanistan selatan, adalah sekutu mantan Raja Afghanistan Mohammed Zahir Shah yang berada di pengasingan.

Karzai akan menjadi ketua dari badan yang beranggotakan 29 orang yang akan memerintah Afghanistan untuk masa enam bulan sebelum Loya Jirga atau majelis para tokoh mengangkat pemerintah peralihan 18 bulan.

"Aliansi Utara akan memegang jabatan penting yaitu menteri luar negeri, menteri pertahanan dan menteri dalam negeri dalam pemerintah sementara itu," kata Fawzi.

"Menlu Aliansi itu Abdullah Abdullah, Menteri Dalam Negeri Yunus Qanooni dan Menteri Pertahanan Jenderal Mohammad Qasin Fahim akan tetap memangku jabatan mereka," katanya.

Ketiga menteri dari etnik Tajik adalah faksi utama dalam Aliansi Utara, dan semuanya adalah pembantu dekat komandan perlawanan Ahmad Shah Masood yang dibunuh.

Seorang wanita, Sima Samar akan memegang jabatan deputi PM dan menteri kesehatan masyarakat, kata Abdul Sattar Sirat dari kelompok mantan raja Afghanistan dalam perundingan di Bonn, Rabu. Ia tidak merinci lebih jauh.

Para delegasi yang terlibat dalam perundingan ketat di Bonn sejak 27 Nopember itu telah menyetujui sebuah pemerintah
pasca-Taliban yang merencanakan dua tahap pemerintah peralihan selama dua tahun yang mengantar pada pemilu.

Empat kelompok itu, kelompok royalis yang setia pada mantan Raja Mohammed Zahir Shah dan apa yang disebut kelompok-kelompok Peshawar dan Siprus, sebelumnya memutuskan untuk membagi 29 jabatan dengan
sistem jatah.

Fawzi mengisyaratkan bahwa pertimbangan-pertimbangan etnik serta kemampuan profesional dan integritas moral adalah kritrea untuk memangku jabatan-jabatan itu.

"Hal yang paling penting adalah kami berusaha mencapai keseimbangan etnik," katanya. Aliansi itu didominasi etnik minoritas Tajik, Uzbek dan Hazara, sementara para penguasa Afghanistan biasanya berasal dari mayoritas etnik Pashtun. [Dh, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 05 December 2001 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer