spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
ALKISAH
spacer
 
AIDS/HIV
Sudah 21,8 Juta Pengidap HIV/AIDS Meninggal

Jakarta, 5 Desember 2001 15:32
DARI 36,1 juta pengidap virus penurun kekebalan tubuh (HIV/AIDS) hingga akhir 2000 di seluruh dunia sebanyak 21,8 juta orang ternyata telah meninggal. Jumlah itu diungkapkano leh Direktur Pemberantasan Penyakit Menular Langsung (PPML) Depkes dr Haikin Rachmat, MSc.

Menurut Haikin saat berbicara pada Seminar HIV/AIDS, di Jakarta, hari ini, jumlah itu berdasar estimasi WHO. Menurutnya, 95 persen pengidap HIV/AIDS di dunia tersebar di negara-negara berkembang akibat sitem pelayanan kesehatan yang buruk dan faktor kemiskinan.

"Selama 2000, terjadi 5,3 juta orang terkena infeksi HIV/AIDS di dunia, 3,8 juta orang diantaranya berada di Sub-Sahara Afrika dan 780 ribu orang berada di Asia Selatan dan Tenggara," katanya.

WHO juga mengestimasikan jumlah pengidap HIV/AIDS di Indonesia hingga kini mencapai 52 ribu orang, sedang Depkes memprakirakan pengidap penyakit itu berkisar 80 ribu - 120 ribu orang.

Sementara data laporan penderita HIV/AIDS yang dirawat di rumah sakit (RS) di seluruh Indonesia dari 1987 - hingga akhir September 2001 mencapai 2.313 orang terdiri atas 1.678 orang terinfeksi HIV dan 635 orang AIDS.

Dari 2.313 penderita itu 70 persennya tertular melalui hubungan seksual berganti-ganti pasangan dan 80 persen berasal kaum pria dengan kelompok usia 20-49 tahun, sedang sisanya tertular karena menggunakan tidak steril, seperti jarum suntik.

Enam provinsi memiliki jumlah pengidap HIV/AIDS terbesar, yakni DKI (239), Papua (210), Jatim (63), Jabar (38), Bali (27) dan Riau (15).

Haikin menjelaskan, pemerintah terus mengupayakan pencegahan HIV/AIDS melalui pendekatan budaya dan ketahanan keluarga, sehingga diharapkan setiap anggota keluarga memahami cara penularan HIV/AIDS dan dengan kesadaran diri akan dapat mencegahnya.

Perilaku berisiko menularkan HIV/AIDS, antara lain berhubungan seksual berganti-ganti pasangan, penggunaan alat-alat tidak steril, seperti jarum suntik, pisau cukur dan transfusi darah dan penggunaan jarum suntik pada penyalahguna Narkoba.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Peduli AIDS Indonesia, Suriadi Gunawan menambahkan, penderita HIV/AIDS di Jakarta akibat suntikan pengguna Narkoba naik dari 15,4 persen pada 2000 menjadi 40 persen pada 2001.

Di sebuah lembaga pemasyarakatan di Bali pada 2001 dilaporkan terjadi peningkatan pengidap HIV 50 persen menimpa para tahanan menggunakan suntikan Narkoba tidak steril, katanya. Gunawan menambahkan, faktor memacu penularan HIV/AIDS, antara lain krisis ekonomi, industri seks yang tidak diawasi, pemakaian jarum suntik untuk Narkoba, rendahnya animo pemakaian kondom, pelayanan kesehatan lemah dan program penanggulangan HIV/AIDS tidak memadai. [Dh, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 05 December 2001 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer