spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
HUKUM & KRIMINALITAS
spacer
 
Tommy Tertangkap
Wanita Penjaga Rahasia Tommy

topik-des-04-oke

Jakarta, 4 Desember 2001 00:42
PINTU kaca di ruangan Direktorat Reserse Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya ambrol, terdorong puluhan wartawan. Mereka terpental, akibat dorongan belasan pengawal Ardhia Pramesti Regita Cahyani dan Siti Hediati Haryadi alias Titiek, yang berbadan kekar. Keduanya, bersama artis lawas Jenny Rachman, berniat membesuk Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, Kamis malam lalu.

Akibat insiden itu, juru kamera dan petugas Provost menderita luka ringan. Tanpa buang waktu, para pengawal keluarga Cendana itu memberikan jalan bagi para juragannya. Ardhia Pramesti yang akrab dipangil Tata, istri Tommy itu, bersama Titiek dan Jenny menerobos ke ruangan Kepala Direktorat Reserse, Komisaris Besar Polisi Adang Rochjana. ''Saya kangen dengan Mas Tommy,'' kata Tata.

Kerinduan itu rupanya tak segera pupus. ''Saya nggak diizinkan bertemu,'' kata Tata. Kekecewaan Tata belakangan makin besar. Apalagi setelah Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Sofjan Jacoeb, menyebut tertangkapnya Tommy gara-gara polisi membuntuti beberapa wanita teman kencannya. Yang mengejutkan, di antara para wanita itu, kata Sofjan, ada yang hamil delapan bulan.

Tommy memang dulunya dikenal digandrungi banyak wanita. ''Siapa yang nggak mau. Udah ganteng, banyak duit lagi,'' kata seorang kawan karib Tommy. Beberapa artis, antara lain Jenny Rachman dan Maya Rumantir, dikenal akrab dengan putra bungsu mantan Presiden Soeharto itu. Keduanya bahkan pernah menjalani pemeriksaan polisi karena diduga menjadi tempat persinggahan Tommy kala menjadi buron.

Selama masa pelarian, pesona Tommy ternyata tidak pudar. Sejumlah wanita tetap lengket padanya, dan tak peduli dengan statusnya yang buron. Pelacakan polisi membuktikan, beberapa wanita ditengarai kerap menjadi teman kencan Tommy. ''Mereka kami buntuti setiap saat,'' kata Sofjan. Menurut dia, selain untuk ''curhat'', para wanita itu juga membantu Tommy berkelit dari kejaran polisi.

Lani Banjaranti, 27 tahun, disebut-sebut sebagai salah satu kekasih Tommy. Wanita asal Aceh itu pernah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Maret lalu. Penyelidikan polisi ketika itu menyebutkan, Tommy sering berkunjung ke kediaman Lani di Jalan Dempo, Menteng, Jakarta Pusat. Tapi, kepada polisi, Lani membantah dan teguh menjaga rahasia.

WANITA-TOMMY Ia mengaku mengenal Tommy melalui perhelatan sprint rally di Medan, pada 1995. Pertemuan terakhir pun berlangsung pada acara serupa di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, dua tahun kemudian. Sejak sang karib menjadi buron, wanita cantik yang berprofesi sebagai pedagang lukisan ini mengaku tak pernah bertemu Tommy lagi.

Namun, penyelidikan polisi kali ini berbicara lain. Melalui serangkaian pelacakan dan penyadapan telepon, Lani diduga sering berhubungan dengan Tommy. Apalagi, sehari sebelum Tommy ditangkap, Lani diketahui bertemu dengan buronan polisi nomor satu itu. ''Dia mengantarkan makan sahur,'' kata seorang perwira menengah di Polda Metro Jaya yang ikut menangani kasus ini.

Lani, menurut perwira itu, kerap menjumpai Tommy. Pertemuan dilakukan di tempat-tempat yang sebelumnya sudah disepakati. Misalnya di sekitar Hotel Gran Melia di Kuningan, Jakarta Selatan, dan sekitar pom bensin di kawasan mewah Pondok Indah, Jakarta Selatan. Biasanya, Lani sendiri yang menjemput Tommy. Belakangan kebiasaan itu berubah.

Meskipun tidak terlalu lama, Tommy mulai berani mendatangi rumah Lani yang lain di Puri Bukit Kemang, Jakarta Selatan. Tahu sasarannya kerap berada di lokasi itu, polisi pun melakukan penggerebekan, Oktober lalu. ''Sayang, waktu itu Tommy tidak ada di tempat,'' kata Kepala Satuan Reserse Umum, Ajun Komisaris Besar Polisi Tito Karnavian.

Hal yang sama, kata Tito, pernah dilakukan Hetty Siti Hartika. Wanita yang dipercaya Tommy mengelola Apartemen Cemara di Jalan Cemara, Menteng, ini menjadi terdakwa kasus pemilikan senjata api. Persidangan perdananya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 2 November lalu. Kepada GATRA, anak kelima dari 10 bersaudara itu pernah mengaku kerap mengantar dan menjemput Tommy.

Trayek yang paling sering adalah Apartemen Cemara menuju Hotel Gran Melia. Seringnya wanita kelahiran Bandung, 18 November 1962, ini mengantar bosnya itu membuatnya berurusan dengan polisi. Hetty ditangkap 5 Agustus lalu. Rahasia Hetty terbongkar setelah Ferry Hukom dan Dedi Setiadi Yusuf ''bernyanyi'' kepada polisi. Dua karib Tommy ini terkait kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita.

WANITA-TOMMY Polisi meyakini Hetty sebagai orang kepercayaan Tommy. Mantan karyawan Divisi Ultralight Humpuss ini bersama Tommy diduga keras menyimpan sejumlah senjata api, amunisi, dan bahan peledak. Ia menyimpannya di gudang bawah tanah di areal kolam renang Apartemen Cemara. Menurut polisi, Tommy sendiri yang memberi perintah penyimpanan itu, Oktober tahun lalu.

Saat itu, Tommy menelepon Hetty. Dia meminta Hetty mengambil sedan merek Audi warna hitam, di Jalan Cendana Nomor 4. Hetty kemudian membawa sedan itu ke Apartemen Cemara. Setelah sampai, Tommy menelepon kembali, meminta Hetty memeriksa bagasi, untuk memastikan keberadaan senjata dan bahan-bahan peledak tersebut. Dengan mobil itu pula Hetty bertemu dengan Tommy.

Enam bulan kemudian, masih menurut polisi, Tommy meminta Hetty memindahkan senjata api, bahan peledak, dan amunisi itu ke gudang bawah tanah di areal kolam renang Apartemen Cemara. Selanjutnya, pada Juli lalu, Hetty diperintah memindahkan empat pucuk senjata laras panjang dari gudang ke ruang tidurnya. Senjata itu berjenis Ruger, merek Leopolo, kaliber 22, dan merek Blazer buatan Jerman.

Polisi menduga, sebagian persenjataan yang ditemukan ketika menggerebek rumah kontrakan Tommy di Jalan Alam Segar III Nomor 32, Pondok Indah, 5 Oktober lalu, berasal dari ''gudang senjata'' di Apartemen Cemara. Sayang, saat apartemen yang dibangun pada 1995 itu digerebek, Tommy keburu lolos. ''Kami terlambat seperempat jam,'' kata Tito.

Setelah persembunyiannya itu digeledah, Tommy hidup berpindah. Namun, hubungan dengan teman-temannya tetap terjalin. Bos Grup Humpuss itu lalu mengontak Nyonya Rossana Hasan, 54 tahun, yang tinggal di Jalan Margasatwa, Cilandak Timur, Jakarta Selatan. Rossana adalah istri Kolonel M. Hasan (almarhum), anggota Corps Polisi Militer yang pernah menjadi pengawal Soeharto.

Rossana mengizinkan Tommy tinggal di rumahnya yang terletak di Jalan Maleo II Nomor 9, Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang. Selama tiga bulan, tak setiap hari Tommy menginap di rumah itu. ''Dia hanya datang sekali-sekali,'' kata Rossana. Menurut ibu dua anak ini, bila Tommy pergi atau tiba di rumahnya, selalu tanpa pengawalan.

WANITA-TOMMY Penampilan Tommy, kata Rossana, juga tidak berewokan seperti digambarkan polisi. Menurut Rossana, Tommy selalu berpenampilan rapi dan klimis. Selama tinggal di Bintaro, menurut polisi, Tommy makin kerap menghubungi teman wanitanya. Kabarnya, selain Lani, artis Ida Iasha pernah pula ''mengunjungi'' Tommy.

Ida, 38 tahun, disebut-sebut punya hubungan keluarga dengan Rossana. Keterlibatan wanita indo-Belanda, Ida Albertina, demikian nama asli Ida Iasha, itu memang masih simpang siur. Namun, menurut seorang perwira polisi yang ikut menangani kasus Tommy, nama Ida Iasha termasuk dalam daftar yang harus dibuntuti. Selain Ida dan Lani, menurut perwira itu, masih ada dua nama lagi yang bakal digulung. ''Keduanya tergolong model kondang,'' katanya.

Kabar tak sedap soal perilaku Tommy itu jelas menyesakkan keluarga Cendana. Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut mengatakan, hubungan gelap dengan wanita-wanita itu bertendensi untuk menjelekkan nama Tommy semata. Selama ini, Tutut mengaku sangat mengenal watak Tommy. ''Tidak mungkin dia berhubungan suami-istri dengan wanita lain,'' katanya.

Rencananya, dalam pekan ini, polisi akan memanggil wanita teman-teman Tommy. Selain menjadi tersangka, kata Sofjan, Lani juga akan didengar keterangannya sebagai saksi atas kasus pelarian Tommy. ''Lani dijadikan tersangka karena dianggap melanggar Pasal 216 KUHP, melindungi orang yang melakukan tindak pidana,'' ujar Sofjan. Selanjutnya, tiga wanita ''persinggahan'' Tommy akan menyusul bersaksi di depan polisi.

Yang menarik, kalau menyimak perilaku Tommy selama buron, ia lebih mempercayai wanita sebagai penyimpan rahasia ketimbang pria. Termasuk dalam hal memilih pengacara.

[Sigit Indra dan Hendri Firzani]
[Laporan Utama, Gatra Nomor 03 Beredar Minggu, 2 Desember 2001]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
BERITA TERKAIT  
spacer
 
terkait, $ID); ?>
 
spacer spacer  
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 05 December 2001 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer